Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berjanji akan meningkatkan mutu pelayanan seiring meningkatnya jumlah peserta BPJS Kesehatan.
Menurut Kepala Departemen Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi salah satu peningkatan pelayanan yang dilakukan ialah memperbaiki sistem komputerisasi. Perbaikan sistem ini karena menurut penuturan pihak rumah sakit kerap terjadi kesalahan sistem.
" Kami setiap waktu akan ada perbaikan sistem komputerisasi," saat berbincang dengan Dream disela Media Gathering di Hotel Singhasari, Malang, beberapa hari lalu.
Irfan enggan menyalahkan sistem komputerisasi BPJS Kesehatan jika ada akses internet yang lambat. Menurutnya, lambatnya akses tersebut bisa muncul karena ketersediaan jaringan penyedia internet.
" Kalau jaringan internet untuk wilayah di pelosok itu di luar kuasa kami. Saya rasa persoalan itu membutuhkan kerjasama dari pemerintah dan swasta. Kalau sistem kami selama ini sudah berjalan bagus," jelasnya.
Selain perbaikan teknologi, menurut Irfan, BPJS Kesehatan kini juga telah menyediakan ratusan kantor cabang hingga channeling bank. Dia optimis dengan peningkatan pelayanan yang diberikan karena dengan fasilitas kesehatan yang bergabung tumbuh dengan cepat.
" Pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan pada 2015 ini mencapai 200-an unit. Selain itu, sejak 2014 outlet kami baik kantor maupun lokasi pembayaran iuran juga bertambah banyak jumlahnya," ungkapnya.
Dari data yang dikeluarkan BPJS Kesehatan, hingga 4 Desember total sebanyak 155.189.547 orang tercatat menjadi peserta program Jamkesmas. Ratusan peserta itu dapat menggunakan 19.737 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 4.541 unit fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah ditunjuk.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya