Inilah Model Libur Cuti Dambaan Setiap Pegawai, Beri Tahu Bos!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 14 Mei 2019 19:14
Inilah Model Libur Cuti Dambaan Setiap Pegawai, Beri Tahu Bos!
Ini alasannya.

Dream – Bagi karyawan, cuti acapkali digunakan untuk menyegarkan pikiran, jasmani, dan mental. Tapi, apakah perusahaan tempatmu bekerja mendorongmu untuk cuti?

Apakah perusahan tempatmu bekerja tak pernah mengganggumu ketika sedang mengambil jatah cuti?

Dikutip dari World of Buzz, Selasa 14 Mei 2019, kajian Expedia Vacation Deprivation pada 2018 mengungkapkan sebagian besar warga Malaysia tidak berlibur. Ada 64 persen orang-orang ini membatalkan rencana liburan mereka. Dan semua itu dikarenakan pekerjaan.

Kepala Departemen Psikologi di HELP University Malaysia, Elaine Fernandez, mengatakan hal ini disebabkan oleh budaya perusahaan yang “ membingkai” karyawan ideal sebagai seseorang yang hidup dan bernapas dengan hasil organisasi. Tentu saja standarnya adalah staf yang bekerja keras.

“ Budaya inilah yang memalukan orang untuk tetap melewati jam kerja reguler, menanggapi e-mail pada akhir pekan, atau membatalkan rencana berlibur dan melanjutkan bekerja,” kata Fernandez.

Dia mengatakan atasan acapkali berharap stafnya punya mode seperti itu dan bersedia bekerja di luar jam kerja reguler. Kalau bisa, bekerja saat hari libur. Tak jarang pimpinan mengharapkan tanggapan langsung kepada karyawan di luar jam kerja, bahkan saat mereka cuti.

Akibatnya, karyawan merasa cuti bukanlah milik mereka. “ Untuk menjadi karyawan yang baik, saya harus mematuhi permintaan bos. Bahkan kalau masuk ke dalam waktu pribadi saya,” kata Fernandez.

Jadi, apa saja budaya perusahaan yang bak? Apa yang haruas dilakukan oleh perusahaan dan karyawan? Berikut ini adalah empat hal yang dikabarkan oleh The Star.

2 dari 3 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri