Menag Lukman Hakim Saifuddin Bersama Para Alumni Perguruan Tinggi Islam Suriah (Kemenag.go.id)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengingatkan dan mengajak umat Islam Indonesia untuk menjadikan Suriah sebagai salah satu sumber pembelajaran. Tidak hanya soal ilmu agama, melainkan juga situasi buruk yang terjadi.
Hal ini disampaikan Lukman ketika bertemu dengan pengurus ikatan Alumni Suriah Indonesia (Alsyami) pada Rabu. Pertemuan tersebut membahas mengenai pendidikan keagamaan Islam sekaligus persiapan pengiriman 30 mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa di Suriah.
" Memang sangat baik jika dikaitkan dengan Kementerian Agama, supaya negara tahu, lalu kemudian bertanggungjawab atas warga negara yang ada di negara asing," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat 5 Oktober 2018.
Lukman sempat bertanya mengenai corak pemikiran Islam di Suriah. Salah satu pengurus Alsyami menyatakan Islam di Suriah sebenarnya bercorak wasathiyah atau moderat. " Yang radikal itu adalah yang ikut ISIS, itu alumni perang, bukan alumni belajar," jawab salah satu pengurus Alsyami.
Mendapat penjelasan tersebut, Lukman berencana menghadirkan para ulama Suriah ke Indonesia agar masyarakat Indonesia bisa belajar langsung tentang kondisi negara itu, baik secara kajian keagamaan maupun kondisi kekinian.
" Pengalaman di Suriah agar bisa didengar oleh masyarakat kita. Ulama-ulama Suriah bisa didatangkan ke Indonesia. Mereka bisa mengisi ruang seminar dan berbagai forum di berbagai tempat di Indonesia," kata Lukman.
Alsyami sudah berdiri sejak 2003 namun baru resmi menjadi badan hukum sejak 2015. Hingga saat ini, sudah ada 700 orang Indonesia yang menjadi alumni perguruan tinggi Islam di Suriah.
Dalam catatan sejarah Islam, Suriah yang dulu dikenal dengan nama Syam, adalah negeri yang banyak melahirkan para ulama. Negeri ini kini porak-poranda disebabkan konflik yang dipicu radikalisme atas nama agama.
Advertisement