Siapkan Rp100 M, Mandiri Syariah Fasilitasi Pembiayaan Supplier IMS

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Desember 2018 16:45
Siapkan Rp100 M, Mandiri Syariah Fasilitasi Pembiayaan Supplier IMS
Plafon yang ditetapkan sebesar Rp100 miliar.

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menggandeng PT Inka Multi Solusi/IMS untuk fasilitas pembiayaan supplier financing. Bank syariah ini memberikan talangan tagihan kepada supplier yang direkomendasikan IMS

Plafon pembiayaan yang disepakati sebesar Rp100 miliar dengan tenor maksimal dua tahun.

Kerja sama tersebut ditandangani oleh Direktur Wholesale Banking Mandiri Syariah, Kusman Yandi dan Direktur Keuangan dan SDM IMS, Endah Sri Wahyuni.

‘’Kami berharap bisa terus mengembangkan bisnis di bidang supplier financing ini dengan menggandeng mitra strategis dari BUMN dan perusahaan besar lainnya,” kata Kusman di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 27 Desember 2018.

Dia mengatakan bank akan membiayai maksimal hingga 100 persen dari nilai tagihan supplier kepada IMS. Untuk pembiayaan ini, supplier yang memperoleh talangan harus memenuhi syarat, antara lain lolos BI Checking, memiliki kolektibilitas, dan mendapatkan rekomendasi dari IMS.

Sekadar informasi, IMS merupakan anak usaha PT Industri Kereta Api (Persero)/Inka di bidang total solution provider di bidang konstruksi dan perdagangan/komponen suku cadang perkeretaapian dan produk transportasi darat.

Sebelumnya Mandiri Syariah juga bekerja sama dalam hal fasilitas pembiayaan supplier financing sedikitnya dengan tujuh perusahaan termasuk BUMN. Total plafon pembiayaan supplier financing mencapai Rp2,6 triliun.(Sah)

1 dari 2 halaman

Mandiri Syariah Optimistis Hedging Syariah Makin Diminati

Dream – PT Bank Mandiri Syariah memiliki layanan lindung nilai (hedging) syariah. Bank syariah ini memberikan layanan itu untuk mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging syariah.

“ Kami bank syariah pertama yang menyediakan transaksi hedging syariah,” kata Finance Strategy and Treasury Director Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho , dalam acara “ Indonesia Sharia Forum Expo and Festival” di Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 11 Desember 2018.

Ade menjelaskan hedging syariah adalah transaksi untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai mata uang yang diperkirakan pada masa mendatang dengan prinsip syariah.

Produk hedging syariah ini menyusul diterbitkannya PBI No. 18/2/2016 tentang transaksi lindung nilai berdasarkan prinsip syariah tanggal 24 Februari 2016 dan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.96/DSN-MUI/IV/2015 tanggal 2 April 2015 tentang Transaksi Lindung Nilai Syariah (Al Tahawwuth al Islami/Islamic Hedging} atas Nilai tukar.

Menurut Ade, perusahaan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyediakan hedging syariah kepada konsumen.

“ Kami masih belajar termasuk menyiapkan konstruksi akad dan operasional lainnya. Kami juga harus menargetkan customer yang pas yakni lembaga yang rutin membutuhkan transaksi dalam mata uang asing,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Ini Akad yang Digunakan

Ade menjelaskan produk hedgingnya sudah memenuhi aspek syariah karena memiliki underlying jelas dan kebutuhan nasabah juga sudah jelas. Produk ini menggunakan janji (wa’ad) muwa’adah lil al-ashraf serta akad al-sharf.

Biasanya produk tersebut ditawarkan ke perusahan pengelola biro travel haji dan umroh. Alasannya, mereka rutin bertransaksi dengan mata uang asing dan melakukan hedging di bank konvensional. Tahap awal transaksi hedging syariah di bank ini di atas US$3 juta (Rp43,87 miliar).

“ Dengan produk hedging syariah, mereka bisa memitigasi fluktuasi nilai tukar pada masa mendatang,” kata dia.

Melihat nilai tukar mata uang yang selalu berfluktuasi serta kebutuhan masyarakat akan mata uang asing, Ade optimistis produknya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan hedging syariah. 

Hadirnya produk hedging syariah juga merupakan salah satu bentuk partisipasi Bank di dalam mendukung moneter dan sistem keuangan dalam negeri. Bank Syariah Mandiri awal Desember memperoleh penghargaan sebagai bank Syariah pendukung pengendalian moneter syariah dari Bank Indonesia.

Penghargaan itu diberikan atas partisipasi aktif Bank Syariah Mandiri di pasar uang syariah baik dalam bentuk penggunaan produk pasar uang syariah yakni penempatan dalam berbagai instrumen pasar uang, ketaatan terhadap ketentuan BI terutama di bidang giro wajib minimum (GWM), serta keaktifan di dalam pengembangan pasar uang dan produk.(Sah)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik