Minyak Bikin Cemas, Bursa Syariah Berbalik Melemah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 21 Januari 2016 16:25
Minyak Bikin Cemas, Bursa Syariah Berbalik Melemah
Di saat pasar saham tertekan, kurs rupiah sore ini justru bergerak menguat.

Dream - Sentimen negatif dari bursa regional yang berbalik melemah menyeret bursa saham syariah Indonesia. Harga minyak dunia yang terus turun membuat pelaku pasar regional dilanda kecemasan.

Aksi jual saham pun mendominasi laju indeks sektoral saham. Investor tampaknya masih menghindari saham emiten perdagangan yang turun tertinggi hingga 1,26 persen.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 21 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,226 poin (0,16%) ke level 139,189.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga berbalik melemah 1,020 poin (0,17%) ke level 581,776.

Kedua indeks acuan saham syariah ini sempat membuka harapan saat dibuka menguat. Kenaikan ISSI dan JII di sesi pagi tak lepas dari arus penguatan bursa saham regional.

Namun jelang penutupan, investor justru berbalik arah. Melihat harga minyak yang makin melema, aksi jual saham akhirnya mendorong sejumlah indeks saham bergerak turun.

ISSI tercatat menyentuh level tertingginya di 140,701 dan sempat turun ke level terendah 138,860. Begitu pula dengan indeks JII yang dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi 590,220.

Emiten industri aneka kali ini menjadi pilihan investor dengan memimpin penguatan sebesar 0,75 persen. Diikuti emiten sektor industri aneka 0,54 persen, dan manufaktur 0,15 persen.

Dengan transaksi perdagangan sekitar Rp 2,9 triliun, aksi jual mendominasi papan perdagangan ISSI. Tercatat 122 emiten syariah ditutup melemah dan 54 lainnya masih bisa melaju positif.

Lebih dari separuh penghuni saham bluechips syariah, atau 20 emiten, juga bergerak turun. Hanya 8 emiten keping biru syariah yang berhasil menguat.

Emiten bluechips syariah yang bergerak menguat itu adalah UNVR (Rp 200), ICBP Rp 150, ASII Rp 75, SSMS Rp 45, dan LPKR Rp 25 per saham.

Namun kenaikan tersebut masih lebih rendah dibandingan koreksi beluchips syariah. Top losser JII dihuni oleh INTP yang turun Rp 425, AALI Rp 325, LPPF Rp 300, ITMG Rp 205, dan UNTR Rp 200 per saham.

Bergugurannya indeks utama saham Asia mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut melemah. IHSG turun 13,859 poin (0,31%) ke level 4.414,126.

Lantai bursa relatif ramai dengan aksi jual beli dengan nilai Rp 4,9 triliun. Investor asing juga mengurangi aksi jual saham dengan nett sell Rp 110,21 miliar.

Berbeda dengan bursa syariah yang bergerak melemah, pasar valuta asing justru melaju positif. Rupiah sepanjang hari ini bergerak menguat dan bertahan di level 13.885 per dolar AS, atau naik 79 poin (0,57%).

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan