Perang Mata Uang Goncang Ekonomi RI

Reporter : Kurnia
Kamis, 20 Agustus 2015 20:02
Perang Mata Uang Goncang Ekonomi RI
Dua negara membuat ekonomi Indonesia saat ini tersudut.

Dream - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Firmanzah mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia berada di tengah suasana global yang tidak menguntungkan. Dua negara yang mempunyai pengaruh besar dalam ekonomi dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok saat ini sedang dalam situasi yang tidak stabil.

“ Amerika Serikat sedang menuju perbaikan ekonomi yang sebenarnya menimbulkan masalah bagi kita,” seloroh Firmanzah dalam seminar Penguatan Ekonomi Nasional melalui Peningkatan Kualitas Manusia di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2015.

Menurut Firmanzah,  bila Negeri Paman Sam ini sudah membaik secara ekonomi, Bank Sentral-nya akan segera menaikkan suku bunga dan pada tingkatan selanjutnya, imbal hasil di negara itu akan naik pula.

Kekhawatiran ini yang menyebabkan kurs rupiah terdepresiasi dan pasar modal di Tanah Air semakin terperosok. 

Sementara Tiongkok saat ini tengah berjuang mengatasi pertumbuhan ekonominya yang melambat hanya 6,9 persen. Sebagai rekan dagang utama Indonesia, melambatnya pertumbuhan ekonomi di Negeri Tirai Bambu ini menyebabkan turunnya permintaan komoditas.

Ekonom yang menjabat Rektor Universitas Paramadina ini juga menambahkan kondisi semakin berat seiring keputusan Bank Sentral Tiongkok mendevaluasi Yuan. Langkah ini kemudian diikuti oleh Vietnam. Alhasil, perekonomian global saat ini seolah tengah perang mata uang.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Firmanzah menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia selama dua kuartal di 2015 mengalami perlambatan. Yaitu 4,71 persen pada kuartal I dan 4,67 persen pada kuartal II. Dia pun pesimis memandang pertumbuhan ekonomi di kuartal selanjutnya.

“ Kita harus realistis karena target pertumbuhan ekonomi kita menurut saya tidak akan mencapai yang ditargetkan APBNP. Perkiraan saya, kalau Bank Sentral Amerika menaikkan suku bunga pada September 2015, pertumbuhan kita hanya mencapai 4,8 persen,” tutup Firmanzah.

Beri Komentar