Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Nextshark.com
Dream - Perjuangan para tim medis di Tiongkok sungguh mengharukan. Sebanyak 30 orang dokter silih bergantian memberikan napas buatan (CPR) untuk menyelamatkan nyawa seorang bocah laki-laki yang sekarat.
Para dokter itu bertarung mempertahankan nyawa pasien kecil yang diketahui bernama Xiao Yu selama lima jam. Xiao Yu diketahui menderita gagal jantung akut.
Kondisi jantung Xiao Yu memang buruk. Dia harus mendapat perawatan dengan oksigenasi ekstrakorporeal (ECMO). Ini adalah peralatan canggih dengan sistem pendukung kehidupan yang menempatkan oksigen ke dalam darah pasien dan membantu mengambil alih pekerjaan jantung dan paru-paru.
Sayang, saat pasien itu datang rumah sakit Changzhou di Changzhou, Provinsi Jiangsu tak memiliki alat tersebut.
Para dokter pun menyarankan agar dia dipindahkan ke Shanghai. Namun di saat inilah kondisi Xiao kian memburuk.
Tekanan darahnya semakin menurun dan jantungnya berhenti berdetak. Xiao Yu juga mengalami kejang karena miokarditis fulminan, atau peradangan jantung.
Berdasarkan rincian yang dikeluarkan oleh rumah sakit, ventrikel kiri di dalam jantung Xiao Yu hampir kehilangan semua kemampuan untuk memompa darah.
Hal itu kemudian mendorong hampir 30 dokter dan perawat untuk melakukan upaya CPR.
Setelah upaya penyelamatan intensif yang berlangsung selama lima jam, Xiao Yu dilaporkan dalam kondisi stabil.
Dr. Li Yamin, salah satu dokter yang berpartisipasi dalam upaya penyelamatan, menjelaskan bahwa tim berusaha sebaik-baiknya untuk menjaga agar anak itu tetap hidup.
" Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan bocah itu karena akan sangat disayangkan jika kami menyerah kepadanya," kata Dr. Li seperti dikutip dari nextshark.com.
Kejadian itu sontak membuat netizen Tiongkok berduyun-duyun berterimakasih kepada Staf rumah sakit di Changzhou berkat aksi heroik mereka.
" Saya sangat tersentuh, terima kasih, dokter dan perawat yang baik. Semoga kalian mendapat balasan yang setimpal" Tulis salah seorang netizen.
(Sumber: nextshark.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya