Minim `Angin Baik`, Indeks Syariah Berguguran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 16 Juli 2019 17:09
Minim `Angin Baik`, Indeks Syariah Berguguran
IHSG pun juga ikut loyo.

Dream - Pelaku pasar modal Indonesia mulai melakukan aksi wait and see jelang rilis kinerja emiten untuk kuartal II-2019. Aksi tersebut membuat indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk tiga indeks syariah, berguguran.

Tekanan jual pada saham infrastruktur membuat laju indeks saham tak leluasa bergerak naik. Ditambah sentimen positif yang minim masuk ke lantai bursa. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 16 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,382 poin (0,20%) ke level 187,047. ISSI memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 187,552 di sesi pra-pembukaan.

Penguatan ISSI hanya berlangsung selama 40 menit perdagangan pertama. ISSI yang mulai mengalami tekanan masuk zona negatif dan mendekam lemah hingga sesi penutupan.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang merosot 1,801 poin (0,26%) ke level 692,841. Sementara indeks JII70 merosot 0,574 poin (0,25%) ke level 228,651.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,354 poin (0,25%) ke level 6.401,880.

1 dari 5 halaman

Minim Sentimen Positif

Minimnya sentimen positif di pasar membuat investor menahan diri untuk membeli saham, terutama di sektor industri dasar dan properti. Indeks sektor industri dasar melemah 0,91 persen dan properti 0,69 persen.

Penguatan indeks pertambangan sebesar 0,64 persen, industri aneka 0,18 persen, dan barang konsumsi 0,07 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp1.025, TCID Rp300, PRDA Rp200, ISAT Rp130, dan TMAS Rp130.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah SILO yang harga sahamnya terkoreksi Rp350, UNTR Rp225, INTP Rp200, SMGR Rp150, dan SSTM Rp125.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp13.919.(Sah)

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Ditutup Menguat, Dollar AS Di bawah Rp14.000

Dream - Pulihnya saham-saham unggulan syariah memberi angin segar pada pergerakan laju tiga indeks syariah pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin 15 Juli 2019. Aksi beli yang dipadu laju menguat kurs rupiah membuat indeks syariah nyaman bergerak di zona hijau.

Kecemasan para analis akan adanya koreksi akibat sentimen rilis  terbaru neraca perdagangan Indonesia sementara tak terbukti.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan dengan menguat 1,245 poin (0,67%) ke level 187,429. ISSI terus menguat setelah dibuka di 186,066 di sesi pra pembukaan perdagangan.

Berbeda dengan akhir pekan lalu, laju ISSI kali ini bergerat konsisten di teritori hijau. ISSI sempat bertengger di posisi tertinggi 188,066.

Kembalinya aksi koleksi saham unggulan syariah mendorong indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tumbuh 7,402 poin (1,08%) ke level 694,642. Indeks JII70 juga naik 2,076 poin (0,91%) ke level 229,225.

Awal pekan ini dilalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan aman. IHSG ditutup naik 44,899 poin (0,70%) ke level 6.418,234.

3 dari 5 halaman

Sektor Infrastruktur dan Industri Dasar Jadi Idola

Penguatan rupiah menjadi sentimen investor untuk melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham infrastruktur, industri dasar, dan properti. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 1,64 persen, 1,21 persen, dan 0,95 persen.

Indeks sektor pertanian terkoreksi 0,86 persen, industri aneka 0,32 persen, dan pertambangan 0,25 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah CPIN yang harga sahamnya naik Rp200, BTPS Rp180, FASW Rp175, INTP Rp175, dan ITMG Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp1.625, FIRE Rp480, UNVR Rp325, PCAR Rp200, dan LINK Rp180.

Pada 16.26, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS terkoreksi 135 poin (0,97%) ke level Rp13.932 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Bluechips Berguguran, Indeks Syariah Loyo Sambut Akhir Pekan

Dream - Indeks bursa saham syariah tak punya cukup tenaga untuk melaju ke zona positif. KUrangnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri memaksa investor berhati-hati terjun ke lantai bursa. 

Tekanan jual pada saham-saham bluechips syariah menyeret tiga indeks acuan kembali turun ke teritori negatif. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,646 poin (0,88%) ke level 186,184.

Pasca dibuka di 187,731 di sesi pra-pembukaan perdagangan, ISSI langsung bergerak melemah ke level 187,752 di sesi pembukaan.

Sepanjang perdagangan saham, ISSI tak pernah sekalipun menyentuh teritori hijau. Level tertinggi ISSI hanya bisa dicapai di 187,916 dan sempat terpuruk ke posisi terendahnya di 186,033.

Koreksi tajam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks 30 emiten unggulan syariah ini terjun 8,310 poin (1,19%) ke level 687,240. Koreksi tajam juga dicetak indeks JII70 yang melorot 2,591 poin (1,13%) ke level 227,148.

Tak adanya aktivitas beli dan kondisi over buy investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 43,721 poin (0,68%) ke level 6.374,345.

5 dari 5 halaman

Indeks Infrastruktur dan Barang Konsumsi Jeblok

Hampir semua indeks syariah melemah. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor infrastruktur, barang konsumsi, dan manufaktur. Ketiga indeks ini anjlok 1,67 persen, barang konsumsi 1,57 persen, dan 1,34 persen.

Hanya indeks perdagangan naik 0,33 persen.

 

 

Harga saham SILO naik Rp300, BRPT Rp260, EMTK Rp200, POLL Rp100, dan TFCO Rp75.

Sebaliknya, harga saham TCID terkoreksi Rp750, FIRE Rp580, INTP Rp475, JECC Rp450, dan AALI Rp250.

Pada pukul 16.10, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs dolar AS melemah 1 poin (0,01%) ke level Rp14.059 per dolar AS.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik