Rambut Palsu Purbalingga Tembus Pasar Jerman

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 12 Februari 2020 15:31
Rambut Palsu Purbalingga Tembus Pasar Jerman
Kualitasnya mengalahkan produk Tiongkok dan Filipina.

Dream - Rambut palsu dari Purbalingga, Jawa Tengah, kembali merambah pasar internasional. Setelah Amerika Serikat, kini rambut palsu merambah Jerman.

Dikutip dari Merdeka.com, Rabu 12 Februari 2020, perusahaan asal Jerman, Rieswick und Partner GmbH berminat untuk membeli rambut palsu atau wig dari Purbalingga untuk bisnis jangka panjang.

Hal itu diungkapkan oleh Senior Executive Business Development German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce (Ekonid), Wuranto, di ruang rapat Bupati Purbalingga.

“ Mereka bermaksud membeli wig dari Indonesia,” kata Wuranto.

Dia mengatakan kebutuhan wig mereka mencapai 2.500-10 ribu pieces per tahun untuk jangka panjang. Selama ini, Rieswijck membeli wig dari Jerman.

“ Karena kebutuhan besar, mereka berpikir kenapa tidak beli langsung dari supplier-nya,” kata Wuranto.

Ekonid menjembatani hubungan bisnis antara perusahaan Jerman dan Indonesia datang bersama Max Rieswick dan Nils Rieswick, selaku Geschaftsfuehrer dari perusahaan Rieswick und Partner GmbH. Ekonid membantu mencarikan penyuplai atau industri rambut palsu se-Indonesia.

1 dari 5 halaman

Kualitas Rambut Palsu Purbalingga Sudah Teruji

Sejumlah kota di Indonesia memang memiliki industri rambut palsu, namun melihat kuantitas dan kualitas, perusahaan rambut palsu di Purbalingga dianggap paling memungkinkan untuk dijajaki kerjasama. Bahkan, mereka sudah membandingkannya dengan produk dari China maupun Filipina.

" Kami memilih Purbalingga. Sebelumnya kami melakukan reset beberapa tahun yang lalu dan pertemuan di Jakarta. Industri wig mana yang dapat memenuhi kebutuhan permintaan kami untuk saat ini maupun yang akan datang," kata Wuranto.

Di Jerman, nantinya, rambut palsu Purbalingga akan dijual kembali di local market untuk membantu konsumen dalam pemulihan penampilan.

Produksi rambut palsu di Purbalingga diproduksi oleh PT Sung Shim, PT Sungchang, PT Hasta Pustaka Sentosa, PT Boyang Industrial, PT Sun Starindo.

Rambut palsu juga jadi salah satu industri yang telah berjalan puluhan tahun di Desa Wisata Karangbanjar. Beragam produk rambut palsu jadi bagian kreatifitas warga mulai dari pemrosesan bahan baku hingga produksi rambut palsu.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan sektor industri rambut palsu Purbalingga menempati porsi yang cukup besar dalam menyumbang Gross Domestic Product (GDP) Purbalingga yakni mencapai 27 persen. Banyaknya sektor industri ini menyerap sekitar 60 ribu tenaga kerja.

" Selama ini rambut palsu dari Purbalingga banyak diekspor ke USA. Rambut palsu Purbalingga sudah well known di berbagai belahan dunia,” kata Dyah.

2 dari 5 halaman

`Kuntilanak` Pun Bisa Punya Duit Rp5 Juta

Dream - Meski menyeramkan, film bertema horor banyak disukai para penonton televisi di Tanah Air. Dari sejumlah makhluk halus yang tersohor di Indonesia adalah Kuntilanak. 

Saking populernya hantu berambut panjak dan berpakaian serba putih ini, kuntilanak sering menjadi “ objek” costume player (cosplay).

Menjadi kuntilanak jadi-jadinya ternyata bisa mendatangkan berkah. Seorang “ kuntil” bisa membawa pulang duit sekitar Rp5 juta.

Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 11 Februari 2020, wisata bertema hantu memang menjadi ladang uang sekaligus sumber penghasilan bagi beberapa orang di Indonesia. Salah satunya bisa kamu temukan di kawasan Asia Afrika, Bandung. 

Di kawasan tempat hangout anak muda Bandung ini ada banyak orang yang mencari uang dengan menjadi cosplay. Salah satunya dengan menjadi “ kuntilanak”.

 

 © Dream

 

“ Jalan Asia Afrika sekarang jadi pariwisata hantu-hantu cosplay. Pendapatan kuntilanak bisa mencapai Rp5 juta per orang,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menurut Kang Emil, sapaannya, pariwisata tak melulu soal kemewahan. Banyak beragam inovasi lahir untuk mendatangkan banyak orang atau berkunjung ke suatu tempat dengan cara sederhana. 

“ Lahir pariwisata baru namanya selfie ekonomi. Di mana ada objek foto, di situ ada wisatawan yang datang,” kata Ridwan Kamil di Musyarawarah Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), di Karawang, Jawa Barat.

3 dari 5 halaman

Diterapkan di Kuningan

Tak hanya itu, selfie ekonomi ini juga diterapkan di sebuah Desa Kuningan berada di Bandung. Keindahan bukit di kawasan tersebut menjadi daya tarik masyarakat berkunjung ke desa tersebut.

Dengan antusias masyarakat tersebut, kemudian membuat kepala desa setempat memanfaatkan peluang. Setiap orang berkunjung dikenakan biaya yang tidak begitu besar yakni Rp10 ribu untuk mendapatkan spot bagus.

Dalam setahun, dari wisata foto, ada Rp1,5 miliar uang yang bisa masuk ke kas desa.

“ Ini akan kami kembangkan terus, termasuk homestay, mengajak warga, memperbaiki kualitas rumah untuk disinggahi,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Barang Bukti Kasus Abu Tours Akan Dilelang, Ada Sepatu hingga Pesantren

Dream - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menyerahkan barang bukti kasus penggelapan dan pencucian uang dari terpidana komisaris travel haji dan umroh PT Abu Tour, Chaeruddin alias Heru, ke tim kurator.

Penyerahan barang bukti ini digelar di aula Penerangan dan Hukum Kantor Kejati Sulsel. Penyerahan barang bukti dihadiri kurator yang telah ditunjuk.

Dilaporkan Merdeka.com, barang bukti yang diserahkan yaitu sepatu dan koper bermerek, dompet sertifikat tanah, serta sejumlah bangunan mulai dari restoran hingga pesantren.

Selain itu, ada motor dan mobil yang selama ini dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rubasan).

 Penyerahan barang bukti perkara PT Abu Tours dari jaksa ke kurator. ©2020 Merdeka.comPenyerahan barang bukti perkara PT Abu Tours dari jaksa ke kurator. ©2020 Merdeka.com © Istimewa

Penyerahan barang bukti perkara PT Abu Tours dari jaksa ke kurator. ©2020 Merdeka.com

Aset-aset PT Abu Tours yang merugikan puluhan ribu jemaah itu tersebar di beberapa wilayah di Indonesia selain di Kota Makassar seperti Jakarta, Palembang, Medan, Kendari dan Palu.

Jumlah barang bukti aset PT Abu Tours yang memiliki nilai ekonomis dan telah diserahkan dari JPU ke kurator ini totalnya sebanyak 298 buah.

" Hari ini kita melaksanakan eksekusi terhadap satu putusan pengadilan yang telah inkracht dari perkara PT Abu Tours. Eksekusi itu dua hal yakni eksekusi badan dan eksekusi barang bukti, pagi ini kita eksekusi barang bukti. Diserahkan ke kurator yang akan melakukan transaksi penilaian aset, pelelangan dan membagikan ke pihak yang berhak yakni jemaah dan agen," kata Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulsel, Yudi Indragunawan.

5 dari 5 halaman

Hasil Lelang untuk Jemaah

Soal berapa nilai seluruh aset yang diserahkan itu dan setiap jemaah akan mendapatkan pengembalian uang senilai berapa, Aspidum Kejati Sulsel ini tidak bisa merinci lantaran hal tersebut kewenangan kurator.

Salah seorang kurator, Susy Tan mengatakan, aset-aset ini akan dilelang, apakah sekaligus, atau secara bertahap.

Jenis aset yang paling pertama akan dilelang adalah mobil. Hal ini lantaran benda bergerak tersebut paling cepat proses lelangnya.

" Akan kita lihat satu per satu barang tak bergerak ini, jika berkasnya lengkap, cepat dilelang. Jika telah terkumpul hasil lelangnya misalnya Rp10 miliar, kita sampaikan ke hakim, apakah sudah bisa dibagi ke pihak yang berhak atau bagaimana," kata Susy.

Hasil dari benda-benda lelang ini akan diberikan ke orang yang berhak. Ada kurang lebih 2.045 pihak yang akan menerima, baik atas nama jemaah maupun agen. Tiap satu agen itu rata-rata meregistrasi 200 hingga 400 nama jemaah.

Adapun soal berapa nilai ganti rugi yang akan diterima tiap jemaah atau agen, Susy belum memastikan karena tergantung nilai hasil penjualan aset.

Sumber:

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam