Punya Drahor dan DPop, Indonesia Yakin Bisa Gusur Korean Wave

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 25 November 2022 18:48
Punya Drahor dan DPop, Indonesia Yakin Bisa Gusur Korean Wave
"Kalau Korea punya drakor, kita punya drahor, Drama Horror. Mereka punya Kpop, kita punya Dpop, dangdut koplo," ujar Sandiaga.

Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melaporkan  ekonomi kreatif Indonesia menempati posisi ketiga di dunia. Urutan pertama diduduki Amerika Serikat (AS) menyusul Korea Selatan (Korsel) di tempat kedua.

Posisi AS sebagai pusat ekonomi kreatif dunia tak terlepas dari keberadaan Hollywood yang mampu produksi film-film ternama hingga menjadi pusat musik dunia. Sementara Korsel diakui telah berhasil membawa Drama Korea (drakor) hingga musiknya yang populer, Korean Pop (KPop) ke kancah internasional.

“ Nah Indonesia sekarang dengan persentase 7,4%, menjadikan kita di posisi ketiga,” kata Sandiaga Uno di acara IdeaFest 2022, Kamis 24 November 2022.

1 dari 2 halaman

Sandiaga Uno optimistis industri ekonomi kreatif Indonesia dapat merebut posisi kedua dari Korea Selatan.

Salah satu alasannya adalah Indonesia mempunyai drama horor (drahor) dan dangdut koplo (DPop) yang dapat dibanggakan dan bersaing di kancah internasional.

“ Kalau Korea punya DraKor, kita punya DraHor, Drama Horror. Mereka punya Kpop, kita punya Dpop, Dangdut Koplo. Dengan populasi yang banyak dan market yang besar, kita optimis Indonesia bisa merebut posisi kedua dari Korsel," ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Sandiaga, tentunya tidak lepas dari peran para kreator dengan segala ide kreatif yang mereka miliki.

2 dari 2 halaman

Mantan Wagub Jakarta itu mengajak para kreator khususnya anak muda kreatif untuk melakukan tiga hal.

“ Inovasi, never stop innovating. Adaptasi, selalu fleksibel. Dan ketiga, kolaborasi. Ini adalah ruang kolaborasi,” tuturnya.

Menurut Sandiaga, satu hal yang dapat menjadi penghalang kolaborasi adalah mindset kompetisi. “ Competitive mindset itu bagus, tapi kadang-kadang menutup kemungkinan kita untuk kerja sama. Padahal jati diri bangsa kita gotong royong,” ungkapnya.

Sandiaga juga mengungkap adanya pertumbuhan hingga dua kali lipat ekonomi digital di Indonesia. Jika tahun lalu ekonomi digital Indonesia menyentuh angka 77 miliar dollar, kini angkanya tumbuh menuju Rp150 miliar dollar di tahun 2025.

Laporan : Erdyandra Tri Sandiva

Beri Komentar