Pencairan Klaim Asuransi Covid-19 Sentuh Rp1,46 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 9 Juni 2021 17:13
Pencairan Klaim Asuransi Covid-19 Sentuh Rp1,46 Triliun
Pencairan ini terjadi sejak Maret 2020.

Dream – Asoasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pencairan klaim COVID-19 selama periode Maret 2020-Februari 2021 mencapai Rp1,46 triliun. Pencairan klaim ini berasal dari 24.997 polis.

Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi AAJI, Simon Imanto, mengatakan, dari jumlah ini, ada 87,41 pesen di antaranya pencairan klaim sudah selesai. Nilainya mencapai Rp1,28 triliun.

“ (Ada) 12,59 persen lainnya masih berstatus dalam proses klaim senilai Rp38,6 triliun,” kata Simon dalam konferensi pers virtual, ditulis Rabu 9 Juni 2021.

Selain itu, dia juga menyebut total pencairan klaim pada kuartal I 2021 mencapai Rp47,68 triliun. Angkanya naik 23,5 persen kuartal yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp38,6 triliun.

Simon juga menambahkan total nilai tebus (surrender) naik dari Rp21,85 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp28,54 triliun pada kuartal II 2021. Peningkatan ini terjadi karena ada kenaikan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai.

“ Kami menyarankan nasabah cukup melakukan klaim partial withdrawal agar mereka tetap memiliki sebagian dana sekaligus masih memiliki perlindungan jiwa,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Pendapatan Premi Asuransi Meroket 13.591 Persen di Kuartal I-2021

Dream – Kinerja industri asuransi jiwa Indonesia di tengah tekanan pandemi Covid-19 mampu menerjang badai. Pendapatan usaha industri dilaporkan melesat tajam pada kuartal I-2021.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, mengatakan pendapatan usaha perusahaan asuransi yang meningkat 13.591,6 persen dari kuartal I-2020 yang mencatatkan minus Rp460 miliar menjadi Rp62,66 triliun. Laporan keuangan ini berasal dari 58 perusahaan asuransi yang terdaftar di AAJI.

 

© Dream

 

 

“ Pada kuartal pertama 2020, pertumbuhannya melambat, sekarang rebound,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa 8 Juni 2021.

Kinerja yang kinclong ini ditopang oleh pertumbuhan total pendapatan premi senilai Rp57,45 triliun, hasil investasi Rp2,44 triliun, klaim reasuransi Rp1,55 triliun, dan pendapatan lainnya Rp1,21 triliun.

2 dari 3 halaman

Berkat Bancassurance

Total pendapatan premi menjadi sumber pendapatan terbesar untuk perusahaan. Angkanya naik 28,5 persen dari Rp44,72 triliun menjadi Rp57,45 triliun.

Pendapatan premi bisnis baru senilai Rp37,04 triliun, naik 42,03 persen dari Rp26,03 triliun pada kuartal I 2020. Kemudian, premi bisnis lanjutan meningkat 9,3 persen dari Rp18,68 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp20,41 triliun pada kuartal I 2021.

Total pendapatan premi yang meningkat, lanjut Budi, disebabkan oleh banccassurance. Saluran penjualan asuransi ini dinilai berperan besar untuk mengerek total pendapatan premi.

“ Menariknya, pertumbuhan total premi ini lebih banyak didorong oleh peningkatan premi yang masif dari saluran distribusi baccassurance,” kata dia.

Para periode sebelumnya, saluran penjualan yang memanfaatkan kerja sama bank dengan perusahaan asuransi, naik 55 persen dari periode sebelumnya.

“ Hebatnya, bancassurance memiliki kontribusi lebih dari separuh dari total premi yang didapatkan pada kuartal pertama tahun ini, tepatnya sekitar 53 persen,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Terdampak Pandemi

Pertumbuhan juga terjadi di saluran distribusi alternatif sebesar 35 persen atau berkontribusi sebesar 18,8 persen dari total pendapatan premi. Tapi, ada juga perlambatan di saluran distribusi keagenan sebesar 5,8 persen dan telemarketing 14,3 persen.

Budi mengatakan penjualan melalui agen turun karena terdampak pandemi. Keterbatasan tatap muka menjadi penyebabnya.

“ Keterbatasan dalam bertemu dengan calon nasabah menjadi penyebab utama dari menurunnya produktivitas walaupun sudah ada relaksasi yang diberikan OJK,” kata dia.

Beri Komentar