Mewah Banget, Kartu Debit Ini Terbuat dari Emas 18 Karat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 15 Oktober 2019 13:48
Mewah Banget, Kartu Debit Ini Terbuat dari Emas 18 Karat
Nilainya sampai ratusan juta rupiah.

Dream – Royal Mint meluncurkan kartu debit terbuat dari emas. Harganya kurang lebih senilai 18.750 poundsterling (Rp334,39 juta).

Dikutip dari Market Watch, Selasa 15 Oktober 2019, kartu debit ini terbuat dari emas 18 karat. Perusahaan pencetak koin milik pemerintah Inggris ini menawarkan kartu debit emas untuk memenuhi permintaan kartu pembayaran mewah.

Royal Mint menggandeng Mastercard untuk membuat kartu debit super mewah. Nama kartu debit ini adalah Raris dan dibuat bagi para pengguna yang telah mendaftar.

Menariknya, kartu debit ini bisa dipersonalisasi untuk nasabah kelas atas. Kartu pembayaran ini menawarkan tanpa biaya administrasi dan transaksi.

Tercatat bahwa bisnis kartu pembayaran mewah sedang tumbuh. Misalnya, pada Agustus 2019, Apple meluncurkan kartu kredit yang terbuat dari titanium.

Ingin memilikinya, Sahabat Dream? (mut)

1 dari 6 halaman

Ganti Kartu ATM / Debit ke Kartu Logo GPN, Ribet Nggak Sih?

Dream – Kartu ATM/Debit berlogo Gerakan Pembayaran Nasional (GPN) tengah digencarkan Bank Indonesia. Pemilik kartu yang saat ini menggunakan kartu lama diimbau untuk mengganti kartunya di bank penerbit. 

Sampai akhir pekan ini, BI bersama beberapa bank juga menggelar program penukaran kartu GPN. Tak kurang dari 16 kantor perwakilan BI menggelar program tersebut. 

(Baca: Penampakan Kartu ATM/Debit yang Sudah Berlogo GPN)

Kali ini, ada Sahabat Dream yang sudah mengganti kartu ATM-nya menjadi kartu ATM berlogo GPN.

Yuk, kita simak pengalamannya.

Namanya Dayu Anggoro. Nasabah salah satu bank swasta ini mengatakan telah mengganti kartu ATM-nya menjadi kartu ATM berlogo GPN.

“ Iya, pakai (kartu ATM logo GPN),” kata Dayu ketika dihubungi Dream, Rabu 1 Agustus 2018.

2 dari 6 halaman

Penasaran

Dayu sengaja mengganti kartunya dengan kartu ATM logo GPN karena penasaran dengan kartu baru tersebut. Saat melakukan pergantian, Dayu mengaku prosesnya gampang dan simple.

“ Laporan ke bank, lapor kalau ATM hilang sambil bawa (buku) tabungan dan KTP,” kata dia.

Karyawan bagian network operation center ini mengatakan proses penggantian kartunya cepat. Tak ada penggantian biaya administrasi yang dibebankan ketika mengganti kartu.

(Baca: Begini Cara dan Manfaat Tukar ATM/Debit ke Kartu Berlogo GPN)

“ Nggak ada biaya admin (administrasi) kalau nggak salah,” kata dia.

Dayu belum pernah menggunakan kartu debit berlogo GPN. “ Cuma buat tabungan. Kartunya disimpan,” kata dia.

 Kartu GPN

(Sah)

[crosslink_1]

3 dari 6 halaman

3 Transaksi Paling Tepat Pakai Debit, Jangan Kartu Kredit!

Dream – Sahabat Dream, dalam pembayaran non tunai, ada dua metode pembayaran yang populer, yaitu pembayaran dengan kartu kredit dan kartu debit. Sama sepertu kartu kredit, kartu debit ini merupakan kartu pembayaran elektronik yang diterbitkan oleh bank.

NamunNominal uang yang ada di kartu debit mengacu ke saldo tabungan nasabah di bank penerbit kartu.

Meskipun tak seaman kartu kredit, masyarakat lebih suka menggunakan kartu debit untuk transaksi non tunai. Dilansir dari CNBC, Kamis 19 Oktober 2017, survei terbaru dari Compare Cards and Lending Tree Reports menyebutkan bahwa 66 persen orang Amerika percaya kartu debit adalah pembayaran yang lebih aman daripada kartu kredit. Ada 69 persen generasi milenial mengatakan kartu debit lebih aman daripada kartu kredit dan 49 persen generasi baby boomers juga mengatakan hal yang sama.

Ketika menggunakan kartu debit, sebenarnya ada tiga waktu yang tepat untuk menggunakan kartu bank debit, bahkan lebih disaranakan daripada menggunakan kartu kredit.

4 dari 6 halaman

Saat Utang Membengkak

Pertama, menggunakan kartu debit ketika utang kartu kredit membengkak. Ketika terlilit tagihan kredit, lebih baik kamu menggunakan kartu debit untuk transaksi pembayaran.

 Membayar dengan kartu kredit ketika tagihan membengkak hanya akan memperbanyak jumlah tagihan.

5 dari 6 halaman

Bayar Tagihan

Yang kedua, ketika kartu kredit mengenakan biaya administrasi pembayaran. Terkadang ada biaya tambahan yang dikenakan untuk suatu transaksi, misalnya membayar pajak atau biaya pendidikan.

 

Tentu saja ini akan mengurangi kenyamanan penggunaan kartu kredit. Jika tak ingin terkena biaya tambahan, lebih baik membayar biaya-biaya tersebut dengan kartu debit di ATM.

6 dari 6 halaman

Beli Barang dari UKM

Yang ketiga, membeli sesuatu dari UKM. Pengusaha UKM tidak pernah membuat pengaturan pembayaran dengan kartu kredit. Sebab, mereka harus membayar biaya tambahan untuk memproses pembayaran dengan kartu kredit dan itu bisa memotong marjin untuk bisnis kecil-kecilan mereka.

 

 

Jika membayar menggunakan kartu debit, secara tidak langsung kamu menjaga harga barang UKM tetap terjangkau.

[crosslink_1]

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan