Ilustrasi (shutterstock.com)
Dream - Seorang pria berusia 27 tahun bernama Zhang pergi ke spa di Shanghai, China bersama teman-temannya pada bulan Mei lalu.
Tetapi kunjungan di spa tersebut rupanya menjadi yang terakhir bagi Zhang. Dia mengalami kejadian tragis setelah mendapat pelayanan pijat di spa tersebut.
Laman Seehua melaporkan bahwa ketika berada di sana, Zhang mengambil paket pijat dan spa karena dia ingin benar-benar bersantai di hari nahas tersebut.
Karena merasa leher dan pundaknya lelah, Zhang meminta tukang pijat untuk lebih berkonsentrasi di kedua area tersebut.
Setelah dipijat, dia mandi dan pulang ke rumah. Tetapi, tidak lama setelah itu, Zhang mulai merasa pusing dan tidak bisa berjalan.
Dia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan para dokter mencoba yang terbaik untuk menyelamatkannya. Sayangnya, mereka tidak dapat menyelamatkan Zhang saat dia meninggal pada hari berikutnya.
© Dream

Zhang sebenarnya dalam kondisi sehat saat pergi ke spa. Tapi keluarganya bingung tentang penyebab kematiannya.
Ketika laporan otopsi dirilis, dokter mengungkapkan kematian Zhang. Kematiannya ternyata disebabkan oleh pijatan yang tidak profesional hingga menyebabkan terjadinya infark otak atau yang lebih dikenal dengan stroke.
Pijatan di spa itu rupanya mengakibatkan penyumbatan atau penyempitan di arteri yang memasok darah dan oksigen ke otak yang menyebabkan disfungsi sistem saraf pusat.
Ketika diperiksa polisi, tukang pijat yang melayani Zhang mengatakan bahwa dia hanya menarik leher Zhang dari kiri ke kanan dengan lembut. Pijatan itu menghasilkan sedikit suara tetapi tidak ada gejala lain.
© Dream

Pengadilan akhirnya memutuskan bahwa pengelola spa dan tukang pijat tersebut bertanggung jawab atas kematiannya Zhang.
Zhao Haikang, seorang ahli bedah di Rumah Sakit Afiliasi Kedua dari Universitas Kedokteran Xi'an mengatakan bahwa leher memiliki banyak pembuluh darah dan saraf. Inilah yang membuat area tersebut sangat rentan dan sensitif terhadap pijatan.
Dia menyarankan untuk berhati-hati ketika pijat di spa atau tukang pijat karena tidak semua dari mereka memiliki keahlian untuk melakukan pijat yang benar.
Zhao menambahkan bahwa jika ada yang mengalami gejala seperti pusing, lesu, mulut tidak bisa digerakkan, dan nyeri badan, sebaiknya pergi periksa ke dokter.
Sumber: World of Buzz
Advertisement