5 BUMN dan 5 Perusahan Swasta Diajak Garap Bisnis di Kongo

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 Januari 2020 18:48
5 BUMN dan 5 Perusahan Swasta Diajak Garap Bisnis di Kongo
Kesepuluh perusahaan itu digaet TSG Global Holdings untuk menjadi mitra.

Dream - The Sandi Group (TSG) Global Holdings menggandeng 10 perusahaan Indonesia untuk ekspansi bisnis ke Kongo. Bersama anak usahanya, PT TSG Utama Indonesia dan Titan Global Capital Pte Ltd, puluhan perusahaan ini diharapkan bisa membantu membangun infrastruktur di Kongo.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 23 Januari 2020, sepuluh perusahaan tersebut adalah PT Wijaya Karya (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Naga Putih Nusantara (NPN), dan PT Nabati Agro Sumaterautara (NAS), PT Widodo Makmur Unggas (WMU), PT Property and Construction, dan PT Aero Bahteranusa Palapa.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan Indonesia dan Afrika untuk penjajakan pengembangan bisnis baru di sektor industri.

“ Skema kolaborasi atau kerja sama yang dilakukan berupa joint operation bisnis,” kata CEO TSG Global Holdings, Rubar Sandi, di Jakarta.

1 dari 6 halaman

Proyek yang Akan Digarap

Di Kongo, TSG Global Holdings bersama WIKA dan LEN akan menggarap pembangunan electric solar panel berkapasitas 200 MW. Proyek ini juga menggandeng Sunplus SARL. WIKA juga akan menggarap proyek pembangunan bendungan di sana.

Ada juga pembangunan infrastruktur kereta sepanjang 1.700 km, pembelian rolling stock, sampai LRT dari kota ke bandara di Kongo.

Sementara di sektor penerbangan, TSG Global Holdings bersama Merpati Nusantara Airlines akan menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan penerbangan di Afrika, khususnya DRC, untuk membuka rute pengangkutan Cargo Indonesia-Afrika. Termasuk juga kerja sama dalam hal Maintenance Repair and Overhaul (MRO) dan Training Centre.

Perusahaan ini juga akan bekerja sama dalam pembelian pesawat NC 212i buatan PT Dirgantara Indonesia.

Rubar menjelaskan pengembangan bisnis ke Republik Demokratik Kongo harus segera dioptimalkan karena beberapa investor AS sedang membuat target investasi di Asia Tenggara dan Afrika. Pemerintah AS bahkan akan mendukung penuh investor yang berencana investasi di Asia Tenggara dan Afrika.

“ Kami memilih kolaborasi dengan perusahaan Indonesia karena Indonesia adalah negara terbesar yang telah menggelar Indonesia-Africa Forum 2018 dan Asia Africa Infrastructure Dialogue pada 2019,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Gandeng Swasta

Selain BUMN, TSG bersama lima perusahaan swasta Indonesia juga turut mengembangkan sektor lainnya di Kongo. Rencananya WMU akan diajak mengembangkan peternakan unggas dengan teknologi baru dan NPN untuk membangun pabrik ternak

Rubas mengharapkan kolaborasi ini bermanfaat besar bagi kemajuan pembangunan Kongo dan perusahaan Indonesia.

“ Dengan adanya kolaborasi ini, ke depan akan lebih banyak lagi kegiatan bisnis antara perusahaan Amerika dengan perusahaan Indonesia, baik untuk kegiatan bisnis di Indonesia sendiri maupun di luar negeri,” kata dia.

3 dari 6 halaman

BUMN Ekspansi ke Afrika, Total Bisnis RI Tembus Rp11,7 Triliun

Dream – Pemerintah Indonesia menandatangani kerja sama dengan pemerintah Afrika di bidang infrastruktur dan transportasi. Semua kerja sama Indonesia dan Afrika mencapai US$822 juta atau sekitar Rp11,7 triliun.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 21 Agustus 2019, perusahaan-perusahaan pelat merah yang terlibat dalam kerja sama yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Bio Farma (Persero) Tbk, PT INKA (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

 

 © Dream

 

Penandatanganan itu dilakukan di depan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini M Soemarno, dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 (IAID) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019.

Di depan delegasi Afrika, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia dan Afrika dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita untuk maju. Selain itu, lanjut Jokowi, Indonesia merupakan partner yang tepat untuk Afrika dalam menjalin kerja sama strategis.

" Indonesia siap dan sangat senang bekerja sama dengan saudara kami di Afrika. Saya ingin pastikan dan tekankan Indonesia adalah teman yang terpercaya, Indonesia is your true partner, your trusted friend,"  kata dia. 

Jokowi mengatakan inilah saat yang tepat untuk mengimplementasikan kerja sama dalam langkah yang nyata.

4 dari 6 halaman

Dorong BUMN Terus Berkarya Hingga Berstandar Internasional

Sementara itu, Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, mengatakan kesepakatan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Afrika kepada pemerintah Indonesia melalui BUMN-BUMN tersebut. Rini mendorong BUMN untuk terus berkarya hingga menjadi perusahaan berstandar internasional.

“ Kerja sama ini menjadikan BUMN-BUMN meningkatkan pelayanan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Saya berharap BUMN-BUMN yang melakukan kerja sama ini bisa menjadi perusahaan kelas dunia,” kata Rini.

Wijaya Karya (WIKA) jadi salah satu BUMN yang akan berinvestasi di bidang infrastruktur yang ada di beberapa negara Afrika. Untuk kesepakatan bisnis yang dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) untuk WIKA di Afrika sebesar US$356 juta atau sekitar Rp4,98 triliun.

Dengan rincian, pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania senilai US$40 juta (Rp569,72 miliar), pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal senilai US$250 juta (Rp3,56 triliun) dan pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading senilai US$66 juta (Rp940,03 miliar).

Kemudian, PT INKA (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero) dan PT KAI (Persero) yang menyasar sektor perkeretaapian. Keempat BUMN tersebut membentuk konsorsium bernama Indonesia Railway Development Consortium (IRDC).

Konsorsium itu diharapkan dapat mengibarkan bendera Indonesia di Afrika karena menawarkan one step solution terkait layanan infrastruktur perkeretaapian. Selain itu, LPEI juga melakukan nota kesepahaman dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI untuk perluasan pasar ekspor perusahaan di kawasan Afrika.

Forum ini antara lain bertujuan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika di berbagai bidang termasuk infrastruktur. Total, ada 53 negara di Afrika yang diundang hadir ke Bali. Forum ini diselenggarakan sejak Selasa hingga hari. Pada forum ini, banyak juga BUMN yang turut berpartisipasi dalam pameran seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

5 dari 6 halaman

WIKA Perpanjang Rekam Jejak Ekspansi Bisnis di Afrika

Dream – Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (Persero), Tumiyana, mengatakan potensi pengembangan infrastruktur tidak hanya berasal dari dalam negeri. Potensi ini juga datang dari proyek-proyek konstruksi luar negeri, dalam hal ini Afrika.

“ Bagi kami pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Masuknya WIKA di pasar infrastruktur Afrika sesuai dengan strategi bisnis WIKA yang menyasar negara-negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur,” kata Tumiyana dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID), di Denpasar, Bali, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

Dia mengatakan, untuk pembiayaan, WIKA bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank. Dukungan pembiayaan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang paling tepat dalam memasuki pasar Afrika.

Tantangannya adalah bagaimana sinergi yang telah terjalin baik dengan Indonesia Eximbank selama ini dapat terus meningkat dengan semakin besarnya kemampuan Indonesia Eximbank untuk me-leverage kapasitas pembiayaan infrastruktur yang trennya semakin naik.

“ Bilamana itu dapat dilakukan, maka akan semakin meningkatkan peluang untuk membuka pasar lebih luas lagi bagi WIKA dan perusahaan Indonesia lainnya dalam ekspansi banyak negara, khususnya di Afrika,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Framework Agreement

Pada pelaksanaan IAID 2019 ini, WIKA terbilang agresif memanfaatkan peluang pembangunan infrastruktur pada negara-negara berkembang di Afrika sebagai momentum untuk selanjutnya diimplementasikan secara nyata.

Bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank, Perseroan mencatatkan kesepakatan bisnis sebesar US$356 juta. Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Fasilitas Buyer's Credit, antara lain akan digunakan untuk proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania sebesar US$40 juta.

Kemudian untuk pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal sebesar US$250 juta, dan untuk pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading, sebesar US$66 juta.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'