Selain Perusahaan, Menaker Usul Korban PHK Dapat `Pesangon` dari Negara

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 10 Agustus 2019 08:01
Selain Perusahaan, Menaker Usul Korban PHK Dapat `Pesangon` dari Negara
Tujuannya untuk apa?

Dream – Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, mengusulkan pegawai yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) mendapatkan insentif dari pemerintah. Insentif itu diberikan di luar pesangon yang wajib diberikan perusahaan.

Hanif berharap insentif ini akan meningkatkan kemampuan korban PHK dalam mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

" Jadi gini, satu sifatnya baru wacana. Jadi dalam rangka mengantisipasi perubahan pasar kerja yang semakin dinamis dan makin fleksibel sehingga perlindungan terhadap warga dan pekerja itu sangat penting,” kata dia di Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 9 Agustus 2019.

Menurut Hanif, usulnya ini baru taraf wacana dan bisa menjadi salah salah satu bentuk perlindungan kepada korbam PHK.

“ Itu yang saya sebut jaminan kehilangan pekerjaan. Itu semacam unemployment benefit-lah,” kata dia.

Hanif mengatakan masyarakat yang terkena PHK perlu dijamin hidupnya dalam beberapa kurun waktu tertentu selama mencari pekerjaan.

“ (Tujuannya agar) mereka ini punya kesempatan untuk beradaptasi skillnya dan juga mencari mata pencaharian,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Insentifnya Berbeda

Hanif mengatakan insentif yang diberikan untuk karyawan PHK berbeda dengan kartu prakerja yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Kartu prakerja digunakan untuk memberi pelatihan kepada calon karyawan yang akan memasuki dunia kerja.

" Ya beda (dengan kartu pra kerja), itu kan untuk pelatihannya," kata dia.

Selain memberikan insentif bagi karyawan PHK, pemerintah juga berencana memberikan jaminan pelatihan dan sertifikasi kepada karyawan. Dengan sertifikasi tersebut karyawan diharapkan mampu mendapat pekerjaan yang lebih baik sesuai kemampuannya.

" Yang kedua, jaminan pelatihan dan sertifikasi. Ini adalah jaminan sosial yang diberikan agar orang punya kesempatan untuk menjalani pelatihan baik itu upskiling, reskliling, itu diakhiri sertifikasi profesi. Sehingga dengan dua itu mereka akan bisa mengalami long life learning," kata dia.

2 dari 4 halaman

Jokowi Bakal Gaji Pengangguran Pakai Kartu Pra-Kerja, Nilainya?

Dream – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) memiliki program yang unik untuk membantu masyarakat yang masih menganggur. Lewat Kartu Pra-Kerja, Jokowi merancang program yang fokus untuk melatih keterampilan individu dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Diharapkan programm ini akan mendorong penciptaan sumber daya manusia (SDM) premium yang mampu bersaing dengan dalam dan luar negeri.

" Saya tingkatkan keterampilan untuk pencari kerja dan Korban PHK. Untuk itu saya luncurkan kartu pra kerja," kata kata mantan gubernur DKI Jakarta itu, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 5 Maret 2019.

Jokowi membidik 500 ribu orang mengikuti program ini pada 2019. Jumlahnya ditargetkan meningkat 4 kali lipat pada 2020 menjadi 2 juta orang.

Selain itu, Jokowi juga berjanji bakal memperkuat program balai latihan kerja. Dia menargetkan akan hadir 3000 balai latihan kerja tercipta pada 2020.

“ Akan kita luncurkan untuk program vokasi, re-skilling dan up skilling bagi pekerja, yang berganti pekerjaan,” kata dia.

Menariknya, program ini juga memberikan “ gaji” kepada para peserta.

3 dari 4 halaman

Pemerintah `Bayar` Pemegang Kartu yang Masih Nganggur

Jokowi meminta pemegang kartu prakerja yang belum mendapat pekerjaan dan telah mengikuti pelatihan, untuk tidak khawatir. Para pemegang kartu ini tetap akan mendapatkan bayaran.

“ Kalau belum dapat pekerjaan, kartu itu juga akan memberikan kayak honor, kayak gaji gitu,” kata dia.

Jokowi mengatakan jumlahnya masih dirahasiakan. “ Tapi jumlahnya berapa, masih kita rahasiakan,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Untuk Lulusan SMA dan SMK

Jokowi menegaskan kartu ini khusus diberikan untuk anak muda lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi, dan politeknik. Tujuannya agar anak-anak muda masuk ke industri untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

“ Mengenai kartu pra kerja, kartu ini kita siapkan untuk anak-anak muda yang lulus dari SMA atau SMK maupun yang lulus dari politeknik/perguruan tinggi untuk bisa masuk ke industri untuk dapat pekerjaan,” kata dia.

Menurut Jokowi, para pemegang kartu ini nantinya akan mendapat pelatihan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Pelatihan ini tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga di luar negeri. Semuanya dikerjakan oleh instruktur yang memiliki kualifikasi yang bagus.

“ Begitu lulus training mestinya kalau training bagus gampang sekali masuk dunia kerja,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham