Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa syariah tak kuasa menahan aksi ambil untung (profit taking) investor. Ditutup melemah, dua indeks syariah sempat dibawa investor menguat tinggi.
Namun memasuki sesi perdagangan kedua, pelaku pasar justru berbalik arah. Aksi jual mendominasi perdagangan dan memaksa investor melakukan cut loss.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 11 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,502 poin (1,06%) ke level 140,490.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terkoreksi 9,166 poin (1,55%) ke level 582,208.
Kedua indeks saham syariah sempat menyentuh zona positif. ISSI bertengger di level tertinggi 142,791 sementara JII di level 594,705.
Transaksi perdagangan saham syariah mencatatkan nilai Rp 3 triliun dengan 36,49 miliar saham berpindahtangan.
Ditengah rontoknya bursa saham Indonesia, dua indeks sektoral sukses masuk zona hijau. Emiten sektor industri aneka menguat 0,83 persen dan properti 0,65 persen.
Aksi jual investor menyeret 107 emiten syariah masuk zona merah. Sementara 64 lainnya sukses bergerak menguat dan 45 lainnya bertahan stagnan.
Saham bluechips syariah yang masuk jajaran top losser kali ini diantara UNVR yang turun Rp 1.300 per saham. Disusul AALI Rp 625, ICBP Rp 375, INTP Rp 375, dan SILO Rp 350 per saham.
Sementara saham-saham yang berhasil menguat diantaranya SCMA yang naik Rp 90, ASII Rp 75, AKRA Rp 50, WIKA Rp 25, dan WSKT Rp 25 per saham.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia sore ini memang dilanda aksi jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 4.500, sore ini ditutup melemah 48,454 poin (1,08%) ke level 4.451,053.
Lantai bursa relatif ramai oleh aksi jual beli saham dengan dana mencapai Rp 6,69 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya