Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Bisnis properti tengah lesu. Penurunan tajam terjadi di segmen menengah dengan harga di atas Rp 1,5 miliar di hampir semua jenis properti baik apartemen maupun rumah tapak.
Data Indonesia Properti Watch (IPW) mencatat, dari total penjualan properti di Jabodetabek sekitar Rp 2,5 triliun, komposisi penjualan rumah segmen atas turun dari 45 persen menjadi 15 persen.
Kenaikan komposisi penjualan justru terjadi di segmen rumah kelas menengah dengan kisaran harga Rp 500 juta - Rp 1,5 miliar. Di rumah kelas ini, komposisinya naik dari 30 persen menjadi 50 persen.
Hal yang sama terjadi pada rumah menengah bawah di kisaran harga di bawah Rp 250 juta yang naik menjadi 40 persen.
"Pergeseran tren ini terjadi lebih dikarenakan kejenuhan segmen atas yang notabene banyak pembeli adalah investor," kata pengamat dari IPW, Ali Tranghada seperti dikutip dari situsnya, Rabu, 17 Juni 2015.
IPW sebelumnya memang telah memproyeksikan properti kelas menangah bakal menjadi primadona.
Menurut Ali, beberapa kebijakan pemerintah khususnya perpajakan telah membuat investor pembeli properti segmen menengah menunda pembeliannya. Kondisi pasar yang belum stabil juga menjadi pemicunya.
"Hal ini pun yang membuat pasar digiring untuk membangun properti di segmen menengah ke bawah dengan diluncurkannya Program Sejuta Rumah," katanya.
Meski jadi primadona, Ali menilai segmen menengah merupakan pasar gemuk yang belum sepenuhnya dibidik para pengembang. Namun pelonggaran batas minimal uang muka KPR diharapkan bisa mendorong pembelian segmen properti ini.
"Diperkirakan paling cepat akhir tahun 2015 dan di awal 2016 seharusnya pasar properti akan bersiap memasuki fase baru sebuah siklus percepatan pasar properti secara nasional," ujar Ali.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
