Penutupan Gerai Ritel Disebut-sebut Karena Daya Beli Masyarakat Turun.
Dream – Belakangan ini, kabar penutupan gerai ritel menjadi perhatian publik. Perbincangan ini berawal dari PT Ramayana Lestari Sentosa yang menutup delapan gerainya di seluruh Indonesia.
Begitu pula dengan PT Matahari Department Store Tbk yang berencana akan menutup dua gerainya di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan.
Penutupan gerai ritel ini disebut-sebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat. Tapi, pemerintah membantah kabar itu.
Dilansir dari Merdeka.com, Selasa 19 September 2017, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menepis anggapan daya beli masyarakat melemah. Sri Mulyani mengatakan data-data ekonomi menunjukkan kondisi perekonomian negara dalam keadaan baik.
“ Kami terus observasi. Data perpajakan kita menunjukkan ekonomi cenderung positif, bahkan lebih baik,” kata dia di Jakarta.
Sri Mulyani sedang mengkaji penyebab penutupan beberapa gerai perusahaan ritel ini. Perubahan pola konsumsi masyarakat merupakan salah satu komponen yang akan dipelajari.
“ Kehadiran secara fisik versus kegiatan-kegiatan retailer yang lain, ya, kami lihat saja apakah ini perubahan pola konsumsi dan lain-lain,” kata mantan Direktur Perencana Bank Dunia itu.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengakui kinerja ritel modern pada kuartal I 2017 memburuk.
Pada awal Ramadan 2017, pertumbuhan ritel turun dari 4,1 persen pada 2017 menjadi 3,6 persen pada Mei 2017. Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey, menengarai penyebabnya adalah menurunnya daya beli masyarakat yang cukup drastis sekitar 10-12 persen.
Alhasil, Roy mengatakan peritel harus melakukan efisiensi. Seperti penghematan listrik, pembatasan varian produk, dan memilih lokasi gerai.
Berbicara tentang penutupan, peritel menutup gerai di suatu tempat dan memindahkannya ke tempat baru.
“ Indonesia Timur masih berpeluang daripada Indonesia Barat dan Tengah. Kalaupun ada toko yang tidak ekonomis, akan direlokasi,” kata dia. (ism)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global