Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Foto: Fortune)
Dream – Saham Facebook Inc naik usai CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menepati janjinya memenuhi panggilan senat Amerika Serikat (AS). Orang muda terkaya dunia itu menjawab berbagai pertanyaan tentang cara pemerintah mengatur media sosial, termasuk Facebook.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 April 2018, saham Facebook menanjak 4,5 persen ke posisi US$165,04. Saham ini naik ke level tertinggi dalam tiga minggu. Kenaikan tersebut termasuk yang terbesar sejak 28 April 2016.
Kenaikan harga saham tersebut tentu jadi kabar baik untuk Zuckerberg. Laman Forbes melaporkan, kekayaan bekas mahasiswa dropout Harvard University itu memberikan keuntungan terbesar sejak Facebook terlilit skandal kebocaran data penggguna.
Data Real-time Ranking miliarder terkaya dunia mencatat kenaikan harga saham tersebut membuat kantong Zuckerberg kembali bertambah US$2,8 miliar sekitar Rp35,755 triliun.
Kini kekayaan Zuckerbeg dilaporkan mencapai US$66 miliar, sekitar Rp907 triliun. Posisi Zuckerberg di daftar orang terkaya juga terangkat ke rangking 7 dunia.
Pada Maret 2018, saham Facebook melorot setelah jutaan informasi data pribadi pengguna dicomot oleh konsultan politik Cambridge Analytica dari Facebook. Konsultan politik tersebut juga pernah bekerja sama dalam kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat, Donald Trumpo. Perkiraan data yang diambil mencapai 87 juta pengguna.
Suami Priscilla Chan ini mengulang permintana maaf untuk berbagai masalah yang menyerang Facebook mulai dari privasi data sampai upaya asing mempengaruhi pilpres Amerika Serikat. Tapi, salah satu orang terkaya tersebut mampu menghalangi pembicaraan khusus tentang Undang-Undang (UU) baru dan tidak membuat janji baru.
“ Saya akan meminta tim untuk menindaklanjuti Anda sehingga kami dapat melakukan diskusi ini di berbagai kategori. Saya pikir hal tersebut perlu didiskusikan,” kata dia, dilansir dari Reuters.
(Sumber: Liputan6.com/Agustina Melani)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya