CONNECT WITH US!

Rekening Muslim AS Banyak yang Ditutup Paksa

Reporter : Sandy Mahaputra | Jumat, 12 September 2014 09:30
Ilustrasi
Langkah ini menimbulkan kecaman dari kelompok hak-hak sipil muslim sebagai kebijakan rasis.

Dream - Beberapa muslim AS di Washington DC hingga Florida menerima notifikasi dari bank mereka, memberitahu bahwa akun mereka akan segera ditutup. Langkah ini menimbulkan kecaman dari kelompok hak-hak sipil muslim sebagai kebijakan rasis.

" Kami tidak mengerti apa yang terjadi," kata AbdulHyee Waqas, yang rekening organisasi nirlabanya ditutup, kepada Los Angeles Times. " Kami telah menjadi pelanggan yang baik. Keputusan itu sangat menyedihkan."

Tahun lalu, muncul laporan bahwa rekening mahasiswa Iran yang belajar di University of Minnesota juga ditutup. Sekarang bank tampaknya menutup rekening orang-orang yang memiliki koneksi ke Kuwait dan Suriah.

Pengusaha Florida Sofian Zakout baru saja membuka rekening baru di Chase Bank ketika ia menerima surat yang menyatakan kedua rekening pribadi dan bisnisnya sedang dalam proses ditutup. " Ini semacam ketakutan (akan Islam) yang tidak dapat diterima," katanya.

Zakout menjalankan American Muslims for Emergency and Relief Inc, yang telah membantu korban Badai Katrina, serta perang saudara di Suriah.

" Biasanya organisasi nirlaba dan amal takut untuk mempublikasikan kegiatannya," katanya kepada Times tentang penutupan rekening. " Aku tidak bisa berdiam diri. Aku tidak ingin melihat ini terjadi kepada siapa pun lagi."  

Namun bank tidak memberikan penjelasan kepada Zakout. Sementara seorang dokter gigi asal Minneapolis membuka rekening di TCF Bank musim panas lalu. Namun, jawaban mengejutkan yang didapatnya: Maaf, kami tidak tertarik dengan bisnis Anda.

" Saya tidak mengerti mengapa semua penjelasan saya ditolak," kata dokter gigi tersebut.

" Mungkin mereka memiliki sesuatu yang saya tidak mengetahuinya, tetapi mereka mengatakan mereka tidak bisa mengatakan apa-apa."

Dengan tidak ada penjelasan yang ditawarkan bank, pengacara Florida untuk Council on American-Islamic Relations (CAIR) telah mengajukan keluhan ke Departemen Kehakiman Divisi Hak Sipil.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman mengatakan masalah ini adalah urusan regulator perbankan, termasuk Biro Perlindungan Keuangan Konsumen.

" Biro mengambil langkah serius terhadap tuduhan diskriminasi di pasar keuangan konsumen dan berkomitmen agar konsumen memiliki akses yang adil dan setara," ujar juru bicara biro dalam sebuah pernyataan.

Frustrasi oleh tanggapan dari regulator, perwakilan CAIR Michigan mempertimbangkan sebuah gugatan terhadap bank, kata Direktur Eksekutif CAIR Michigan Dawud Walid.

Menunggu hasil gugatan itu, Muslim mengeluh bahwa tindakan tersebut telah mengganggu layanan amal mereka, termasuk kelompok muslim terbesar di Amerika, Islamic Circle of North America (ISNA).

 

Melly Mono Kenali Foto Jadul Suzzanna!