Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Tak cuma menahan lapar dan hasus, puasa juga menuntut umat Islam di negara Muslim untuk berhemat listrik. Para pengamat ekonomi bahkan mendorong para ulama untuk menyampaikan pesan tersebut kepada umatnya.
Al-Sadeq Idris mengatakan penggunaan energi meningkat selama bulan Ramadan karena orang menggunakan AC lebih sering di siang hari dan menyalakan lampu di malam hari. Kebiasaan ini menyebabkan pemborosan energi terutama bila peralatan tidak sesuai dengan spesifikasi penghematan energi yang ditetapkan pemerintah.
Kampanye yang dijalankan oleh Saudi Center for Energy Efficiency (SCEE) menyoroti pentingnya menghemat sumber daya secara agama dan ekonomi. SCEE bahkan mendesak para imam untuk menyampaikan ajakan itu dalam khotbah-khotbah mereka.
Mengutip laman Arabnews, Jumat, 3 Juli 2015, Abdulrahman Baashin, presiden dari Middle East Economic Study Center, mengatakan masyarakat harus berkomitmen untuk berhemat energi di bulan Ramadan.
Di wilayah Saudi, setidaknya terjadi lonjakan 50 persen konsumsi listrik dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Pemicunya, masyarakat beralih pada penggunaan AC, lampu dan peralatan listrik lainnya secara berlebihan.
Ekonom Abdulrahman Al-Ata mengatakan Ramadan dimaksudkan untuk memuliakan ajaran Allah, sehingga orang-orang harus menghemat energi dan uang. Dia meminta imam untuk menyebarkan pesan ini.
Al-Ata mengatakan masyarakat harus membeli peralatan yang memenuhi spesifikasi penghematan energi yang ditetapkan pemerintah, menggunakan isolasi di rumah-rumah mereka, dan mengurangi konsumsi bahan bakar mobil.
SCEE meluncurkan kampanye karena penggunaan energi individu dan bisnis di negara ini sangat tinggi. Sektor bangunan mengkonsumsi 80 persen dari produksi listrik Saudi, dimana 70 persen adalah untuk AC. Telah ada respon positif terhadap kampanye di media sosial.
Konsumsi energi mencapai 4,2 juta barel minyak per hari saat ini dan diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 8 juta pada tahun 2030. Kampanye menggunakan energi secara efisien diharapkan bisa menghemat sekitar 20 persen dari konsumsi yang diproyeksikan mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, seperti laporan Arab News awal tahun ini.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari