© 2026 Pasar Tradisional (Pexels.com-Smaart)
DREAM.CO.ID - Pagi masih merah. Selembar Rp100.000 lompat dari dompet. Sarapan. Ongkos. Beli camilan untuk bekal. Menjelang siang, warna sudah berubah biru. Rp50 ribu berpindah tangan. Makan siang. Kopi. Parkir. Entah apa lagi.
Petang, kelir mulai ungu, Tinggal Rp10 ribu. Sisa yang terselip di dompet itu habis pula untuk transaksi-transaksi kecil. Rokok. Beli minum. Ongkos balik. Jajan sebelum sampai rumah, jika masih tersisa.
Besok, warna-warna itu kembali keluar. Begitu seterusnya.
Begitulah, uang datang dan pergi. Sebagian terasa besar. Sebagian nyaris tak terasa. Tetapi ketika ditotal semua, jumlahnya bikin mata terbelalak. Jumlah pengeluaran tidak kecil.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata belanja itu dalam laporan bertajuk Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 yang dirilis pada Senin, 5 Oktober 2026.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Indonesia pada Maret 2026 sebesar Rp1.657.281. Angka itu naik 5,62 persen dari Maret 2025, yang sebesar Rp1.569.088. Pengeluaran yang tercatat tersebut untuk makanan dan non makanan.

Tiga provinsi dengan nilai pengeluaran per kapita tertinggi dalam sebulan adalah DKI Jakarta sebesar Rp3.077.110. Kedua ada Kepulauan Riau dengan Rp2.474.716. Ketiga Kalimantan Timur dengan Rp2.271.012.
BPS mencatat, rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai Rp825.308 per kapita per bulan pada Maret 2026. Angka itu naik dari Rp775.516 pada Maret 2025.
Tiga provinsi dengan nilai tertinggi rata-rata pengeluaran kelompok makanan per kapita sebulan adalah Papua Pegunungan Rp1.267.707, DKI Jakarta Rp1.195.685, dan Kepulauan Riau Rp1.096.863.
Sedangkan, pengeluaran rata-rata untuk kelompok bukan makanan pada Maret 2026 sebesar Rp831.974, naik dari Rp793.572 pada Maret 2025.
Tiga provinsi dengan nilai tertinggi rata-rata pengeluaran kelompok bukan makanan per kapita sebulan adalah DKI Jakarta Rp1.881.425, Kepulauan Riau Rp1.377.853, dan Kalimantan Timur Rp1.252.949.

Angka-angka di atas memang rata-rata total. Di dalamnya, ada aneka ragam pengeluaran. Ada banyak pengeluaran kecil yang berjalan setiap hari. Namun jika ditotal, terbilang lumayan jumlahnya.
Makan dan minum jadi, misalnya. Pengeluarannya mencapai Rp277.302 per kapita per bulan. Setahun sebelumnya Rp248.501. Ada kenaikan Rp28.801. Dalam setahun, pos ini tumbuh 11,59 persen.
Kopi punya cerita sendiri. Dalam sepekan, orang Indonesia rata-rata mengeluarkan Rp1.142 untuk kopi bubuk atau biji. Kopi instan sachet Rp1.687. Jika digabung, sekitar Rp2.829 menguap untuk kopi setiap pekan.
Mie juga demikian. Pengeluaran untuk mie bakso, mie rebus, dan mie goreng sekitar Rp5.146 per minggu. Mie instan hanya sekitar Rp446.
Rokok dan tembakau tak ketinggalan. Rata-rata pengeluarannya mencapai Rp94.180 per kapita per bulan. Setahun sebelumnya Rp91.708. Jumlah itu lebih dari dua kali pengeluaran untuk daging, yang rata-rata pengeluarannya hanya Rp40.352 per kapita per bulan.

Pengeluaran digital, rata-rata untuk pulsa telepon menghabiskan sekitar Rp15.245 per bulan. Internet sekitar Rp34.889. Jika digabung, keduanya mencapai lebih dari Rp50 ribu per kapita per bulan.
Dana penampilan juga dihitung. Kosmetik dan parfum sekitar Rp11.075 per bulan. Perawatan kulit, wajah, kuku, dan rambut Rp14.588. Sabun, pasta gigi, sikat gigi, dan sampo Rp16.881. Jika ditotal, kebutuhan tersebut mencapai sekitar Rp42 ribu per kapita per bulan.
Sementara itu, biaya rumah tetap menjadi salah satu tempat uang paling banyak berlabuh. Pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga mencapai Rp424.251 per kapita per bulan. Setahun sebelumnya Rp398.657.
Ada pula barang dan jasa lainnya. Pengeluarannya Rp208.038 per kapita per bulan. Pada Maret 2025, angkanya Rp200.710. Sementara, pengeluaran untuk pajak, pungutan, dan asuransi mencapai Rp68.869 per kapita per bulan. Setahun sebelumnya Rp64.711.
Jadi, uang yang keluar bukan hanya untuk mengisi perut. Ada rumah yang harus dibayar untuk tetap menyala. Ada koneksi internet yang harus tetap tersambung. Ada kebutuhan perawatan. Ada pajak dan asuransi.
Rokok, kopi, mie, minuman, dan berbagai pengeluaran kecil lain yang terasa sepele ketika dibayar satu per satu. Jika semua ditotal, rata-rata pengeluaran menjadi Rp1.657.281 per kapita setiap bulan.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru
