Erick Thohir: Pandemi Virus Corona, BUMN Harus Siap Rugi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 24 Maret 2020 17:47
Erick Thohir: Pandemi Virus Corona, BUMN Harus Siap Rugi
Terutama, di sektor transportasi.

Dream – Pandemi virus corona baru, Covid-19, berdampak pada sektor usaha, termasuk bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN). menteri BUMN, Erick Thohir, pun meminta perusahaan-perusahaan pelat merah itu untuk tidak takut merugi.

“ BUMN hari ini, seperti Angkasa Pura dan KAI, harus siap rugi,” kata Erick dalam konferensi pers melalui live streaming, Jakarta, Selasa 24 Maret 2020.

Dia mengatakan, BUMN sektor transportasi harus memberikan layanan kepada masyarakat sesuai standar operasional perusahaan (SOP). Begitu pula dengan perbankan yang harus tetap buka untuk memberikan layanan kepada publik.

Erick juga mengkaji sejauh mana dampak virus Covid-19 kepada perusahaan transportasi pelat merah. Misalnya, di sektor perkeretaapian, pesawat, dan penyeberangan feri. Tak tertutup kemungkinan target penerimaan juga akan diturunkan.

“ Ini di-review. Kami tidak mau nanti terjadi penurunan, langsung diturunkan,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Jurus Menteri BUMN Erick Thohir Hadapi Pandemi Corona

Dream – Kementerian BUMN bergerak cepat untuk merespons dampak pandemi virus corona. Sejumlah langkah strategis disiapkan.

“ Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kami harus fokus di tiga hal, yaitu kesehatan, social safety, dan menjaga daya beli masyarakat,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam live streaming konferensi pers di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Di bidang kesehatan, Erick memastikan Kementerian BUMN memiliki sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan dan akan menggunakan CSR BUMN untuk mengadakan alat-alat kesehatan.

Kementerian BUMN telah membeli alat tes corona dari negara-negara lain yang diserahkan kepada Kementerian Kesehatan untuk didistribusikan kepada publik. Ada dua jenis alat tes, yaitu alat tes liur dan darah.

 

© Dream

 

“ Kami memprioritaskan yang air liur. Tes air liur akan digunakan untuk rumah sakit,” kata dia.

Kementerian BUMN juga memproduksi 4 juta masker yang bisa diperoleh masyarakat di seluruh toko obat dan lokasi jual beli alat kesehatan. Pihaknya juga menggandeng Kementerian PUPR, BNPB, Satgas Penanganan Corona, dan Kementerian Kesehatan untuk menjadikan Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan orang-orang yang terjangkit virus covid-19. Tenaga kesehatan juga akan diterjunkan.

Erick menyebut pihak swasta juga akan dilibatkan membantu menanggulangi wabah virus corona. Dikatakan bahwa mereka siap membantu pengadaan masker dan peralatan medis lainnya seperti Alat Pelindung Diri (APD).

“ Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan swasta dan masyarakat kepada kami,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Jurus di Bidang Ekonomi

Erick tak memungkiri pandemi corona saat ini memukul banyak sektor usaha. Yang terparah adalah hotel, restoran, pariwisata, dan penerbangan. Untuk mengantisipasi hal ini, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait agar merelaksasi kebijakan terutama penurunan suku bunga bank pelat merah.

Dikatakan bahwa sektor usaha yang punya track record yang baik, yang akan mendapatkan bantuan relaksasi itu. “ Kami memastikan bank-bank BUMN menurunkan suku bunga UKM. Banyak sekali UKM yang terdampak (pandemi virus corona),” kata dia.

Kementerian itu juga akan mengeluarkan obligasi untuk membantu devisa negara. Perusahaan-perusahaan yang baik yang akan dipilih untuk menerbitkan surat utang.

Erick juga akan melakukan pembelian kembali (Buyback) perusahaan terbuka pelat merah yang masih dalam proses. Direncanakan akan ada enam BUMN yang difokuskan melakukan buyback di antaranya PT Bukit Asam Tbk, PT Telkom Tbk, dan PT Jasa Marga Tbk.

“ Nah, ini momentum. Harga saham turun,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Pesan Keras Erick Thohir ke Direksi BUMN: `Bukan Usaha Milik Nenek Lu!`

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir menyindir para direksi yang masih menganggap perusahaan pelat merah sebagai kepemilikan pribadi. Kedudukan direksi di BUMN hanyalah pengelola yang harus menjalankan keputusan demi kebaikan perusahaan.

" Kita ini pengelola, Badan Usaha Milik Negara bukan badan usaha milik nenek lu. Ini label negara, ini yang harus diyakini oleh para pengambil keputusan di BUMN," kata Erick di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 26 Februari 2020.

Kesalahan persepsi itu harus diperbaiki agar tak terus terjadi. Erick memastikan sudah mengonsultasikan hal tersebut dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

 

© Dream

 

“ Ini yang kami betulkan dan sudah kami bicarakan ke Presiden langsung dan Sri Mulyani bahwa kami ini pengelola," kata dia.

Dengan adanya label pengelola, BUMN tak bisa disamakan dengan pengelolaan perusahaan swasta. Sebab, ada batasan-batasan yang harus dipahami oleh para jajaran direksi.

" Yang jelas kita mengelola, jadi kalau pengelola ada batasan-batasan. Tidak bisa, mohon maaf, kita cemburu seperti Pak Chairul Tanjung kelola perusahaannya. Enggak bisa, itu pribadi," kata dia.

4 dari 4 halaman

Bakal Pecat Bos BUMN

Erick juga mengancam akan memecat direksi BUMN yang berupaya membangkrutkan perusahaan negara.

" Saya pastikan direksi BUMN yang mau membangkrutkan BUMN saya copot," kata dia.

Ke depan, Erick memastikan takkan lagi ada BUMN yang sekarat karena kesalahan pengelolaan oleh oknum-oknum tertentu. " Sebuah usaha harus memiliki sistem yang baik orang yang baik, agar bisa survive," kata dia.

Kementerian BUMN berencana membangun ekosistem bisnis perusahaan BUMN yang baik dan benar. Dengan demikian, diharapkan perusahaan plat merah bisa bersaing dengan perusahaan global.

" Kalau saya sudah bangun ekosistem, ayo sama-sama bersaing membangun Indonesia menjadi negara maju sehingga kita bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing," kata Erick.

Beri Komentar