Rusdi Kirana Beberkan Isi Suratnya kepada Boeing

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 12 Desember 2018 19:30
Rusdi Kirana Beberkan Isi Suratnya kepada Boeing
Dia menyurati produsen pesawat karena kesal.

Dream – Pemilik Lion Air Mentari (Lion Air Group), Rusdi Kirana mengakui telah menyurati produsen pesawat Boeing berisi keberatannya dengan jawaban perusahaan seputar kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Rusdi menyebut produsen pesawat ini memberi perlakukan tak adil pada maskapainya.

“ Itu sangat licik dan tidak pantas. Yang saya pikir tanpa etika,” kata dia dikutip dari Bloomberg, Rabu 12 Desember 2018.

Sekadar informasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut pilot penerbangan PK-LQP kebingungan mengoperasikan pesawat. Maskapai ini juga diminta untuk meningkatkan budaya keselamatannya.

Sementara Boeing menanggapi bahwa pilot pesawat berjuang untuk mendapatkan kontrol pesawat. Ketika itu, hidung pesawat naik turun. Produsen ini tak menyebutkan sistem baru 737 Max 8 yang diaktifkan oleh data yang salah dari sensor.

Jawaban Boeing ini membuat Rusdi sakit hati. Dikatakan bahwa Boeing menciptakan opini bahwa maskapai ini tidak merawat pesawat dengan baik.

“ Mereka melakukannya untuk salah satu pelanggan terbesar. (Boeing) membuat opini bahwa kami tidak memelihara pesawat dengan baik,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Pembatalan Pemesanan Pesawat Tidak Mudah

CEO Boeing, Dennis Muilenburg, mengatakan situasi saat ini merupakan kondisi sulit bagi Lion Air. Pihaknya tetap berkomunikasi dengan maskapai itu untuk menemukan solusi.

“ Ini adalah situasi yang sulit dan dapat dimenegerti bahwa ada beberapa tantangan di sekitar itu. Tapi, ini adalah pelanggan yang sangat dihormati. Kami terus berkomunikasi dengan Lion Air,” kata Muilenburg.

Dia mengatakan pembatalan pesawat senilai US$22 miliar –sisa pemesanan pesawat Lion—tidak semudah itu. “ Kami akan berusaha menyelesaikan ini. Tentu saja, semua kontrak ini adalah pengaturan jangka panjang. Ini bukan hal-hal yang dapat eksklusif dibatalkan oleh kedua belah pihak,” kata Muilenburg. 

Beri Komentar