Gerai Ritel Tutup dan Daya Beli Turun, Ini Kata Sri Mulyani

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 19 September 2017 11:28
Gerai Ritel Tutup dan Daya Beli Turun, Ini Kata Sri Mulyani
Ada dua ritel yang menutup beberapa tokonya.

Dream – Belakangan ini, kabar penutupan gerai ritel menjadi perhatian publik. Perbincangan ini berawal dari PT Ramayana Lestari Sentosa yang menutup delapan gerainya di seluruh Indonesia.

Begitu pula dengan PT Matahari Department Store Tbk yang berencana akan menutup dua gerainya di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. 

Penutupan gerai ritel ini disebut-sebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat. Tapi, pemerintah membantah kabar itu. 

Dilansir dari Merdeka.com, Selasa 19 September 2017, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menepis anggapan daya beli masyarakat melemah. Sri Mulyani mengatakan data-data ekonomi menunjukkan kondisi perekonomian negara dalam keadaan baik.

“ Kami terus observasi. Data perpajakan kita menunjukkan ekonomi cenderung positif, bahkan lebih baik,” kata dia di Jakarta.

Sri Mulyani sedang mengkaji penyebab penutupan beberapa gerai perusahaan ritel ini. Perubahan pola konsumsi masyarakat merupakan salah satu komponen yang akan dipelajari.

“ Kehadiran secara fisik versus kegiatan-kegiatan retailer yang lain, ya, kami lihat saja apakah ini perubahan pola konsumsi dan lain-lain,” kata mantan Direktur Perencana Bank Dunia itu.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengakui kinerja ritel modern pada kuartal I 2017 memburuk.

Pada awal Ramadan 2017, pertumbuhan ritel turun dari 4,1 persen pada 2017 menjadi 3,6 persen pada Mei 2017. Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey, menengarai penyebabnya adalah menurunnya daya beli masyarakat yang cukup drastis sekitar 10-12 persen.

Alhasil, Roy mengatakan peritel harus melakukan efisiensi. Seperti penghematan listrik, pembatasan varian produk, dan memilih lokasi gerai.

Berbicara tentang penutupan, peritel menutup gerai di suatu tempat dan memindahkannya ke tempat baru.

“ Indonesia Timur masih berpeluang daripada Indonesia Barat dan Tengah. Kalaupun ada toko yang tidak ekonomis, akan direlokasi,” kata dia. (ism) 

Beri Komentar