Sosok Mochtar Riady, Miliarder Tajir yang Awalnya `Juragan` Toko Sepeda

Reporter : Alfi Salima Puteri
Senin, 14 November 2022 16:36
Sosok Mochtar Riady, Miliarder Tajir yang Awalnya `Juragan` Toko Sepeda
Mochtar Riady adalah pendiri Lippo Group, sebuah grup yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Jumlah seluruh karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang.

Dream - Ketika bicara properti, nama Lippo Group tak bisa dipandang sebelah mata. Perusahaan yang menjadi konglomerat dengan masuk ke berbagai industri ini lahir dari tangan dingin seorag Mochtar Riady. Namanya begitu lekat di kalangan pebisnis dan selalu hadir di daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Orang yang tak mengikuti perjalanan hidup Mochtar Riady mungkin takkan percaya jika kesuksesannya dimulai dari sebuah toko sepeda. Dari toko tersebut, pria yang lahir di Malang, Jawa Timur, 12 Mei 1929 ini memiliki kerajaan bisnis di sektor properti, rumah sakit, hingga pendidikan.

Mochtar muda pertama kali terjun ke dunia bisnis dengan membuka toko sepeda ketika masih berusia 22 tahun.

Ayah Mochtar Riady adalah seorang pedagang batik bernama Liapi (1888-1959), sedangkan ibunya bernama Sibelau (1889-1939). Kedua orangtuanya merantau dari Fujian dan tiba di Malang pada 1918.

1 dari 5 halaman

Berjuang Melawan Belanda, Dibuang ke China

Ketika pecah perang kemerdekaan, Mochtar turut berjuang di Jawa Timur. Pada 1947, Mochtar yang baru berusia 18 tahun ditangkap pemerintah Belanda karena menentang pembentukan Negara Indonesia Timur dan sempat ditahan di penjara Lowokwaru, Malang.

Mochtar Riady kemudian dibuang ke China. Masa pengasingan ini dimanfaatkan pemuda ini untuk belajar dan mengambil kuliah filosofi di Universitas Nanking.

Mochtar Riady tinggal di Hong Kong hingga 1950 dan kembali lagi ke Indonesia. Setahun berselang, Mochtar yang sudah berusia Lalu pada 1951, Mochtar Riady yang sudah berusia 22 tahun menikahi Suryawati Lidya atau May Lidyawaty, seorang wanita asal Jember.

Dari pernikahannya, Mochtar Riady memiliki 6 orang anak yaitu Rosy Riady, Andrew Taufan Riady, Liliane Lanny Riady, James Tjahaja Riady, Stephen Riady, dan Minny Riady.

2 dari 5 halaman

Awal Berdirinya Bisnis Lippo

Mochtar Riady adalah pendiri Lippo Group, sebuah grup yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Jumlah seluruh karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang.

Aktivitas perusahaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hadir di kawasan Asia Pasifik, terutama Hong Kong, Guang Zhou, Fujian, dan Shanghai.

Sejarah Lippo Group bermula ketika Mochtar Riady yang memiliki nama Tionghoa, Lie Mo Tie membeli sebagian saham di Bank Perniagaan Indonesia milik Haji Hasyim Ning pada 1981.

Waktu dibeli, aset bank milik keluarga Hasyim telah merosot menjadi hanya sekitar Rp16,3 miliar.

Mochtar sendiri pada waktu itu tengah menduduki posisi penting di Bank Central Asia (BCA), bank yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Ia bergabung dengan BCA pada 1975 dengan meninggalkan Bank Panin.

Di BCA, Mochtar mendapatkan share sebesar 17,5 persen saham dan menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong.

Aset BCA ketika Mochtar Riady bergabung hanya Rp 12,8 miliar. Mochtar baru keluar dari BCA pada akhir 1990 dan dengan posisi aset bank sudah di atas Rp5 triliun.

Bergabung dengan Hasyim Ning membuat ia bersemangat. Pada 1987, setelah ia bergabung, aset Bank Perniagaan Indonesia melonjak naik lebih dari 1.500 persen menjadi Rp257,73 miliar.

Hal ini membuat kagum kalangan perbankan nasional. Berkat pencapaiannya tersebut ia mendapat julukan The Magic Man of Bank Marketing.

Dua tahun kemudian, pada 1989, bank ini melakukan merger dengan Bank Umum Asia dan semenjak saat itu lahirlah Lippobank. Inilah cikal bakal Lippo Group.

Lippo Group dikenal dengan salah satu bisnis terbesarnya, yaitu real estate. Lippo Karawaci, menjadi salah satu lokasi berjalannya bisnis real estate perusahaan tersebut.

3 dari 5 halaman

Berkibar di Bisnis Properti

Selain perumahan, adapun lebih dari 60 pusat perbelanjaan Lippo Malls, yang tersebar di 29 kota besar di seluruh Indonesia.

Kemudian, Aryaduta Hotels menjadi grup hotel yang dijalankan Lippo Group. Sebanyak 8 hotel tersebar di berbagai kota di Indonesia, seperti Jabodetabek, Medan, Pekanbaru, Manado, Makassar, dan Palembang.

Selain perumahan dan perhotelan, Lippo Group juga aktif di sektor pendidikan melalui Yayasan Pelita Harapan yang terdiri dari 45 sekolah K-12 dan tiga universitas di Indonesia.

Lippo Grup juga mengelola sejumlah bisnis retail salah satunya adalah Matahari Department Store, Hypermarket, dan Books & Beyond.

Kemudian di sektor kesehatan, Lippo Group mengoperasikan lebih dari 20 rumah sakit di seluruh Indonesia, dengan total dokter umum dan spesialis berjumlah 1900 orang.

4 dari 5 halaman

Merambah Bisnis Media

Tak hanya perumahan dan retail, Lippo Grup juga memperluas peluang bisnisnya dalam bidang media.

Salah satu bisnis di sektor tersebut adalah Berita Satu Media Grup, yang telah memiliki 6 jaringan penyiaran dengan menghadirkan berita, olahraga, radio, hingga TV berbahasa Inggris.

Adapun bisnis telekomunikasi dan multimedia, yang digeluti Lippo Grup di pasar e-commerce yakni mataharimall.com Gift Card Indonesia, GrabTaxi dan pasar pengantin online bridestory.com.sg.

Lippo Grup juga menjalankan bisnis penyedia televisi kabel dan internet, salah satunya First Media.

First media telah terintegrasi melalui konsep TriplePlay, yakni Internet (FastNet), TV berbayar (HomeCable) serta komunikasi data berkecepatan tinggi untuk keperluan bisnis (DataComm).

5 dari 5 halaman

Pencetus Perusahaan Pemakaman Modern

Tak berhenti sampai di situ, pada tahun 2007, Mochtar mendirikan kompleks pemakaman swasta yang ber-alamat di Karawang, Jawa Barat, yang diberi nama San Diego Hills.

Berawal dari rasa tidak nyaman setiap kali berziarah ke makam orang tuanya, Mochtar kemudian memindahkan makam ke lahan pribadinya.

Dengan ide unik di kepalanya, Mochtar bertekad untuk membuat kunjungan ke makam menyenangkan dan nyaman. Jika pemakaman identik dengan nuansa suram kesedihan, juga aura menakutkan, kini hal tersebut telah diruntuhkan berkat ide uniknya tersebut.

Beri Komentar