Lewat Konser 'Berbagi Dalam Keterbatasan', OVO Bantu Para Pekerja Seni

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 21 Mei 2020 21:11
Lewat Konser 'Berbagi Dalam Keterbatasan', OVO Bantu Para Pekerja Seni
Ada 58 ribu pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka tak punya penghasilan karena banyak acara ditunda dan dibatalkan.

Dream - Pandemi virus corona tak hanya mengancam keselamatan jiwa. Sektor ekonomi masyarakat turut terdampak, termasuk dunia kesenian. Berbagai kegiatan dibatalkan, sehingga para pekerja seni tak lagi mendapat pemasukan.

Oleh karena itulah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Jakarta City Philharmonic bakal menggelar konser amal bertajuk " Berbagi dalam Keterbatasan" . Dengan menggandeng platform pembayaran digital OVO, konser ini akan mengumpulkan donasi untuk para pekerja seni yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

" Intinya itu, pemikirannya kurang lebih begini, apa yang bisa kita lakukan di bidang kesenian, bukan sekadar untuk saling berbagi tetapi juga bagaimana memastikan nyalanya kesenian di masa sulit ini tetap ada," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, Kamis 21 Mei 2020.

Menurut Hilmar, Kemendikbud telah mendata para seniman dari berbagai daerah di Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan pendataan secara online pada awal April 2020, terdapat 38 ribu seniman yang kehidupan mereka terdampak pandemi virus corona.

" Nama-nama dari seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya seniman tradisi, itu prosesnya melalui online jadi tahapan pertamanya online," kata Hilmar.

Kemendikbud sadar betul, penjaringan secara online tidak bisa menjangkau seluruh pekerja seni. Sehingga Kemendikbud meminta bantuan pemerintah daerah untuk mendata para seniman yang terdampak pandemi corona, sehingga didapat tambahan 20 ribu seniman.

" Jadi total 58 ribu, itu totalnya. Data yang ada di kita kita bagi ada beberapa jenjang berdasarkan tingkat pendapatan untuk memastikan bentuk-bentuk dukungan seperti apa yang bisa kita berikan di masa sulit ini," tambah Hilmar.

1 dari 2 halaman

Konser ini bukan yang pertama. Sebelumnya sudah digelar pagelaran yang sama. Namun kali ini bakal diadakan lebih besar dan disertai penggalangan dana yang hasilnya langsung disalurkan kepada para pekerja seni.

" Kita juga ingin membantu, mengulurkan tangan, khususnya kepada seniman-seniman yang karena masa pandemik ini kegiatannya ditunda, dibatalkan. Jadi itu itu perlu ada kolaborasi sama-sama untuk menggalang solidaritas dan konser ini tayang besok sore," papar Hilmar.

Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic, Anto Hoed, mengatakan, acara ini digelar untuk memberikan pekerjaan pada para seniman. Pada pagelaran pertama yang melibatkan 30 pemusik simfoni beberapa waktu lalu, berjalan dengan sukses.

Menurut dia, sasaran utama yang akan menerima bantuan hasil donasi konser ini adalah para pekerja seni tradisi karena merekalah yang paling merasakan dampak pandemi virus corona.

" Contohnya pemain ketroprak, bagaimana dia musti main dengan cara daring ini? Bagaimana mereka bisa main? Karena kan mereka harus main di dalam satu panggung bersama-sama. Tapi kalau sendiri di rumah bagaimana caranya, kemudian apakah mereka bisa menuasai teknologi. Itu juga jadi masalah sebetulnya," papar Anto Hoed.

Anto menambahkan, dalam acara yang digelar pada mulai pukul 16.00 WIB, Jumat 22 Mei 2020, itu akan memaikan enam karya, yaitu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman, Varia Ibukota karya Mochtar Embut, Sio Mama akan dibawakan Melly Goeslaw, Wanita karya Marzuki Ismail yang akan dibawakan Maruli Tampubolon, dan Can-can dari Opera 'Orpheus in Underworld' karya Jacques Offenbach, dan Jatuh Cinta oleh Tohpati. Pagelaran ini bisa disaksikan melalui live streaming di Youtube.com/budayasaya atau di www.ovo.id/JCP.

2 dari 2 halaman

Sementara, Presiden Direktur OVO, Karania Dharmasaputra, mengatakan bahwa perusahaannya ingin mengikuti jejak korporasi besar di negara-negara lain yang ikut membantu pemerintah dan masyarakat dalm menanggulangi masa sulit akibat pandemi virus corona.

" Kami dengar bahwa ternyata teman-teman di komunitas seni juga mengalami masa-masa yang sangat sulit," kata Karania.

Sebagai perusahaan teknologi, kata Karania, OVO trgerak memberikan dukungan pada program sosial yang digalang Ditjen Kebudayaan dan komunitas seniman itu. OVO yang bekerja sama dengan Doku bakal membantu menyalurkan pembayaran donasi dari masyarakat dalam konser tersebut.

Caranya cukup gampang. Masyarakat yang ingin berdonasi cukup 'klik' URL yang tersediadi YouTube maupun media sosial lainnya. " " Di situ akan terbuka sebauh landing page, di mana kita semua bisa melaukan donasi," tutur Karania.

Dia menambahkan, program ini bukanlah commercial project. Program ini benar-benar social project OVO untuk membantu para seniman yang mengalami masa sulit selama pandemi Covid-19. " Khususnya seniman tradisional yang sekarang memang sedang dalam masa-masa sulit," kata Karania.

Beri Komentar