Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa syariah tak kuasa menahan aksi ambil untung (profit taking) investor. Ditutup melemah, dua indeks syariah sempat dibawa investor menguat tinggi.
Namun memasuki sesi perdagangan kedua, pelaku pasar justru berbalik arah. Aksi jual mendominasi perdagangan dan memaksa investor melakukan cut loss.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 11 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,502 poin (1,06%) ke level 140,490.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terkoreksi 9,166 poin (1,55%) ke level 582,208.
Kedua indeks saham syariah sempat menyentuh zona positif. ISSI bertengger di level tertinggi 142,791 sementara JII di level 594,705.
Transaksi perdagangan saham syariah mencatatkan nilai Rp 3 triliun dengan 36,49 miliar saham berpindahtangan.
Ditengah rontoknya bursa saham Indonesia, dua indeks sektoral sukses masuk zona hijau. Emiten sektor industri aneka menguat 0,83 persen dan properti 0,65 persen.
Aksi jual investor menyeret 107 emiten syariah masuk zona merah. Sementara 64 lainnya sukses bergerak menguat dan 45 lainnya bertahan stagnan.
Saham bluechips syariah yang masuk jajaran top losser kali ini diantara UNVR yang turun Rp 1.300 per saham. Disusul AALI Rp 625, ICBP Rp 375, INTP Rp 375, dan SILO Rp 350 per saham.
Sementara saham-saham yang berhasil menguat diantaranya SCMA yang naik Rp 90, ASII Rp 75, AKRA Rp 50, WIKA Rp 25, dan WSKT Rp 25 per saham.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia sore ini memang dilanda aksi jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 4.500, sore ini ditutup melemah 48,454 poin (1,08%) ke level 4.451,053.
Lantai bursa relatif ramai oleh aksi jual beli saham dengan dana mencapai Rp 6,69 triliun.
Advertisement