Berebut Suara Gen Z, Penentu Pemilu 2029

Reporter : Eko
Senin, 5 Oktober 2026 15:03
Berebut Suara Gen Z, Penentu Pemilu 2029
Puluhan juta Gen Z akan memasuki usia pemilih pada Pemilu 2029. Jumlahnya besar, tetapi suara mereka tidak tunggal.

DREAM.CO.ID - Pada Pemilu 2024, ada puluhan juta pemilih muda di bilik suara. Sebagian baru pertama kali memilih. Sebagian lainnya sudah pernah mencoblos pada Pemilu 2019.

Komposisi mereka tidak kecil. Bahkan sangat besar.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 50.645.669 pemilih Generasi Z dalam DPT Pemilu 2024. Jumlah itu setara 24,94 persen dari 203.056.748 pemilih dalam negeri. KPU mendefinisikan Gen Z sebagai pemilih berusia 15-27 tahun.

Gen Z menjadi kelompok generasi terbesar kedua setelah milenial. Jumlah milenial mencapai 67.909.820 atau 33,44 persen. Jika keduanya digabung, pemilih Gen Z dan milenial mencapai 58,38 persen Daftar Pemilih Tetap ( DPT).

Itu artinya, lebih dari separuh pemilih berasal dari dua generasi muda. Kelompok yang tumbuh bersama internet. Bukan hanya dalam pemilihan presiden, suara mereka juga ikut menentukan komposisi DPR, DPD, dan DPRD.

Laporan Kronologis Temuan Surat Suara Tercoblos di Malaysia

KPU mencatat tingkat partisipasi nasional Pemilu 2024 mencapai 81,78 persen untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Untuk pemilihan anggota DPR RI, angkanya 81,42 persen.

Namun, angka itu belum merinci secara khusus partisipasi Gen Z. KPU tidak menerbitkan angka partisipasi nasional untuk menghitung berapa persen Gen Z datang ke TPS. Oleh karena itu, kita perlu melihat angka partisipasi Gen Z melalui pemetaan yang dilakukan melalui survei khusus pemilih muda.

Misalnya Arus Survei Indonesia (ASI) yang melakukan survei nasional terhadap Gen Z pada 16-21 Desember 2023. Survei itu digelar di 34 provinsi dengan 1.200 responden Gen Z berusia 17-23 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui random digit dialing. Margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut jajak pendapat itu, 86,3 persen responden menyatakan akan menggunakan hak pilih pada 14 Februari 2024. Sebanyak 8,2 persen menyatakan tidak akan memilih. Sisanya 5,6 persen tidak menjawab.

Merujuk hasil survei itu, minat memilih dari Gen Z cukup tinggi. Tetapi hasil itu hanya menggambarkan niat sebelum pemungutan suara, bukan catatan kehadiran Gen Z di TPS.

Penelitian lain yang dimuat dalam Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia memberi angka berbeda. Penelitian terhadap 802 responden Gen Z menemukan 88,78 persen menyatakan akan menggunakan hak suara pada Pemilu 2024. Sebanyak 8,98 persen masih ragu, dan 2,24 persen menyatakan tidak akan memilih.

Ada pula survei Student Research Center (SRC) PW IPNU Jawa Timur pada Desember 2023. Dalam survei terhadap Gen Z dan milenial, 96 persen responden menyatakan akan ikut memilih. Sebanyak 4 persen menyatakan tidak memilih atau tidak tahu.

Namun, angka-angka survei tersebut bukanlah tingkat partisipasi aktual Gen Z secara nasional dalam pemilu yang lalu. Itu hanya hasil survei. Populasi, wilayah, dan metodologi setiap survei berbeda.

Soal Surat Suara Tercoblos, Bawaslu Hati-hati

Survei ASI juga memotret hal lain dalam pemilu. Jajak pendapat menjelang Pemilu 2024 itu mendapati suara Gen Z tidak sama. Persaingan ketat.

Dalam simulasi tiga pasangan capres-cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 34,9 persen. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 33,1 persen. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 26,1 persen. Sebanyak 5,9 persen belum menentukan pilihan.

Untuk pilihan partai, PDIP berada di posisi teratas dengan 22,5 persen. Gerindra 16 persen. PKS 15 persen. PKB 12,3 persen. Golkar 10,1 persen. NasDem 7,9 persen. Demokrat 4 persen. PAN 3,3 persen dan PSI 1,8 persen.

Sekali lagi, angka-angka itu hanyalah hasil survei menjelang Pemilu 2024. Meski demikian, survei-survei itu menunjukkan bahwa sebelum hari pencoblosan, keinginan pemilih muda untuk datang ke TPS tergolong tinggi.

Bagaimana Pemilu 2029?

Pada Pemilu 2029 tentu komposisinya berbeda. Sebagian Gen Z yang pada 2024 belum cukup umur akan masuk bilik suara. Mereka yang lahir pada 2010-2012, misalnya, akan berusia 17-19 tahun pada 2029. Sebaliknya, Gen Z tertua akan memasuki usia awal 30-an.

Mari kita lihat data Badan Pusat Statistik (BPS). Data itu memproyeksikan penduduk Indonesia pada 2029 mencapai 291,90 juta jiwa. Dalam proyeksi berdasarkan kelompok umur, penduduk usia 15-19 tahun mencapai 21,90 juta, usia 20-24 tahun 21,93 juta, usia 25-29 tahun 21,72 juta, dan usia 30-34 tahun 21,53 juta.

Jika definisi Gen Z yang digunakan adalah mereka yang lahir pada 1997-2012, maka pada 2029 kelompok ini berada kira-kira pada rentang usia 17-32 tahun.

Surat Suara Tercoblos di Selangor, Bawaslu: Jangan Dilihat Berlebihan

Dengan menggunakan proyeksi BPS dan memperkirakan bagian usia 17-32 dari kelompok umur tersebut, jumlah Gen Z pada 2029 berada di kisaran 69,7 juta orang. Namun sekali lagi harus dicatat, angka itu adalah proyeksi penduduk usia Gen Z, bukan DPT Pemilu 2029.

Jika dibandingkan dengan sekitar 213 juta penduduk Indonesia yang diproyeksikan berusia 17 tahun ke atas pada 2029, Gen Z berpotensi mencakup sekitar sepertiga populasi usia pemilih.

DPT 2029 tentu bisa berbeda. Ada penduduk yang belum masuk DPT. Ada perpindahan domisili. Ada warga negara yang tinggal di luar negeri. Ada pula faktor administrasi kependudukan. Karena itu, angka 69,7 juta bukanlah jumlah resmi pemilih Gen Z Pemilu 2029.

KPU menyebut komposisi generasi muda tetap dominan. Dalam sosialisasi pendidikan pemilih pada 25 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya, KPU menyebut Gen Z dan milenial mencakup 56 persen DPT Pemilu 2024.

“ Kenapa 56 persen itu penting? Bayangkan 56 persen dari jumlah pemilih kita itu adalah penentu. Subjek penentu,” kata anggota KPU, Iffa Rosita.

Menurut Iffa, kelompok inilah penentu masa depan bangsa. Indonesia mau dibawa ke arah mana, yang kelompok muda ini yang menentukan.

“ Kalian yang ada di dalam ruangan ini, oke? 56 persen dari jumlah pemilih kita adalah anak-anak muda, yaitu milenial dan Gen Z,” imbuh Iffa.

Sementara, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jambi, Suparmin, dalam sebuah sosialisasi menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa melalui partisipasi aktif pada Pemilu.

“ Pada Pemilu 2029, lebih dari 50 persen pemilih berasal dari generasi Z. Artinya, kalianlah yang akan mendominasi arah masa depan bangsa. Karena itu, sangat penting bagi pelajar untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih cerdas,” ujar Suparmin.

Beri Komentar