Menhub: Mudik Tahun Ini Bahagia, Guyub, dan Rukun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 5 Juni 2018 13:44
Menhub: Mudik Tahun Ini Bahagia, Guyub, dan Rukun
Untuk mewujudkannya, dia bekerja sama dengan instansi pemerintah yang lain.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan mudik kali ini lebih bahagia dan guyub rukun. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“ Pesan Bapak Presiden agar mudik kali ini lebih baik. Mudik yang bahagia, guyub rukun,” kata Budi Karya saat buka puasa bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Senin malam, 4 Juni 2018.

Dia menjelaskan kementeriannya berusaha mewujudkan pesan Jokowi dengan cara memaksimalkan pembangunan infrastruktur di bidang perhubungan. Selain itu, Budi Karya juga mengecek kesiapan infrastruktur demi kelancaran arus mudik kali ini. Misalnya, mengecek jalur Pantura, mulai dari Tegal sampai dengan Semarang. Lalu, meresmikan Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah.

“ Sekumpulan kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman di pembangunan infrastruktur, kini, saatnya dimanfaatkan untuk masyarakat,” kata mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero).

Kemenhub juga aktif menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik. 

Kepadatan arus mudik lewat jalur darat tahun ini diperkirakan akan berlangsung pada 8-9 Juni 2018 seiring mulai masuknya masa cuti bersama. Sementara puncak mudik diprediksi berlangsung H-2 dan H-3 Lebaran. Pada periode itu, truk besar akan dilarang beroperasi.

“ Tapi, pada tanggal 8-9 Juni kami imbau untuk tidak beroperasi dan arus baliknya pada 19-20 Juni. Sifatnya imbauan,” kata dia.

Terkait tingginya jumlah kecelakaan pengendara sepeda motor pada arus mudik tahun lalu yang mencapai 76 persen, Kemenhub kembali menggelar mudik gratis. Tak hanya itu saja, pemudik yang beruntung juga berkesempatan mengikuti undian dengan sebuah hadiah untuk mereka yang beruntung.

“ Gratis, ada undian. Yang beruntung dapat,” kata dia.

Mengenai moda kereta api (KA), jumlah pemudik kemungkinan bakal meningkat hanya 5 persen. Diakui Budi, moda angkutan kereta masih menghadapi kendala jumlah rangkaian yang belu bisa memenuhi tingginya permintaan. " Kami nambah 40 rangkaian dari 800 rangkaian existing," kata dia.

Untuk angkutan dengan bus, kendalanya terdapat di terminal dan halte bayangan. Ada juga calo dan sopir tembak. Selain bus jarak jauh, juga bus komuter dan jarak menengah, Kemenhub memperhatikan betul moda angkutan darat umum ini dengan kondisi kesehatan kendaraan terutama soal rem.

“ Kami melakukan operasi untuk rem checked (pengecekan rem),” kata dia.

Sementara untuk angkutan mudik lewat angkutan udara, Menhub mengatakan akan ada pertumbuhan hingga 90 persen. Kenaikan tertinggi akan terjadi di wilayah timur yang mencapai 15 persen.

Pengelola moda udara juga diimbau untuk lebih memperhatikan pelayanannya. Budi mengatakan, mulai dari bagasi sampai kecoak menjadi perhatian. " Kalau lengah bisa viral. Beda dengan moda laut yang banyak barang, tak banyak komplain," katanya. 

Disinggung soal ancaman mogok pilot Garuda Indonesia, Budi meyakinkan hal itu tidak terjadi.

“ Mereka (pilot) kan orang-orang pintar, masak masalah begini merugikan rakyat, sudah ada dialog," kata dia.

Dari hasil analisa dan evaluasi, Budi Karya akan memberikan perhatian besar pada empat titik kritis utama selama arus mudik. Keempat titik itu adalah Cipali-Cikampek, titik sekitar Garut (Nagrek), penyeberangan Merak-Bakauheni, dan kawasan wisata. 

Untuk kawasan di luar Jawa, perhatian akan difokuskan pada wilayah Madura, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.

Data Kemenhub mencatat jumlah pemudik tahun ini bakal meningkat menjadi 5 juta orang dari tahun sebelumnya sebanyak 4,4 juta pemudik. Pemudik menggunakan mobil naik 16 persen per tahun sedangkan sepeda motor 30 persen tahun.

“ Ya, kami harapkan mudik 2018 lancar, mudik bahagia guyub rukun,” kata dia.

Beri Komentar