Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Cynthia Amanda Male/Dream)
Dream - Banyak orang kreatif menyerah pada ide brilian mereka karena pesimis bisa terlaksana. Rasa pesimis itu biasanya muncul karena kurangnya modal atau dukungan dari lingkungan sekitar.
Padahal, ide tersebut berpotensi mempermudah lingkungan. Hal ini diungkapkan Chief Marketing Officer (CMO) PT Paragon Technology, Salman Subakat dalam acara penutupan perayaan ulang tahun perusahaan ke-33.
" Banyak inovasi sustainable yang berakhir di tugas akhir. Hal ini yang berusaha kami fasilitasi. Mereka (mahasiswa) ingin sekali program buatannya di prototype," ujar Salman di Sasana Budaya Ganesa ITB, Bandung, Jumat 12 Oktober 2018.
Peran dukungan dalam berinovasi menunjukkan bahwa sebuah ide harus dilaksanakan dengan berkolaborasi agar bisa bersaing di era revolusi industri yang ditandai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Walaupun masih mendapat predikat negara berkembang, tapi Indonesia berhasil menaikkan peringkat dari 41 ke 36 dari 137 negara di Global Competitiveness Report 2017-2018.
Sikap kompetitif dan inovatif ini terus didorong dengan upaya berbagai pihak seperti pengusaha, komunitas, pekerja dan mahasiswa. Tidak hanya demi predikat, tapi juga pengembangan bangsa.
" Mulai dari kecil, kita harus terus berinovasi. Inovasi merupakan hal yang bersifat humanis karena hasilnya berdampak bagi lingkungan. Jadi, mulailah berinovasi sejak kecil dari hal kecil," imbuh Christopher Tobing, pendiri NusantaRun.
Perilaku inovatif ini bisa dilatih dengan cara membiarkan seseorang untuk berani dan terus bereksplorasi serta optimis sejak dini.
" Sejak lahir, seseorang sudah diberkahi naluri berinovasi. Biarkan anak-anak mencari tahu dan membuat keputusan mereka sejak kecil supaya mereka berani berinovasi serta tidak takut gagal," tutup Najeela Shihab, pendiri Gerakan Semua Murid Semua Guru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya