Ini Teknologi Bayar Tol yang Lebih Canggih dari e-Toll

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 Oktober 2017 18:29
Ini Teknologi Bayar Tol yang Lebih Canggih dari e-Toll
Indonesia tertinggal?

Dream – Sahabat Dream, transaksi pembayaran non tunai di Indonesia sedang digalakkan. Selain kartu debit, mulai 31 Oktober 2017 ini para pengguna tol hanya bisa melakukan pembayaran tarif tol menggunakan e-toll. 

Dengan cara ini, pengendara menempelkan uang elektronik di mesin tap in gate untuk membayar tol. Saldonya akan terpotong otomatis.

Unruk menyukseskan program e-toll, kalangan perbankan dan Badan Pengelolan Jalan Tol (BPJT) bahkan sampai `urunan`Rp10 ribu untuk mengganti biasa pembuatan kartu. Nantinya pengguna tol hanya membeli saldo dalam kartu yang dibagikan di tol mulai Senin pekan depan (16 Oktober 2017). 

Jika ditilik dari sejarahnya, penggunaan e-toll yang gencar dibuat di Indonesia  ternyata hanya satu dari beragam sistem pembayaran yang terlah berkembang. Ada sistem yang lebih canggih, Sahabat Dream.

Ada alat bernama on board unit (OBU). OBU ini akan memancarkan gelombang inframerah yang akan ditangkap oleh alat penerima sinyal oleh alat penerima sinyal di gerbang tol otomatis (GTO). Setelah bunyi “ bip bip”, palang pintu gardu tol akan terbuka. 

Sistem baru ini sebetulnya sudah pernah di ujicoba di Indonesia dengan nama e-toll pass. Namun sampai saat ini model pembayaran baru ini belum banyak dikembangkan. 

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah daftar teknologi sistem pembayaran tol seperti  dilansir dari berbagai sumber, Kamis 12 Oktober 2017:

1 dari 3 halaman

Teknologi OBU

Dikutip dari Wikipedia, Portugal yang menerapkan skema pembayaran tol elektronik yang bernama Via Verde. Sistem pembayaran tol yang menggunakan teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC) akan menangkap sinyal yang dipancarkan oleh alat semacam OBU yang diletakkan di kaca depan mobil.

Jumlah tarif tol akan didebet langsung dari rekening bank pengendara. Cara ini telah diterapkan sejak tahun 1995.

2 dari 3 halaman

Sistem Sticker

Di negara ini, untuk menikmati jalan tol, pengendara tak perlu repot-repot melalui gerbang tol. Cukup menempelken stiker khusus, Vignette, mereka bisa melalui jalan tol di Austria. Stiker Vignette ini berlaku untuk mobil dan sepeda motor pribadi.

Dikutip dari Austria.info, Ada tiga jenis stiker Vignette yang dijual, yaitu stiker untuk 12 bulan yang seharga 86,4 euro (Rp1,38 juta) untuk mobil dan 34,4 euro (Rp551.404) untuk sepeda motor, stiker 2 bulan seharga 25,9 euro (Rp415,158) untuk mobil dan 13 euro (Rp208.380) untuk sepeda motor, serta stiker 10 hari seharga 8,9 euro (Rp142.6610) untuk mobil dan 5,1 euro (Rp81.749) untuk sepeda motor.

3 dari 3 halaman

Gabungan OBU dan e-Toll

Negara tetangga ini juga terbilang maju dalam pembayaran tol. Ada dua sistem pembayaran tol yang diterapkan di Malaysia, yaitu Touch n Go dan Smart Tag.

Kartu Touch n Go ini seperti uang elektronik yang bisa digunakan untuk membayar jalan tol. Pengendara menempelkan kartu ini ke mesin tap in, lalu dia bisa jalan. Sementara itu, SmartTag merupakan alat seperti OBU yang di dalamnya berisi uang elektronik untuk membayar tol. Alat ini akan memancarkan sinyal yang akan ditangkap oleh gerbang elektronik. Saldo uang itu akan terkutip untuk biaya tol.

Beri Komentar