Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perbankan syariah ingin Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), terutama produk sukuk berbasis proyek (Project by Sukuk/PBS) masuk ke dalam sumber pembiayaan. Usulan ini disampaikan Direktur Wholesale Banking PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Kusman Yandi.
" Kami meminta supaya bisa diperhitungkan (menjadi sumber) pembiayaan," kata Kusman kepada wartawan di Jakarta, Senin 25 April 2016.
Kusman optimistis industri perbankan syariah akan semakin menggeliat jika PBS dimasukan sebagai sumber pembiayaan. " Tentu bank syariah yang punya kelebihan likuditas, semangat lagi untuk membeli sukuk," kata dia.
Masuknya PBS ke sumber pembiayaan, Kusman melanjutkan, juga bisa memperkecil angka pembiayaan bermasalah (non performing financing). Menurut data BSM, angka NPF bank syariah pada tahun 2015 mencapai 6 persen. Tahun ini, angka tersebut ditargetkan turun di angka 5 persen.
Menurut Kusman, setidaknya ada tiga manfaat yang bisa dinikmati perbankan syariah dengan masuknay usulan tersebut. Pertama, PBS merupakan instrumen yang aman untuk berinvestasi.
" Ini benar-benar surat utang negara yang underlying-nya itu project," kata dia.
Kedua, PBS juga akan memperbesar pasar pembiayaan bank syariah. Ketiga, PBS ini akan memperkecil angka non performing finance (NPF).
Pada bagian lain, Kusman mengatakan pihaknya belum bisa mengalihkan sumber pembiayaan dari instrumen Dana Pihak Ketiga (DPK) ke sektor pembiayaan. Di bisnis pembiayaan, BSM mengaku pertumbuhannya pembiayaan bank syariah masih relatif kecil. Pada tahun 2015, angka pembiayaannya sebesar 5 persen.
Untuk itu, BSM mencoba mengalihkan perhatian pada instrumen lain untuk mengalokasikan dana itu, yaitu SBSN. Tahun ini, ditargetkan ada dana Rp10 triliun yang bisa ditempatkan di SBSN.
Hingga kuartal I-2016, BSM melaporkan telah menempatkan dana dalam produk PBS sebesar Rp 4,7 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya