Penjualan Busana Muslim Diprediksi Meningkat Hingga 2024

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 19 Maret 2021 14:12
Penjualan Busana Muslim Diprediksi Meningkat Hingga 2024
Sektor fesyen Muslim menjadi salah satu korban pandemi COVID-19.

Dream – Belanja produk pakaian Muslim ikut terdampak pandemi Covid-19. Menurut State of Gobal Islamic Economy Report 2020/2021, nilainya turun 2,9 persen menjadi US$268 miliar, atau sekitar Rp3,9 triliun.

Namun, angka ini diprediksi pulih pada 2021 dan akan terus tumbuh hingga 2024.

Dikutip dari keterangan tertulis MUFFEST, Jumat 19 Maret 2021, sektor fesyen Muslim di Tanah Air ikut terpengaruh pandemi ini. Beragam cara dilakukan untuk membangkitkan sektor fesyen Muslim. Salah satunya dengan menggelar MUFFEST 2021. Acara ini digelar oleh Indonesian Fashion Chamber dengan Dyandra Promosindo.

National Chairman IFC, Ali Charisma, mengatakan aara ini mengusung tema “ Recovery for Fashion Industry”. MUFFEST 2021 diharapkan dapat menciptakan suatu gerakan yang kuat dalam membangkitkan semangat positif dan optimisme bagi seluruh ekosistem industri fesyen muslim dari situasi pandemi yang masih melanda.

“ Pandemi global menuntut para pelaku usaha fesyen muslim untuk dinamis beradaptasi dengan perubahan untuk tetap bertahan di masa krisis. MUFFEST 2021 hadir sebagai platform yang dapat membantu pelaku industri fesyen muslim untuk mulai memulihkan bisnis secara estafet,” kata Ali di Jakarta.

Pihaknya tetap menggelar MUFFEST untuk membantu para pelaku di fesyen Muslim. Itu bukan berarti mengabaikan pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“ Kita respek terhadap peraturan pemerintah. Namun, kita harus bisa survive, berusaha, bergerak, untuk menjalankan roda ekosistem fesyen nasional,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Digelar Secara Hybrid

MUFFEST 2021 untuk pertama kalinya diselenggarakan secara hybrid di lima kota besar, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bekasi, dan Bandung sebagai solusi di tengah pandemi dengan turut membantu keberlangsungan pelaku bisnis fesyen di Indonesia, mulai dari desainer hingga UMKM.

“ Untuk pertama kalinya, MUFFEST akan menyuguhkan konsep pameran hybrid yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya,” kata Presiden Direktur Dyandra Promosindo. Hendra Noor Saleh.

Inovasi yang menggunakan teknologi digital ini bisa mempermudah proses bisnis saat ini. “ Kami berupaya untuk mendukung pelaku usaha lokal dan desainer dalam negeri dalam mempromosikan produknya secara nasional, melalui penyelenggaraan MUFFEST yang hadir di berbagai kota besar,” kata dia.

MUFFEST tidak hanya memberi kesempatan pelaku kreatif untuk mempresentasikan karyanya dan mengembangkan sisi bisnis dengan konsep branding, promosi, dan penjualan, namun juga mengajak pelaku dan konsumen untuk lebih mempunyai tanggung jawab melalui konsep sustainable serta menggaungkan kembali gerakan cinta produk Indonesia. Sejalan dengan Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia yang dicanangkan oleh Pemerintah.

MUFFEST 2021 akan menghadirkan exhibition yang memperkuat konsep ritel atau B2C (Business to Customer), fashion show yang menampilkan karya-karya dari desainer busana muslim kebanggaan tanah air, serta didukung dengan kegiatan yang inspiratif dan interaktif, antara lain talkshow dan fashion presentation.

Dengan konsep hybrid, kegiatan MUFFEST 2021 dilakukan secara offline dengan memperhatikan protokol kesehatan sesuai peraturan pemerintah. Acara ini juga digelar secara virtual agar bisa dijangkau oleh masyarakat lebih luas, khususnya dari daerah yang tidak bisa hadir secara langsung.

Secara virtual, MUFFEST 2021 dapat diakses streaming melalui www.muslimfashionfestival.com, YouTube Channel: Muslim Fashion Festival dan Instagram Live di @muslimfashionfestival.

MUFFEST 2021 diselenggarakan pada tanggal 18-28 Maret 2021 di Kota Kasablanka Jakarta. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di JCC Senayan. Tahun ini MUFFEST berkolaborasi dengan mall atau retail selaku official venue yang telah mendapatkan izin untuk beroperasi saat pandemi. Dengan kolaborasi ini diarahkan dapat membuka jalan untuk lebih mengoptimalkan etalase MUFFEST untuk menggaungkan produk fesyen muslim Indonesia lebih meluas.

2 dari 2 halaman

Didukung Pemerintah

Perhelatan MUFFEST 2021 secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo yang diwakilkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki. Teten mengatakan Indonesia telah mencanangkan diri sebagai produsen produk halal terbesar dunia pada 2024 dan dimulai dengan fesyen Muslim.

“ Konsep yang harus kita dukung bersama melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Untuk menjadi pusat mode muslim dunia kita perlu melakukan promosi terpadu seperti yang dilakukan MUFFEST,” kata dia.

Sinergi ini bisa dilakukan dengan para pelaku di dalam negeri dan luar negeri. Dengan begitu, Indonesia bisa memperkuat posisinya sebagai pusat mode Muslim di dunia.

“ Dengan terselenggaranya MUFFEST 2021, semoga akan banyak menghasilkan transaksi perdagangan dan kerjasama secara berkelanjutan. Mari kita tingkatkan beanja produk lokal, UMKM, dan bertumbuh mendukung perbaikan perekonomian nasional,” kata dia.

Beri Komentar