Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menag Lukman Hakim Saifuddin Didampingi Ketua Baznas Membuka Konferensi World Zakat Forum (Sumber: Twitter @Kemenag_RI)
Dream - Salah satu ajaran yang dianjurkan dalam Islam adalah mendekatkan jarak antara si kaya dan miskin. Islam selama ini telah memerintahkan umatnya yang mampu untuk mengeluarkan zakat.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan zakat merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk memperkecil jarak si kaya dan si miskin.
"Selain memenuhi etos kerja umat dengan benar, (zakat) sekaligus mengukuhkan semangat persaudaraan tolong-menolong yang menembus struktur lapisan masyarakat," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam acara "Konferensi World Zakat Forum: Penguatan Peran Zakat sebagai Instrumen Global Pengentasan Kemiskinan" di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.
Lukman mengatakan Indonesia menyetujui untuk menjadi tuan rumah konferensi zakat dunia karena penduduknya yang mayoritas beragama Islam dan terbesar dunia. Selain itu, pemerintah juga tengah berupaya mengelola dan memanfaatkan zakat.
"Pemerintah telah mengatur zakat ke dalam positif melalui UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat agar pengelolaan zakat dapat optimal," kata dia.
Sekadar informasi, konferensi ini dihadiri oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), World Zakat Forum, dan 15 negara penggerak zakat lainnya, yaitu Arab Saudi, Bosnia Herzegovina, Maroko, Malaysia, Bangladesh, Sudan, Brunei Darussalam, Uganda, Nigeria, India, Jepang, Australia, Vietam, Kamboja, dan Siprus.
Dalam Konferensi World Zakat Forum, para delegasi ini juga membahas upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, sebagian besar negara dengan warga mayoritas Muslinm, penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan.
"Konferensi ini bertujuan untuk merevitalisasi peran dalam mengambil bagian dari masalah sosial-ekonomi yang terkait dengan kemiskinan dan pemberdayaan umat," kata Sekretaris Jenderal World Zakat Forum, Ahmad Juwaini.
Selain membahas peran zakat dalam masalah sosial dan ekonomi, konferensi ini juga menggelar suksesi pemilihan sekretaris jenderal baru untuk World Zakat Forum.
(Sah)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari