Hassan Ali Qafaf (Emirates 24l7)
Dream - Hassan Ali Qafaf. Usianya sudah 19 tahun. Namun secara fisik remaja ini terlihat masih seperti bocah yang usianya tak lebih dari 10 tahun. Bukan hanya ukuran tubuh, wajah remaja asal Uni Emirat Arab ini juga masih seperti bocah.
Dikutip Dream dari laman Emirates 24l7, Minggu 14 Desember 2014, pertumbuhan tubuh Hassan berhenti saat usianya masih 7 tahun. Pertumbuhan tubuhnya terhambat karena penyakit hipoglikemia –kadar gula darah rendah.
Karena perkembangan tubuh yang tak normal itu Hassan sulit bersekolah. Banyak sekolah menolak Hassan karena kondisi ini. Beruntung Hassan diterima oleh sebuah sekolah dan mulai mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak pada usia 7 tahun.
Kini, dalam usia 19 tahun, Hassan masih berada di kelas 12. Namun, prestasinya cemerlang. Dia menjadi salah satu siswa top di sekolahnya. Rata-rata nilainya mencapai 90.
Perkembangan mental Hassan juga normal. Hassan juga bisa berinteraksi wajar dengan teman-temannya di sekolah. Saat ini, dia tengah menjalani pengobatan intensif yang memungkinkan tubuhnya bisa sedikit tumbuh dan bisa hidup lebih nyaman di tengah masyarakat.
Hassan memang mengaku kerap mendapat ejekan saat berinteraksi dengan teman-teman sekolah dan warga lain. Namun dia bisa menghadapi kondisi ini dengan bijaksana, sehingga orang-orang mulai menghargai Hassan.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru
