Pesawat Angkut 1.700 Kg Beras Hilang Kontak di Papua

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 18 September 2019 15:56
Pesawat Angkut 1.700 Kg Beras Hilang Kontak di Papua
Pesawat ini juga membawa beberapa orang penumpang.

Dream – Sebuah pesawat kargo hilang di Papua. Pesawat ini membawa beberapa kru, penumpang, serta kargo beras.

Pelaksana Tugas kepala Dinas Perhubungan Papua, Yan Purba, menjelaskan, pesawat berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 10.39 WIT.

Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Ilaga pada pukul 11.29 WIT.

" Tapi sampai saat ini pesawat belum mendarat di Bandara Aminggaru, Kabupaten Ilaga," kata Yan, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 18 September 2019.

Menurut dia, pesawat itu mengangkut empat orang, yaitu Dasep, Yudra, Ujang, dan Baharada Hadi. Pesawat tersebut membawa kargo beras seberat 1.700 kg.

(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)

1 dari 5 halaman

Rekaman Mengerikan Pesawat Ambulance Jatuh, Ajaib 2 Orang Selamat

Dream - Rekaman pesawat terbang yang difungsikan sebagai ambulance beredar di media sosial. Dari rekaman video yang beredar, pesawat itu sempat melayang-layang di udara sebelum akhirnya jatuh di sebuah penginapan, di Calamba, Laguna, Filipina, Minggu, 1 September 2019.

Akibat peristiwa itu, sembilan orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, dua orang dilaporkan selamat dengan luka-luka.

Dilaporkan Phil Star, Direktur Kepolisian Laguna, Kolonel Eleazar Matta mengatakan, pesawat ringan 11-kursi yang jatuh di Calamba merupakan pesawat evakuasi medis Beechcraft King Air 350 dengan nomor registrasi RP-C2296. Pesawat itu menabrak Resor Agojo di Subdivisi Miramonte di Purok 6 Barangay Pansol, sekitar dua kilometer dari Gunung Makiling.

 

 

Kecelakaan itu mengakibatkan kebakaran dan meruntuhkan beberapa rumah di Agojo Resort. Eleazar mengatakan, sembilan orang terbakar sempat tak bisa dikenali.

Mereka yang teridentifikasi yaitu, pilot, Kapten. Jesus Hernandez, asisten Lino Cruz Jr., dokter Garret Garcia, perawat Kirk Eoin Badilla dan Yamato Togawa, Ryx Gil Laput, Raymond Bulacja, pasien Tom Carr dan istrinya Erma.

2 dari 5 halaman

Penyebab Masih Dicari

Para pejabat petugas kebakaran mengatakan, dua warga yang diidentifikasi sebagai Malou Roca, 49 tahun, dan putranya John Rey, 19 tahun, terluka dan dilarikan ke rumah sakit JP Rizal.

Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) mengatakan penerbangan itu, datang dari bandara Kota Dipolog di Zamboanga del Norte untuk operasi evakuasi medis di Manila. Pesawat itu kehilangan kontak radar sekitar saat terbang 25 mil laut dari Manila.

Penyidik dikirim ke lokasi untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Seorang saksi mengatakan, pesawat itu terbang menuju Mt. Makiling. Tiba-tiba asap muncul dan pesawat. Saksi itu juga mengatakan pilot mencoba melakukan manuver pesawat, namun akhirnya jatuh.

3 dari 5 halaman

Keajaiban Terjadi, Pesawat Jatuh 103 Penumpang Selamat

Dream - Sebuah pesawat milik maskapai Aeromexico jatuh dan terbakar di Durango, Meksiko. Insiden tersebut terjadi pada Selasa lalu, 31 Juli 2018.

Pesawat tersebut membawa penumpang dengan kapasitas penuh, yaitu 103 orang termassuk dua bayi dan empat awak.

Ajaibnya, tidak ada satupun penumpang tewas dalam insiden tersebut. Sebagian penumpang hanya mengalami luka.

Seorang penumpang, Jackeline Flores, dikutip dari India Times, Jumat 3 Agustus 2018 mengatakan dia bersama putrinya berhasil menyelamatkan diri ketika pesawat berasap dan mengeluarkan api. Paspor dan dokumen-dokumennya terbakar di dalam pesawat.

Insiden ini terjadi beberapa saat setelah pesawat lepas landas di cuaca buruk. Saat itu, Durango sedang diguyur hujan lebat disertai angin kencang.

Gubernur Durango, Jose Rosas Aispuro, mengatakan kencangnya tiupan angin menghantam pesawat sehingga kehilangan keseimbangan. Pesawat miring dan sayap kirinya mengantam tanah kemudian terseret 300 meter dari landasan pacu.

Beberapa saat kemudian pesawat tipe Embraer 190 itu terbakar. Api cepat membesar akibat tiupan angin.

Juru bicara badan perlindungan keselamatan sipil melaporkan sebanyak 85 penumpang mengalami luka ringan. Dua penumpang dinyatakan kritis dan 37 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Aeromexico juga mengumumkan anggota keluarga mendapatkan fasilitas transportasi untuk mendampingi korban.

4 dari 5 halaman

Pemain Chapecoense Korban Pesawat Jatuh 3 Kali Lolos dari Maut

Dream - Pemain klub sepakbola Brazil Chapecoense, Alan Ruschel, selamat dalam insiden jatuhnya pesawat di Kolombia. Dia mengisahkan, insiden itu bukan kali pertama dia lolos dari maut.

Pemain yang dipinjam dari klub Internacional mengalami kecelakaan fatal sebanyak tiga kali. Tetapi, dia selamat dalam tiga kecelakaan itu.

Peristiwa pertama, dia selamat dalam kecelakaan mobil yang sangat fatal. Ke dua, dia pindah tempat duduk dalam jet yang jatuh di Kolombia. Sementara ke tiga, dia terhindar dari kejatuhan bangunan runtuh.

Pemain bek kanan yang kini sudah bernapas tanpa bantuan mesin, diingatkan dokter agar tidak menyepelekan kondisinya.

" Meski dia memiliki tujuh nyawa, dia tidak harus membuang empat lainnya," kata Sonagli, dokter yang menangani Ruschel.

 

5 dari 5 halaman

Ke Brazil

Tim Chapecoense terbang dari Brazil menuju Kolombia menggunakan pesawat carteran milik maskapai asal Bolivia, Lamia. Pesawat itu terbang melewati Bolivia, tapi jatuh di Kota Medellin, Kolombia.

Rencananya, klub sepakbola ini akan bertanding di laga final Copa Sudemericano. Mereka akan melawan klub asal Medellin, Atletico Nacional.

Pemain berusia 27 tahun ini baru sembuh dari operasi tulang belakang yang menyelamatkan nyawanya. Dia sempat dipindahkan ke rumah sakit terkemuka, Somer Clinic, di Rionegro, Kolombia.

Saudara Alan, Alissen, mengunggah foto Alan di Instagram dan mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang telah mendoakannya.

Dia mengatakan, Alan kini tidak lagi menggunakan infus.

Sumber: thesun.co.uk

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie