Cek AppStore, Aduh! OJK Temukan 182 Aplikasi Pinjam Uang Bodong

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 9 September 2018 07:01
Cek AppStore, Aduh! OJK Temukan 182 Aplikasi Pinjam Uang Bodong
Fintech ini belum mengantongi izin usaha dari OJK.

Dream – Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali menghentikan kegiatan usaha peer to peer lending yang tak mengantongi izin usaha dari OJK. Jumlahnya mencapai 182 entitas.

“ Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech Peer-To-Peer Lending) tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongan Lumban Tobing, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang Dream, Minggu 9 September 2018.

Dengan temuan ini, Tongam mengatakan, jumlah aplikasi pinjam duit tak berizin ini bertambah menjadi 407 entitas.

Sebelumnya, OJK menemukan 227 entitas peer to peer lending yang beroperasi tanpa izin dari OJK. Dua platform dari 227 aplikasi peer to peer lending tak berizin tersebut, telah mempunyai izin dan terdaftar di OJK yaitu Bizloan dan KTA Kilat. Bizloan merupakan aplikasi milik dari PT Bank Commonwealth sedangkan KTA Kilat merupakan milik dari PT Pendanaan Teknologi Nusa.

Tongam juga meminta perusahaan fintech aplikasi pinjam uang itu untuk menghentikan kegiatan peer to peer lending dan menghapus semua aplikasi penawaran pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Perusahaan didesak menyelesaikan segala kewajiban kepada pengguna dan mengajukan pendaftaran kepada OJK.

“ Satgas Waspada Investasi juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan keigatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut karena tidak berada di bawah pengawasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat,” kata dia.

Jika ingin melihat daftar entitas fintech pinjam uang yang terdaftar di OJK, kamu bisa mengeceknya di sini.

Informasi mengenai daftar entitas fintech peer to peer lending yang terdaftar atau memiliki izin dari OJK dapat diakses melalui www.ojk.go.id

1 dari 1 halaman

Daftar 63 Penyedia Jasa Fintech yang Kantongi Izin OJK

Dream – Mulai sekarang pastikan Sahabat Dream hanya menggunakan layanan perusahaan teknologi keuangan (Financial technology-fintech) yang sudah memiliki izin resmi dari otorita berwenang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan dari sekitar ratusan jasa teknologi keuangan yang beroperasi di Indonesia, ternyata  baru 63 Fintech yang telah terdaftar dan mengantongi izin.

Jumlah fintech yang tidak terdaftar jauh lebih banyak daripada yang terdaftar. Ada 227 entitas yang tidak berizin, namun masih beroperasi.

“ Satgas Waspada Investasi menemukan 227 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending, tidak terdaftar atau tidak memiliki izin usaha dalam penawaran produk fintech peer to peer lending sehingga berpotensi merugikan masyarakat,” kata Ketua Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi), Tongam L. Tobing, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 27 Juli 2018.

Menurut Tongam, tim Satgas telah memanggil pengelola fintech tak berizin untuk menghentikan kegiatan pinjam-meminjam uang dan menghapus semua aplikasi penawaran pinjaman.

Mereka juga diharuskan menyelesaikan segala kewajiban kepada pengguna dan segara mengajukan pendaftaran kepada OJK.

Untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat, Tongam meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tak berizin. 

“ Kami akan rutin menyampaikan informasi perusahaan fintech peer to peer lending yang tidak berizin tersebut,” kata dia.

Berikut daftar 63 pengelola fintech yang telah mengantongi izin. 

 Fintech berizin.

  

[crosslink_1]

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone