Pantang Rugi Untung Maksimal Jalankan Usaha, Webinar Gernas BBI Punya Jawabannya

Reporter : Iwan Tantomi
Jumat, 28 Januari 2022 08:00
Pantang Rugi Untung Maksimal Jalankan Usaha, Webinar Gernas BBI Punya Jawabannya
Seperti apa? Berikut rangkumannya.

Siapapun ingin usaha yang dijalankannya untung maksimal dan pantang rugi. Begitu pula dengan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Demi memperkaya wawasan para pelaku UMKM sekaligus mengedukasi anak muda yang ingin berwirausaha, Kemendikbud Ristek mengadakan Webinar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Webinar Gernas BBI #AromaMaluku.

Menurut Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, salah satu program utama Gernas BBI adalah pelatihan digital marketing untuk pelajar vokasi dengan pemateri dari Kominfo, Asosiasi E-Commerce Indonesia dan Komunitas Pegiat UMKM. Program ini difokuskan untuk memberikan wawasan pengetahuan dan keahlian dalam menunjang proses onboarding UMKM Pendidikan Vokasi.

Sejalan dengan tema yang didukung, Gernas BBI #AromaMaluku akan mendorong UMKM di Maluku untuk mempromosikan narasi rempah, kekayaaan alam Maluku melalui digital marketing, sehingga potensi skala lokal dapat maju ke panggung global.

“ Gernas BBI akan menjadi langkah strategis untuk memulihkan ekonomi kita. Indonesia maju dan berkelanjutan adalah visi nasional yang harus kita wujudkan bersama dengan inovasi dan rasa bangga dengan karya anak-anak negeri. Mari bersama sukseskan Gernas BBI #AromaMaluku dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” ungkap Nadiem.

Mengangkat tema ‘Pantang Rugi Untung Maksimal’, Webinar Gernas BBI kali ini membagikan jawaban, baik berupa strategi, tips hingga kita yang tepat dalam menjalankan UMKM, terutama bagi pemula. Seperti apa? Berikut rangkumannya.

1 dari 3 halaman

Cara UMKM Menyusun Strategi Produksi yang Optimal dari Sisi Komunikasi Kreatif

Kemendikbud Ristek© Kemendikbud Ristek

Konsumen belakangan lebih pintar dalam memilih produk yang diinginkan, sehingga bukan hanya narasi marketing yang diperhatikan. Menurut Rachel Octavia, selaku narasumber dari INFINA, dalam menyusun strategi produksi, pelaku UMKM juga harus memperhatikan detail yang memudahkan konsumen mengenali produk UMKM tersebut. Misalnya kalau dari makanan, harus memperhatikan bahan baku dan khasiatnya, sehingga bisa lebih menarik konsumen.

" Selain itu bisa dijabarkan narasi positif lainnya, seperti produk tersebut asli buatan anak Indonesia, produknya juga handmade, sehingga terjamin kualitas dan higienitasnya. Dengan mengaplikasikan komunikasi kreatif dalam proses produksi, produk UMKM ini jadi punya nilai emosional terhadap konsumen," ungkap Rachel.

Rachel juga menyarankan bagi pelaku UMKM baru agar bikin produk contoh atau sampel terlebih dulu yang bagus, kemudian membuat sistem open purchase order (PO), sehingga memproduksi sesuai permintaan pasar. Khusus produk makanan, selain dengan strategi tersebut juga perlu menambahkan juga penerapan waste management.

" Misalnya, kalau memproduksi minuman kopi yang tahan 1-2, semisal tak terjual habis, ampas kopi bisa diolah ke lain-lain, sehingga tak ada yang terbuang. Intinya bijaklah dalam memproduksi sampel, lalu tingkatkan produksi produk yang paling diminati konsumen, sehingga dana produksi bisa lebih efisien," pungkas Rachel.

2 dari 3 halaman

Bangun Ikatan Emosional dengan Konsumen Agar Usaha Berkelanjutan

Kemendikbud Ristek© Kemendikbud Ristek

Turut hadir juga Fachrizal Alief selaku narasumber dari perwakilan pelaku usaha. Pemilik Nasi Kapau Langganan tersebut membagikan kiat menjalankan usaha makanan yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM. Rizal mencontohkan usahanya yang memiliki cerita sejak awal dibangun, bahkan ia melibatkan netizen dalam merancang desain interiornya.

" Pelaku UMKM harus percaya diri menceritakan produknya. Apalagi sekarang musimnya pemilik usaha terjun langsung menjelaskan produknya ke konsumen. Sebab, ikatan emosional dengan konsumen saat ini sangat diutamakan. Selain itu, pancing konsumen untuk review produk kita. Jika ada masukan dan kritikan, jadikan hal tersebut untuk meningkatkan kualitas produk yang lebih baik bagi konsumen," ungkap Rizal.

Rizal juga menambahkan jika banyaknya review dari konsumen akan menjadi strategi marketing tersendiri. Apalagi jika sampai viral, setelah konsumen membagikannya di media sosial. Hal tersebut dapat mempromosikan produk tersebut secara mandiri tanpa harus mengeluarkan ongkos iklan yang sangat besar.

Menariknya, Rizal juga membagikan strategi lain dalam berjualan produk makanan. Salah satunya lewat jastip antar kota. Program tersebut dikenalkan usahanya lewat media sosial, untuk menjangkau market yang lebih luas. Hal ini ternyata mampu meningkatkan omzet, tanpa harus membuka cabang usaha di kota lain.

3 dari 3 halaman

Jenis Akses Permodalan dan Pembiayaan Bagi UMKM yang Diawasi OJK

Kemendikbud Ristek© Kemendikbud Ristek

Setelah usaha UMKM berkembang, biasanya pelaku UMKM akan membutuhkan modal atau pembiayaan yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya. Supaya bisa mendapatkan akses permodalan dan pembiayaan yang lebih mudah, webinar ini pun juga menghadirkan Novian Suhardi selaku narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Bagian Pengawasan LJK KOJK Provinsi Maluku tersebut mengungkapkan jika OJK mengawasi tiga sektor besar keuangan yang ada di Indonesia, yaitu perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal. " Perbankan menghadirkan pembiayaan lewat akses kredit, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. OJK dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang tersebar di seluruh Indonesia punya program kemitraan bernama Kredit Pembiayaan Non-Rentenir untuk membantu pelaku UMKM," ungkap Novian.

Tak sampai di situ, di industri keuangan non-bank, OJK juga mengawasi akses permodalan yang bisa dimanfaatkan. Misalnya Pegadaian atau Permodalan Nasional Madani (PNM) memiliki Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang bisa diakses para pelaku UMKM. OJK juga mengawasi Fintech Peer to Peer Lending atau Pinjaman Online. Ada sekitar 104 perusahaan pinjaman online yang terdaftar dan mendapatkan izin dari OJK per 5 November 2021, sehingga bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk mengakses permodalan usaha.

" Adapun di pasar modal, OJK juga mengatur sebuah produk bernama Security Crowd Funding (SCF) yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM agar memperkuat akses permodalan untuk meningkatkan produksi dari usahanya sendiri," imbuh Novian.

Novian juga menegaskan jika tugas OJK mengatur dan mengawasi, jadi para pelaku UMKM jangan sampai salah meminta akses permodalan. Meski begitu, OJK akan mengatur dan mengawasi seefektif mungkin, agar industri keuangan memberikan produk yang tepat guna dan sesuai sasaran. OJK juga memberikan perlindungan kepada konsumen, termasuk para pelaku UMKM yang mengakses permodalan melalui lembaga keuangan yang diawasi OJK.

Bicara pinjaman online, Novian juga membagikan tips mendapatkan akses permodalan yang tepat dan aman tentunya lewat lembaga tersebut. " OJK membuka kanal informasi lewat kontak 157 bisa diakses para pelaku usaha, untuk mengetahui legalitas atau terdaftar tidaknya perusahaan pinjaman online tersebut di OJK. Bisa juga lewat kontak WhatsApp OJK di nomor 081157157157," ungkapnya.

Novian juga menjelaskan ciri-ciri pinjaman online yang tak aman. Mulai tak terdaftar di OJK, hal ini bisa dipastikan dengan datang ke kantor OJK terdekat atau menghubungi 157. Kemudian, perhitungan suku bunga dan semacamnya tidak jelas, sehingga perlu dihindari. Pinjaman online abal-abal juga kerap meminta data pribadi yang lebih spesifik kepada nasabah. Padahal pinjaman online resmi yang diawasi OJK, hanya diperbolehkan mengakses kamera, mikrofon dan lokasi saat bertransaksi online.

Tak kalah penting, pahami kontraknya betul-betul, agar tak sampai melakukan penyalahgunaan permodalan. Jadi, kalau meminjam buat usaha, maka harus digunakan semestinya, biar tak sampai berdampak pada kerugian usaha.

Itulah beberapa kiat menarik dari para narasumber berpengalaman seputar bagaimana mengembangkan usaha UMKM yang pantang rugi, tapi justru untung maksimal. Semoga memberikan wawasan dan pengalaman baru, sehingga dapat membantu para pelaku UMKM di Indonesia berjaya di negeri sendiri.

Beri Komentar