Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber Foto: Stella Maris)
Dream - Memiliki startup yang dapat menghadirkan impact sosial bagi masyarakat tentu menjadi impian tiap developer di Tanah Air. Namun, untuk mencapai titik tersebut tentunya diperlukan perjuangan tak kenal lelah yang harus diiringi pula dengan konsistensi.
Mematangkan konsep, menemukan tim, dan mengeksekusi ide jadi fase yang mesti dijalani. Apabila telah terealisasi, perjuangan masih harus berlanjut pada tahap promosi.
Akan tetapi mesti digarisbawahi jika melakukan promosi pun tak bisa berlebihan. Harus disadari fase tersebut bakal lebih efektif bila sedikit diarahkan pada edukasi berbasis produk.
Rahasia ini diungkap oleh Co-Founder Kitabisa.com, M. Alfatih Timur dalam sesi talkshow interaktif Talent Scouting The NextDev 2018 di Hotel Ibiza Style Nagoya, Batam. Menurutnya, proses edukasi itu rumit bahkan sering bikin sebuah early stage startup salah langkah.
"Mengedukasi itu memang enggak mudah. Saya pernah salah sangka. Pertama saya bikin produk, kedua saya ngomong di depan publik. Nah, ngomong di depan publik ini yang saya maksud adalah edukasi. Ternyata itu salah," tutur Alfatih.
Baginya, promosi jangan diisi dengan menggembar-gemborkan startup kepada publik karena kurang efektif. Lebih baik early stage startup melakukan langkah edukasi lewat produk untuk mendapatkan product market.
"Paling benar adalah mengedukasi lewat produk untuk mencari product market. Produk dipakai atau tidak oleh pengguna, kalau tidak dipakai berarti ada sesuatu di produk yang enggak menyelesaikan masalah," lanjut pria yang biasa disapa Timmy ini.

©Stella Maris
Edukasi berbasis produk akan membantu startup untuk melakukan kalkuasi attraction dan intention pada masyarakat. Bila keduanya terhitung tinggi, berarti publik sudah berhasil terdukasi.
"Kalau orang sudah paham dengan senang hati mereka akan me-revert dan menjelaskan ke teman-temannya. Ini momen dari mulut ke mulut. Nah, itu artinya product market," pungkas Timmy.
Tertarik untuk menerapkan kiat promosi efektif dari M. Alfatih Timur, Sahabat Dream? Tak perlu ditunda, segera matangkan konsep startup-mu segera dan submit ke www.thenextdev.id. Jangan lupa untuk mengikuti juga agenda Talent Scouting platform early stage startup terbaik di beberapa kota di Indonesia. Misalnya, Samarinda (Agustus), Yogyakarta (September), dan puncaknya di Jakarta (Oktober).
Yuk, hadirkan impact sosial bagi Indonesia bersama The NextDev 2018!
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan