Gagal Ikuti IHSG, Indeks Syariah Kembali Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 6 Februari 2020 16:58
Gagal Ikuti IHSG, Indeks Syariah Kembali Melemah
Indeks sektor pertanian mengalami kenaikan tertinggi.

Dream - Indeks syariah gagal mengikuti laju IHSG yang kembali ditutup menguat pada perdagangan, Kamis, 6 Februari 2020. Sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sesuai ekspektasi pasar tak membuat investor berburu saham-saham syariah.

Pasar modal Indonesia sepanjang hari ini memang relatif bergerak stagnan. Aksi beli hanya terjadi di awal dan akhir sesi perdagangan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah tipis 0,150 poin (0,09%) ke level 173,253. Melest di awal pembukaan perdagangan ke level 173,952, ISSI malah terus bergerak turun ke zona merah.

ISSI yang banyak bergerak di teritori negatif sempat berulang kali menembus zona hijau. Namun tekanan jual memaksa ISSI ditutup melemah.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) melemah 3,233 poin (0,50%) ke level 644,278. Sedangkan indeks JII70 merosot 0,319 poin (0,15%) ke level 215,332.

Berbeda dengan indeks syariah, IHSG masih bisa diselamatkan akhir beli investor di menit terakhir perdagangan. IHSG menguat tipis 8,635 poin (0,14%) ke level 5.987,145.

1 dari 5 halaman

Saham Pertanian Melorot

Investor beramai-ramai membeli saham, terutama di sektor pertanian, industri aneka, dan properti. Ketiga indeks sektoral ini naik masing-masing 1,94 persen, 1,28 persen, dan 1,16 persen.

Sebaliknya indeks sektor industri dasar terkoreksi 1,09 persen, manufaktur 0,27 persen, dan barang konsumsi 0,23 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah AALI yang harga sahamnya naik Rp350, STTP Rp180, JSMR Rp150, ERAA Rp115, dan ASII Rp100.

Harga saham BLTZ terkoreksi Rp1.050, INTP Rp700, GMTD Rp625, CPIN Rp275, dan TGKA Rp250.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah sore ini juga bergerak turun. Pada perdagangan pukul 16.42 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 15 poin (0,11%) ke level Rp13.675 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Menguat Dua Hari Berturut-turut

Dream - Bursa saham Indonesia perlahan-lahan mulai pulih dari keterkejutannya usai diterpan senntimen wabah corona. Penguatan itu terjadi di tengah rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 yang hanya bertumbuh 5,02 persen atau turun dari tahun lalu sebesar 5,17 persen.

Pelaku pasar masih nyaman melakukan aksi beli saham mengingat pasar modal kawasan regional umumnya masih bergerak positif. Sehari sebelumnya, investor cukup yakin dengan ekonomi China yang takkan mengalami pelemahan besar karena wabah virus corona. 

Menutup perdagangan Rabu, 5 Februari 2020, tiga indeks acuan saham syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melaju di sesi penutupan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat signfikan 1,591 poin (0,93%) ke level 173,403. ISSI menanjak setelah dibuka menguat di level 172,275 di sesi pra-pembukaan perdagangan.

 

© Dream

 

Laju ISSI terus bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan pagi. Jelang sesi penutupan, indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini sempat tergelincir masuk zona merah dengan posisi terendah di 171,622.

Adanya aksi beli jelang penutupan berhasil mendorong ISSI kembali ke teritori positif dan ditutup ke level tertingginya di sesi penutupan.

 

Penguatan juga dibukukan indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 7,871 poin (1,23%) ke level 647,511. Sementara indeks JII70 melaju 2,489 poin (1,17%) ke level 215,651.

Berbeda dengan ISSI, laju IHSG cukup nyaman di zona hijau. Aksi beli saham bluechips mendorong IHSG ditutup menguat 56,171 poin (0,95%) ke level 5.978,510.

3 dari 5 halaman

Investor Tambah Percaya Diri

Angin baik dari Bank Indonesia mendorong investor membeli saham, terutama di sektor pertanian, industri dasar, dan pertambangan. Indeks sektor pertanian meroket 3,87 persen, industri dasar 2,29 persen, dan pertambangan 1,35 persen.

Indeks industri aneka melemah 0,16 persen dan perdagangan 0,05 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah DSSA yang harga sahamnya menguat Rp1.100, INTP Rp1.025, AALI Rp525, CPIN Rp525, dan ITMG Rp300.

Sebaliknya, yang mencetak top loser adalah BRAM terkoreksi Rp500, EMTK Rp500, STTP Rp480, SHID Rp400, dan UNIC Rp340.

Pada 16.48, nilai rupiah menguat. Mata uang Paman Sam melorot 41 poin (0,30%) ke level Rp13.674 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Pasar Mulai Tenang Hadapi Sentimen Virus Corona, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Dream - Kepercayaan investor terhadap perekonomian China yang diserang virus corona perlahan-lahan berangsur pulih. Sentimen dari global tersebut bergabung dengan kembalinya aksi beli pada saham penggerak indeks yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke jalur hijau.

Aksi beli investor pada saham sektor keuangan terutama emiten BBCA dan BBRI turut menggairahkan pasar modal syariah. Setelah tiga hari tertekan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) akhirnya ditutup menguat signifikan.

Menguat sejak awal perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan Selasa, 4 Februari 2020 dengan menguat 0,748 poin (0,44%) ke level 171,812. ISSI mengawali perdagangan di sesi prapembukaan dengan naik ke level 171,992.

 

© Dream

 

Laju ISSI naik signifikan di sesi pagi dengan menyentuh level tertinggi di 172,606. Di sesi siang, investor mulai menahan diri terjun ke pasar dan membuat ISSI tertekan ke level terendahnya di 171,415. 

Penguatan juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,533 poin (0,55%) ke level 639,640.

Indeks JII70 naik 1,262 poin (0,60%) ke level 213,162.

Rebound yang terjadi pada saham BBCA yang sempat ditinggalkan pemodal asing mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sore ini IHSG menguat 38,169 poin (0,65%) ke level 5.922,339.

5 dari 5 halaman

Rupiah Perlahan-lahan Menguat

Kepercayaan diri investor mulai bangkit. Para penanam modal membeli saham-saham, terutama di sektor industri aneka dan keuangan. Indeks sektor industri aneka melesat 1,68 persen dan keuangan 1,33 persen.

Indeks sektor perdagangan terkoreksi 0,50 persen dan pertanian 0,07 persen.

Emiten syairah top gainer kali ini adalah INDS yang harga sahamnya meningkat Rp260, ICBP Rp200, TCPI Rp200, ASII Rp125, dan ASII Rp125.

Harga saham GHON terkoreksi Rp385, CITA Rp300, UNTR Rp300, INPP Rp200, dan PGAS Rp180.

Pada 16.35, rupiah menguat terhadap dolar AS. Kurs dolar AS melorot 78 poin (0,57%) ke level Rp13.663 per dolar AS.

Beri Komentar