Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penguatan Dolar AS Menjadi Sorotan Banyak Pihak. (Foto: Shutterstock)
Dream - Kenaikan dolar menjadi Rp15 ribu menimbulkan tantangan besar bagi semua industri di Indonesia, bahkan hingga tahun depan. Sebab, industri dasar menengah belum cukup siap untuk menghadapi pelemahan rupiah.
" Secara general, kondisi bisnis sangat menantang. Bahan baku masih diimpor. Kalau masih impor, dolarnya naik, pasti harganya pun naik," ujar Managing Director Nielsen Company Indonesia, Agus Nurdin, di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, ditulis Senin 15 Oktober 2018.
Agus mengatakan apresiasi dolar AS ini membuat harga minyak naik. Hal ini juga berimbas kepada kenaikan harga BBM.
“ Walaupun premium dan pertalite di-cancel, tapi sebenarnya harga memang harus naik. Mungkin pemerintah kasihan. Tapi, kalau pemerintahnya tidak ada uang, bagaimana mengasihaninya?” kata dia.
Tentu saja situasi ini menjadi tantangan besar untuk pemerintah agar bisa saling menguatkan kondisi perekonomian saat masyarakat berusaha meningkatkan daya beli.
" Mudah-mudahan ekspornya membaik supaya dolarnya masuk banyak dan daya belinya tidak turun. Tahun depan jangan sampai defisit seperti tahun ini,” kata dia.
Tapi momentum ini merupakan kesempatan emas bagi para pengusaha dalam berinovasi menjadi market leader. Pengusaha bisa bertahan walaupun kondisi ekonomi sedang menurun.
" Tahun depan itu most challenging years setelah 1997-1998. Apalagi ada pilpres. Jadi 2018-2019 itu adalah kesempatan untuk semua industri bersaing. Siapa yang lincah berinovasi akan menang,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya