Nigeria Belajar Kelola Zakat ke Indonesia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 22 Juli 2019 15:40
Nigeria Belajar Kelola Zakat ke Indonesia
Program pengelolaan zakat Baznas bakal diterapkan di salah satu negara di Benua Afrika tersebut.

Dream - Tata kelola zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menarik minat sejumlah pihak. Tidak sedikit lembaga dunia yang belajar ke Baznas.

Salah satunya lembaga pengelola zakat Negara Bagian Sokota, Nigeria, Sokoto State Zakat and Waqf Commission (Sozecom). Beberapa pengurus lembaga tersebut datang langsung ke Indonesia untuk belajar pengelolaan zakat ke Baznas.

" Baznas dan Sozecom sepakat untuk memajukan kedua organisasi, sehingga makin besar manfaatnya bagi umat," ujar Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, dalam keterangan tertulisnya, Senin 22 Juli 2019.

Dalam kerja sama yang disepakati, Baznas memberikan izin program penghimpunan dan penyaluran zakat diadopsi oleh Sozecom.

Selama berada di Tanah Air, Sozecom juga diajak mengunjungi Baznas Microfinance Desa (BMD) dan Sekolah Cendekia, salah satu program penyaluran Baznas.

" Baznas sangat terbuka dengan lembaga di dunia yang ingin mempelajari program-program penghimpunan dan penyaluran zakat yang dilaksanakan dengan baik oleh Baznas," ucap dia.

Selain itu, Baznas juga telah menjalin beberapa kerja sama di bidang kemanusiaan bersama UNICEF.

Selain itu, Baznas juga menjadi inisiator dibentuknya World Zakat Forum (WZF) yang membawahi lembaga zakat di 33 negara. Bambang juga mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Jenderal WZF.

1 dari 5 halaman

Pakai Hitungan Nisab Zakat, Ketua Baznas Sebut Orang Miskin RI Lebih Banyak

Dream - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo menyatakan 40 persen masyarakat Indonesia tergolong dalam kategori miskin. Penilaian itu merujuk pada perhitungan nisab zakat untuk kategori warga miskin. 

Untuk diketahui, pemerintah menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia hanya mencapai 9,6 persen atau 25 juta jiwa.

" Kriteria miskin kalau menggunakan data pemerintah itu, kalau per orang penghasilan minimumnya Rp772 ribu perbulan. Kalau per keluarga itu Rp3 juta per bulan," ujar Bambang di kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Bambang menjelaskan, apabila berdasarkan nisab zakat, kriteria miskin menurut Islam melekat pada warga yang masuk kategori mustahik atau penerima zakat.

" Kalau gunakan standar emas itu Rp4,7 juta per bulan, kalau beras Rp5,2 juta per bulan," ucap dia.

Merujuk dari perhitungan tersebut, Bambang memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia lebih banyak dari yang ditetapkan pemerintah. 

" Menurut pemerintah itu 9,6 persen penduduk miskin, tapi kalau gunakan garis nisab, 40 persen," kata dia.

2 dari 5 halaman

Baznas Gandeng Unicef Bantu Anak-Anak Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerja sama dengan United Nation Children's Fund (Unicef). Kerja sama ini memungkinkan Baznas menyalurkan batuan kepada anak-anak miskin.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih banyak lagi membantu anak-anak di dunia. Khususnya Indonesia yang masuk kategori miskin.

" Bentuk bantuan terfokus pada anak-anak dan remaja yang bersifat berkelanjutan agar masa depan mereka bisa lebih baik," ujar Bambang di Kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid itu berujar sebelum kerja sama ini dijalin, Baznas juga telah memiliki banyak program untuk membantu anak-anak kurang mampu. Salah satunya mendirikan Sekolah Cendekia Baznas.

Perwakilan Unicef Indonesia, Debora Comini, mengatakan, kerja sama ini berfokus pada kesehatan dan pendidikan. Dari sisi kesehatan akan berfokus pada kebutuhan mandi, cuci, kakus serta perbaikan sistem sanitasi yang merupakan masalah dasar pemicu penyakit.

Selain itu, Baznas dan Unicef juga berfokus pada kecukupan gizi, perlindungan anak dan sosial serta pemberdayaan kaum muda. " Saya berharap, kerja sama ini menjadi model untuk negara-negara lain," kata Debora.

3 dari 5 halaman

Pangkas Tengkulak, Baznas Beli Hewan Kurban Peternak dengan Harga Tinggi

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memangkas rantai pengadaan hewan kurban dengan membeli langsung pada para peternak. Cara ini dianggap lebih menguntungkan peternak karena Baznas menetapkan harga beli tinggi. 

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Suwandaru, mengatakan setiap ekor kambing kurban milik peternak dibeli di kisaran harga Rp2,5 juta per ekor. Baznas berusaha tidak mengandalkan jasa para tengkulak sama sekali.

" Memang harga kita tinggi, dan harus diketahui, kampanye kita itu berdayakan desa, makanya harga tinggi," ujar Randi di kantor Baznas, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Harga tinggi dipakai agar para peternak mau menjual kambingnya langsung ke Baznas. Cara tersebut diterapkan untuk memangkas jalur distribusi yang panjang jika harus melalui tengkulak.

" Tentu ini akan memotong tengkulak. Biasanya peternak cuma dapat untung sedikit," kata dia.

Nantinya, hewan kurban Baznas akan didistribusikan di 50 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Baznas berharap berkah Idul Adha juga bisa dirasakan oleh 240 ribu penduduk desa.

4 dari 5 halaman

Subhanallah, Potensi Penjualan Hewan Kurban di Indonesia Rp69 Triliun

Dream - Tinggal sebulan lagi, umat Islam Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Momen ini dimanfaatkan banyak lembaga filantropi untuk menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk berkurban.

Ketua Panitia Nasional Kurban Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mohammad Indra Hadi, mengatakan potensi penjualan hewan kurban di Indonesia sangat tinggi. Ini mengingat jumlah umat Islam yang mayoritas di negeri ini.

" Berdasarkan perhitungan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia, kurban menyimpan potensi sebesar Rp69,9 triliun," ujar Indra di kantor Baznas, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Untuk itu, dia berharap lewat program Kurban Berdayakan Desa yang digagas Baznas, masyarakat yang berada di pedesaan turut merasakan berkah perputaran uang seputar kurban itu.

" Diharapkan potensi sebesar ini dapat dimaksimalkan untuk mengemban pemberdayaan desa," kata dia.

Tahun ini, Baznas menargetkan penjualan kambing kurban sebanyak 3.000 ekor seharga masing-masing Rp2,5 juta. Nantinya, penyaluran kambing kurban itu disebar di 50 titik di seluruh Indonesia.

Indra menjelaskan hewan kurban yang dijual diambil langsung dari peternak binaan Baznas yang tersebar di 21 titik. Selain itu juga dari para peternak di masing-masing titik penyebaran.

" Mayoritas penyaluran dari Aceh sampai Papua, tapi yang terbanyak masih di Jawa," kata dia.

5 dari 5 halaman

Yuk Berkurban di Desa, Banyak Mustadhafin Belum Tersentuh

Dream - Syariah kurban yang disunahkan bagi umat Islam tidak semata dalam bingkai ibadah. Di baliknya tersimpan potensi pemberdayaan ekonomi, terutama bagi kelompok mustadhafin atau kurang mampu.

Di Indonesia, mereka yang masuk dalam kelompok mustadhafin sebagian besar ada di desa dan kawasan terpencil. Ada sebagian dari mereka yang belum merasakan berkah Idul Adha berupa daging kurban.

Berangkat dari fakta itu, Badan Amil Zakat Nasional mengajak masyarakat untuk berkurban di desa lewat program Kurban Berdayakan Desa (KBD). Lewat program ini, hewan kurban akan disalurkan ke titik-titik krusial sehingga nikmat kurban bisa menyentuh desa.

" Inti dari program ini adalah berkurban dengan program KBD mempermudah para mudhohi (pemberi kurban) menyalurkan hewan kurbannya ke desa-desa," kata Ketua Panitia Nasional Kurban Baznas, Indra Hadi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Tujuan lain dari program KBD ini adalah mengajak umat Islam untuk berpartisipasi meningkatkan kualitas ekonomi dan sosial masyarakat desa.

Indra mengatakan hewan kurban untuk program ini disediakan Baznas dengan cara membeli langsung dari peternak di desa-desa, bukan lewat pengepul atau tengkulak. Setelah itu, hewan kurban disembelih dan didistribusikan di desa yang juga ditinggali peternak itu.

Baznas menargetkan berkah Idul Adha berupa 3.000 ekor kambing dapat dirasakan oleh 60 ribu Kepala Keluarga atau 240 ribu penduduk desa di seluruh Indonesia.

Para mudhohi juga dipermudah dalam melakukan pembelian hewan kurban lewat berbagai platform. Mulai dari Kitabisa.com, Buka Lapak dan platform lain yang bekerja sama dengan Baznas.

(Sah, Laporan : Vika Novianti Umar)

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary