Usai Gempa & Tsunami Palu, Warga Jarah BBM di SPBU

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 30 September 2018 13:50
Usai Gempa & Tsunami Palu, Warga Jarah BBM di SPBU
Mereka mengambil menggunakan jeriken secara bergantian.

Dream - Peristiwa tidak terpuji dilakukan oleh sejumlah korban gempa di Palu. Mereka nekat menjarah isi tangki truk BBM milik Pertamina di Jalan Imam Bonjol, Kota Palu pada 29 September 2018 lalu.

Dikutip dari Liputan6.com, mereka terlihat bergantian naik ke atas truk tangki untuk mengambil BBM menggunakan jeriken.

" Sudah dari kemarin itu mobil tangki diambili bensinnya sama warga, tidak ada memang petugasnya yang jaga," kata Mawaddah, salah seorang warga yang juga ikut antre, Minggu, 30 September 2018.

Warga lainnya bernama Basri mengaku nekat mengambil BBM itu karena kurangnya pasokan pasca musibah terjadi.

" Mungkin karena akses jalur darat yang masih susah, sehingga logistik telat datang, termasuk BBM," ucap Basri.

 

1 dari 2 halaman

SPBU Persilakan Warga Ambil BBM, Tapi...

Selain itu, ada juga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan Pe Bongo, Palu juga dijarah warga.

Meski demikian, pihak SPBU rupanya mempersilakan warga untuk mengambil BBM.

" Silahkan ambil minyak, tapi jangan merusak," teriak salah seorang petugas SPBU.

Di sisi lain, ada warga yang berusaha membuka gembok tempat penyimpanan gas elpiji di SPBU tersebut.

Sumber: Liputan6.com/Fauzan

 

2 dari 2 halaman

Kisah Pilu Balita Korban Gempa Palu yang Digendong Mensos Agus Gumiwang

Dream - Suasana duka masih menyelimuti wilayah Donggala dan Palu pasca gempa dan tsunami pada Jumat, 28 September 2018. Dalam peristiwa itu, ada kisah pilu dialami oleh seorang balita yang terpisah dengan orangtuanya saat bencana terjadi.

Saat mengunjungi lokasi bencana, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita sempat menggendong bocah malang itu di Mapolda Sulawesi Tengah. Bocah itu terlihat sangat nyaman hingga tertidur.

Yang lebih memilukannya lagi, orangtua balita itu hingga kini masih belum ditemukan keberadaannya.

" Kedua orangtuanya belum ditemukan," ujar Agus seperti dikutip dari Liputan6.com, Minggu 30 September 2018.

Agus menuturkan, anak-anak ditempatkan dalam pengungsian kategori kelompok rentan. Mereka merupakan satu dari empat kelompok rentan yang harus mendapat perlindungan segera sesaat setelah terjadinya bencana.

" Tiga lainnya adalah perempuan hamil, penyandang disabilitas, dan lansia," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta

Beri Komentar