Raih Dana ZIS Rp206 Miliar Pada 2018, Baznas Raih WTP

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 11 Juli 2019 18:12
Raih Dana ZIS Rp206 Miliar Pada 2018, Baznas Raih WTP
Baznas dapat WTP sejak 2001.

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendapat predikat wajar tanpa pengecualiannya (WTP) dalam laporan keuangan 2018. Audit itu dilakukan kantor akuntan publik AR Utomo.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, lembaganya sudah meraih predikat WTP dalam laporan keuangannya sejak 2001.

" Baznas bisa mempertahankan wajar tanpa pengecualian ini sudah didapat dari 2001. Baznas ini akuntabel dengan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.

Menurut Bambang, Baznas pusat mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), sebesar Rp206 miliar pada 2018.

" Angka tersebut meningkat 25,4 persen dari capaian tahun 2017," ucap dia.

1 dari 5 halaman

Laporan Keuangan Baznas

Selain itu, Baznas juga mencapai rasio pengumpulan dan penyaluran dana ZIS sebesar 93 persen. Berdasarkan kategori World Zakat Forum, rasio tersebut masuk dalam prinsipal efektif.

Pimpinan Kantor Akun Publik AR Utomo, Ahmad Toha mengatakan, laporan keuangan Baznas selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Baik dari sisi pemasukan maupun penyalurannya.

" Karena dana yang dikumpulkan semakin banyak dan program semakin banyak sehingga audit ini agak panjang. WTP ini tidak lahir begitu saja," kata Toha.

2 dari 5 halaman

Pakai Hitungan Nisab Zakat, Ketua Baznas Sebut Orang Miskin RI Lebih Banyak

Dream - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo menyatakan 40 persen masyarakat Indonesia tergolong dalam kategori miskin. Penilaian itu merujuk pada perhitungan nisab zakat untuk kategori warga miskin. 

Untuk diketahui, pemerintah menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia hanya mencapai 9,6 persen atau 25 juta jiwa.

" Kriteria miskin kalau menggunakan data pemerintah itu, kalau per orang penghasilan minimumnya Rp772 ribu perbulan. Kalau per keluarga itu Rp3 juta per bulan," ujar Bambang di kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Bambang menjelaskan, apabila berdasarkan nisab zakat, kriteria miskin menurut Islam melekat pada warga yang masuk kategori mustahik atau penerima zakat.

" Kalau gunakan standar emas itu Rp4,7 juta per bulan, kalau beras Rp5,2 juta per bulan," ucap dia.

Merujuk dari perhitungan tersebut, Bambang memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia lebih banyak dari yang ditetapkan pemerintah. 

" Menurut pemerintah itu 9,6 persen penduduk miskin, tapi kalau gunakan garis nisab, 40 persen," kata dia.

3 dari 5 halaman

Baznas Gandeng Unicef Bantu Anak-Anak Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerja sama dengan United Nation Children's Fund (Unicef). Kerja sama ini memungkinkan Baznas menyalurkan batuan kepada anak-anak miskin.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih banyak lagi membantu anak-anak di dunia. Khususnya Indonesia yang masuk kategori miskin.

" Bentuk bantuan terfokus pada anak-anak dan remaja yang bersifat berkelanjutan agar masa depan mereka bisa lebih baik," ujar Bambang di Kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid itu berujar sebelum kerja sama ini dijalin, Baznas juga telah memiliki banyak program untuk membantu anak-anak kurang mampu. Salah satunya mendirikan Sekolah Cendekia Baznas.

Perwakilan Unicef Indonesia, Debora Comini, mengatakan, kerja sama ini berfokus pada kesehatan dan pendidikan. Dari sisi kesehatan akan berfokus pada kebutuhan mandi, cuci, kakus serta perbaikan sistem sanitasi yang merupakan masalah dasar pemicu penyakit.

Selain itu, Baznas dan Unicef juga berfokus pada kecukupan gizi, perlindungan anak dan sosial serta pemberdayaan kaum muda. " Saya berharap, kerja sama ini menjadi model untuk negara-negara lain," kata Debora.

4 dari 5 halaman

Pangkas Tengkulak, Baznas Beli Hewan Kurban Peternak dengan Harga Tinggi

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memangkas rantai pengadaan hewan kurban dengan membeli langsung pada para peternak. Cara ini dianggap lebih menguntungkan peternak karena Baznas menetapkan harga beli tinggi. 

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Suwandaru, mengatakan setiap ekor kambing kurban milik peternak dibeli di kisaran harga Rp2,5 juta per ekor. Baznas berusaha tidak mengandalkan jasa para tengkulak sama sekali.

" Memang harga kita tinggi, dan harus diketahui, kampanye kita itu berdayakan desa, makanya harga tinggi," ujar Randi di kantor Baznas, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Harga tinggi dipakai agar para peternak mau menjual kambingnya langsung ke Baznas. Cara tersebut diterapkan untuk memangkas jalur distribusi yang panjang jika harus melalui tengkulak.

" Tentu ini akan memotong tengkulak. Biasanya peternak cuma dapat untung sedikit," kata dia.

Nantinya, hewan kurban Baznas akan didistribusikan di 50 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Baznas berharap berkah Idul Adha juga bisa dirasakan oleh 240 ribu penduduk desa.

5 dari 5 halaman

Subhanallah, Potensi Penjualan Hewan Kurban di Indonesia Rp69 Triliun

Dream - Tinggal sebulan lagi, umat Islam Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Momen ini dimanfaatkan banyak lembaga filantropi untuk menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk berkurban.

Ketua Panitia Nasional Kurban Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mohammad Indra Hadi, mengatakan potensi penjualan hewan kurban di Indonesia sangat tinggi. Ini mengingat jumlah umat Islam yang mayoritas di negeri ini.

" Berdasarkan perhitungan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia, kurban menyimpan potensi sebesar Rp69,9 triliun," ujar Indra di kantor Baznas, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Untuk itu, dia berharap lewat program Kurban Berdayakan Desa yang digagas Baznas, masyarakat yang berada di pedesaan turut merasakan berkah perputaran uang seputar kurban itu.

" Diharapkan potensi sebesar ini dapat dimaksimalkan untuk mengemban pemberdayaan desa," kata dia.

Tahun ini, Baznas menargetkan penjualan kambing kurban sebanyak 3.000 ekor seharga masing-masing Rp2,5 juta. Nantinya, penyaluran kambing kurban itu disebar di 50 titik di seluruh Indonesia.

Indra menjelaskan hewan kurban yang dijual diambil langsung dari peternak binaan Baznas yang tersebar di 21 titik. Selain itu juga dari para peternak di masing-masing titik penyebaran.

" Mayoritas penyaluran dari Aceh sampai Papua, tapi yang terbanyak masih di Jawa," kata dia.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi