Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Kantor Pusat OJK
Dream - Meski peraturan baru keluar, penerbitan reksa dana syariah luar negeri langsung kebanjiran peminat. Sejumlah perusahaan manajer investasi dilaporkan mengantre untuk menerbitkan produk investasi terbaru syariah tersebut.
Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sugianto menjelaskan reksa dana syariah ini memang memberikan kesempatan pemodal berinvestasi 51-100 persen pada efek syariah yang diterbitkan pihak penerbit Daftar Efek Syariah (DES).
Meski aturannya baru efektif tanggal 10 November 2015 lalu, tetapi animo manajer investasi untuk menerbitkan reksa dana jenis ini sangat besar. Sampai saat ini, sudah 2 perusahaan manajer investasi yang dipersilahkan menjual produk reksa dana syariah luar negeri ini.
" Jadi yang sudah itu CIMB Niaga Aset Management dan Manulife Aset Management," ungkap Sugianto di Jakarta, Selasa, 24 November 2015.
Tidak hanya itu, sudah ada 4 perusahaan manajer investasi yang tengah dalam proses mendapatkan izin OJK untuk menerbitkan produk investasi syariah baru ini.
Keempat manajer investasi tersebut adalah BNP Paribas, PT berdeen Asset Management, PT Schroder Investment Management, dan PT Danpac Sekuritas.
" Jadi ada 4 yang sedang ajukan sebagai penerbit DES ini," paparnya.
Menurut Sugianto, tujuan dari dikeluarkannya aturan terkait produk baru reksa dana syariah luar negeri ini adalah untuk memberikan alternatif bagi para pemodal untuk melakukan diversifikasi sekaligus menganalisasi para pemodal yang selama ini melakukan investasi langsung di luar negeri.
Kemudian, lanjutnya, menjembatani pemodal asing untuk dapat memanfaatkan Manajer Investasi lokal untuk melakukan investasi pada efek luar negeri.
" Selain itu juga meningkatkan daya saing Pasar Modal Syariah Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN," pungkasnya.
Seperti diketahui, reksa dana ini mengejar target investor besar yang bisa menyediakan investasi minimal US$ 10 ribu atau sekitar Rp 140 juta. Investasi melalui reksa dana ini bisa masuk ke perusahaan di negara-negara yang menandatangani Multilateral Memorandum of Understanding (MMoU) dari organisasi otoritas pasar modal sedunia (IOSCO).
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele