Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (merdeka.com)
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memanjatkan doa agar bangsa Indonesia tidak terbelenggu dendam di masa lalu. Doa ini disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lapangan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
" Ya Allah, curahkanlah petunjuk-Mu agar kami tak tersandera dendam sejarah kelam di masa lalu, agar kami membangun masa depan tetap bersatu," ucap Lukman, dikutip dari Liputan6.com, Senin 1 Oktober 2018.
Lukman juga mengucap harapan agar bangsa Indonesia dapat semakin bersyukur. Juga semakin menghargai jasa para pahlawan yang gugur demi bangsa.
" Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum meneguhkan komitmen bangsa menegakkan persatuan sepenuh jiwa, jadikanlah kami bangsa pandai mensyukuri nikmat-Mu," kata Lukman mengucap doa.
Selanjutnya, Lukman berharap bangsa Indonesia semakin menguatkan diri dalam merawat persaudaraan. Kemajemukan yang ada, kata Lukman, merupakan modal bagi bangsa untuk bersinergi.
" Ya Allah anugerahilah kami kearifan dalam keragaman, tuntunlah kami mengedepankan kemajemukan sebagai modal anak bangsa merawat persaudaraan, kemajemukan yang bersinergi mewujudkan keadilan sosial mensejahterakan keadilan sosial," terang Lukman.
Presiden Joko Widodo memimpin langsung penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini. Upacara ini diikuti sejumlah pejabat seperti Wakapolri Komjen Pol Ari Dono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya