Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Anak Berusia 7 Tahun Bekerja Untuk Membayar Utang Sebesar Rp4,39 Juta. (Foto: Next Shark)
Dream – Seorang anak berusia 9 tahun di Tiongkok harus bekerja memungut sampah daur ulang. Di usia yang belum menginjak 10 tahun, dia terpaksa bekerja demi bisa membayar utang sebesar 2 ribu yuan setara Rp4,39 juta.
Tapi, ada kisah haru di baliknya.
Orang tua di Tiongkok menyuruh bocah kecil itu untuk memungut sampah. Sang anak harus membayar kembali uang yang dicuri dari dompet sang nenek.
Dilansir dari Next Shark, Minggu 14 Oktober 2018, bocah ini bernama Hanghang. Anak lelaki ini mengambil uang diam-diam dari aplikasi dompet elektronik sang nenek, WeChat, untuk membayar layanan mobile game, Golden Week. Uang yang diambilnya mencapai 2 ribu yuan (Rp4,39 juta).
Orang tua Hanghang langsung kesal ketika mengetahui perbuatan sang anak. Malah, mereka hendak memukulnya.
“ Kami sangat marah, awalnya. Hampir saja memukulnya,” kata orang tua Hanghang kepada Knews.
Beruntung, kesadaran orang tua masih tersisa. Mereka tak memukulnya tapi memberikan hukuman. Sang anak harus mengembalikan uang yang diambil dari neneknya.
Hanghang dihukum mengumpulkan sampah daur ulang agar bisa membayar utang. Dia harus memungut sampah di lingkungan rumahnya di Chongqing, Tiongkok.
Tak jelas berapa banyak uang yang didapatkan Hanghang ketika “ bekerja”. Yang jelas, dia memerlukan waktu setahun untuk membayar kembali utangnya.
“ Kami ingin membuatnya sadar bahwa uang sangat berharga. Jadi, kami berpikir bagaimana caranya membuatnya bekerja dan menghasilkan 2 ribu yuan,” kata sang orang tua.
Warganet sosmed Tiongkok, Weibo, angkat topi dengan hukuman yang dikenakan orang tua kepada sang anak. Mereka menganggap cara yang dilakukan orang tua Hanghang sangat tepat.
“ Pendidikan orang tua ini lebih baik daripada mereka yang mencari pengembalian uang dari perusahaan game. Ketika bisa melakukan sendiri, kamu harusnya belajar untuk bertanggung jawab. Anak ini akan terdidik dengan baik,” tulis @a_fat_ball.
“ Bagi orang tuanya, cara ini sangat mendidik,” tulis @Squid_Mulberry.
“ Cara yang baik untuk menghukum (anak),” tulis @Smy_Xiamu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya