Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (shutterstock.com)
Dream - Seorang pria berusia 27 tahun bernama Zhang pergi ke spa di Shanghai, China bersama teman-temannya pada bulan Mei lalu.
Tetapi kunjungan di spa tersebut rupanya menjadi yang terakhir bagi Zhang. Dia mengalami kejadian tragis setelah mendapat pelayanan pijat di spa tersebut.
Laman Seehua melaporkan bahwa ketika berada di sana, Zhang mengambil paket pijat dan spa karena dia ingin benar-benar bersantai di hari nahas tersebut.
Karena merasa leher dan pundaknya lelah, Zhang meminta tukang pijat untuk lebih berkonsentrasi di kedua area tersebut.
Setelah dipijat, dia mandi dan pulang ke rumah. Tetapi, tidak lama setelah itu, Zhang mulai merasa pusing dan tidak bisa berjalan.
Dia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan para dokter mencoba yang terbaik untuk menyelamatkannya. Sayangnya, mereka tidak dapat menyelamatkan Zhang saat dia meninggal pada hari berikutnya.
© Dream

Zhang sebenarnya dalam kondisi sehat saat pergi ke spa. Tapi keluarganya bingung tentang penyebab kematiannya.
Ketika laporan otopsi dirilis, dokter mengungkapkan kematian Zhang. Kematiannya ternyata disebabkan oleh pijatan yang tidak profesional hingga menyebabkan terjadinya infark otak atau yang lebih dikenal dengan stroke.
Pijatan di spa itu rupanya mengakibatkan penyumbatan atau penyempitan di arteri yang memasok darah dan oksigen ke otak yang menyebabkan disfungsi sistem saraf pusat.
Ketika diperiksa polisi, tukang pijat yang melayani Zhang mengatakan bahwa dia hanya menarik leher Zhang dari kiri ke kanan dengan lembut. Pijatan itu menghasilkan sedikit suara tetapi tidak ada gejala lain.
© Dream

Pengadilan akhirnya memutuskan bahwa pengelola spa dan tukang pijat tersebut bertanggung jawab atas kematiannya Zhang.
Zhao Haikang, seorang ahli bedah di Rumah Sakit Afiliasi Kedua dari Universitas Kedokteran Xi'an mengatakan bahwa leher memiliki banyak pembuluh darah dan saraf. Inilah yang membuat area tersebut sangat rentan dan sensitif terhadap pijatan.
Dia menyarankan untuk berhati-hati ketika pijat di spa atau tukang pijat karena tidak semua dari mereka memiliki keahlian untuk melakukan pijat yang benar.
Zhao menambahkan bahwa jika ada yang mengalami gejala seperti pusing, lesu, mulut tidak bisa digerakkan, dan nyeri badan, sebaiknya pergi periksa ke dokter.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya