6 Atlet Paralayang Dikabarkan Menghilangkan di Palu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 30 September 2018 13:37
6 Atlet Paralayang Dikabarkan Menghilangkan di Palu
Berikut nama-nama atlet yang dikabarkan hilang.

Draem - Berbagai persiapan pelaksanaan Festival Pesona Pali Nomoni (FPPN) 2018 sudah selesai dilakukan. Panitia dan pengisi acara sejatinya sudah bersiap untuk pelaksanaan FPPN 2018 pada 28 hingga 30 September 2018.

Tapi, semua itu harus buyar karena terjadi gempa bumi dan tsunami pada Jumat, 28 September 2018 sore.

Ratusan pengisi acara yang sebagian dari mereka adalah penari hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Akun Instagram @crack.palinggi menyebut ada enam atlet paralayang yang hilang akibat musibah tersebut.

" Please, Pray for 6 paragliding friends staying at the Roa-Roa Hotel during the earthquake 7.7 SR in Palu, Central Sulawesi," tulis akun @crack.palinggi dikutip dari Merdeka.com, Minggu 30 September 2018.

Berikut nama-nama atlet yang hilang menurut akun @crack.palinggi:

1. Franky Kowaas

2. Ardi Kurniawan (Gundul)

3. Petra Mandagi

4. Lee Dongjin (South Korea)

5. Reza C Kambey

6. Gleen Mononutu

7. Serda F

Sumber: Merdeka.com

1 dari 2 halaman

Geger Fenomena Alam Aneh Muncul Setelah Gempa

Dream - Gempa berkekuatan 7,8 SR yang terjadi di Selandia Baru pada 14 November 2016 silam telah mengubah kondisi geografis wilayah tersebut khususnya di daerah sekitar pusat gempa.

Di Desa Waiau, sekitar 30 meter sebelah timur Hanmer Spring, Selandia Baru menjadi tempat getaran gempa paling kuat. Tanah di daerah Waiau pun terangkat secara vertikal membentuk sebuah dinding batu yang panjang, dengan tinggi 15 kaki dari permukaan tanah.

  selandia baru© dream

Dr Kate Pedley dari University of Canterbury, Departemen Ilmu Geologi bersama rekan-rekannya melakukan sebuah penelitan untuk mendapatkan hasil yang valid mengenai dinding berbatu ini.

Sebuah fenomena lain juga muncul dari bagian yang lain pantai Selandia Baru. Nampak bagian dari dalam dasar laut terdorong keluar membentuk sebuah dinding dengan tinggi 6 kaki. Di bagian dinding tersebut masih menempel rumput laut yang menutupi dan tampak hewan laut kecil di permukaan bawah yang mengelilinginya.

  selandia baru© dream

Fenomena dinding dari pantai sebenarnya bukan hanya disebabkan oleh gempa, tetapi juga pergeseran bertahap pada pantai yang sudah terjadi dari ratusan tahun lalu. Fenomena dinding di pantai ini pun akhirnya menjadi salah satu fitur permanen pantai tersebut, menurut GNS Science, sebuah lembaga riset milik pemerintah Selandia Baru.

(Sumber: amusingplanet.com/Awalendi EP)

2 dari 2 halaman

Gempa 8,7 SR Bakal Muncul dari Selat Sunda, Jakarta Waspada

Dream - Informasi mengenai prediksi gempa berkekuatan 8,7 Skala Richter (SR) di sekitar Jabodetabek menjadi perbincangan hangat pasca-gempa yang mengguncang Lebak, Banten.

Ancaman gempa itu juga sempat mengemuka beberapa waktu lalu dalam sarasehan yang diadakan Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (IKAMEGA).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan potensi gempa tersebut tidak akan muncul di Jakarta namun di Selat Sunda bagian selatan.

" Jika itu terjadi akan berdampak di Jakarta," kata Sutopo dalam cuitannya.

 © Dream Sutopo Purwo Nugroho   ✔@Sutopo_PN    

Potensi gempa 8,7 SR tidak akan terjadi di wilayah Jakarta. Tetapi potensi itu ada di Selat Sunda bagian selatan dan selatan Jawa. Jika itu terjadi akan berdampak di Jakarta. Tingkat kesiapsiagaan pemda dan masyarakat Jabodetabek masih rendah dalam menghadapi gempa besar.

Twitter Ads info and privacy  

Selain potensi gempa 8,7 SR dari Sunda Megathrust, masyarakat Jabodetabek juga harus mewaspadai adanya pergerakan sesar aktif.

Meski begitu, Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko, menyebut ancaman gempa 8,7 SR yang pernah disinggung dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia tahun 2017 itu tetap tak dapat diprediksi.

" Meski para ahli mampu menghitung perkiraan Magnitudo maksimum gempa di zona megathrust, akan tetapi teknologi saat ini belum mampu memprediksi dengan tepat, apalagi memastikan kapan terjadinya gempa megathrust tersebut," tulis Hary, di laman resmi BMKG, Jumat, 2 Maret 2018.

Sutopo menyebut ada 17 titik gempa yang pernah mengguncang Jabodetabek. Sutopo berharap pengetahuan warga Jabodetabek mengenai mitigasi bencana dapat ditingkatkan.

" Jumlah penduduk Jabodetabek 32 juta jiwa. Mereka masih minim pengetahuan dan latihan antisipasi gempa," ujar Sutopo.

 © Dream Sutopo Purwo Nugroho   ✔@Sutopo_PN    

Inilah sumber gempa yang pernah mengguncang Jabodetabek. Selain potensi gempa 8,7 SR dari Sunda Megathrust, harus diwaspadai gempa dari sesar aktif yang ada. Jumlah penduduk Jabodetabek 32 juta jiwa. Mereka masih minim pengetahuan dan latihan antisipasi gempa. #jakarta

Twitter Ads info and privacy  

Senada dengan Sutopo, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan potensi gempabumi di Indonesia sepatutnya jangan sampai menimbulkan perasaan mencekam dan ketakutan di masyarakat.

" Masyarakat harus terus meningkatkan kemampuan dalam memahami cara penyelamatan saat terjadi gempabumi," kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya.

BMKG dan BNPB serta beberapa lembaga dan kementerian terkait, kata Dwikorita, akan menggalakkan sosialisasi gempa bumi di beberapa instansi.

" Hal ini akan dapat menjadikan seluruh masyarakat kita lebih paham dan lebih siap dalam menghadapi bencana, serta lebih terampil dan cekatan dalam melindungi ataupun menyelamatkan dirinya saat terjadi gempa," ucap Dwikorita.

(Sah)

Beri Komentar