KAA (2): Saatnya Jokowi Tepati Janji

Reporter : Syahid Latif
Senin, 20 April 2015 18:18
KAA (2): Saatnya Jokowi Tepati Janji
Ini adalah janji yang terucap beberapa kali Jokowi ucapkan saat kampanye Pemilu Presiden tahun lalu.

Dream - Sejak kampanye, Joko Widodo beberapa kali berjanji akan membantu rakyat Palestina. Konferensi Asia Afrika (KAA) kali ini menjadi momentumnya.

Mungkin ini cara Presiden Joko Widodo menepati janjinya. Janji yang beberapa kali dia ucapkan saat kampanye. Bahkan di saat dirinya secara resmi memenangkan pemilihan Presiden 2014 lalu.

Saat itu di depan para jurnalis, Joko Widodo menyampaikan janjinya membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina. Pada 10 Juli 2014 itu, pria yang karib disapa dengan nama Jokowi itu menggelar jumpa pers di Media Center JKW4P di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. Acara utama, saat itu, memang penjelasan dia tentang hasil pemilu presiden 2014.

Rona bahagia meruap jelas saat kerlap lampu kamera menyapu wajah. Dengan tenang dia berbicara panjang lebar tentang hasil pemilihan presiden yang dilakukan sehari sebelumnya. Namun air muka pria kerempeng itu berubah. Wajahnya terlihat menjadi serius saat menyebut nama sebuah negara di Timur Tengah.

" Kemudian mengenai Palestina," kata pria berkemeja kotak-kotak itu. " Serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan puluhan warga sipil di Palestina dan ratusan lainnya yang luka-luka merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia," tambah dia.

Saat itu, kondisi Jalur Gaza memang tengah memanas. Sudah berhari-hari digempur pasukan Zionis Israel. Serangan bertubi-tubi. Datang dari udara maupun darat. Dunia mengutuk agresi itu. Sebab rakyat sipil Palestina sudah sudah tewas bergelimpangan. Tak hanya para " pejuang" . Anak-anak dan perempuan tak luput dari peluru-peluru Israel. Sementara, Israel tak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan.

Bagi Jokowi, Palestina memiliki arti sangat penting bagi rakyat Indonesia. Jasa negeri di Timur Tengah itu amat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Negeri di antara Laut Tengah dan Sungai Yordan itu menjadi negara terdepan yang mengakui kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi 17 Agustus 1945.

Jokowi pun berjanji menemui Duta Besar Palestina di Indonesia untuk menyampaikan dukungan langsung. " Saya berteman baik," tutur dia.

Nah, setelah dia resmi menjabat Presiden, janjinya untuk rakyat Palestina akan dibawa ke dalam forum peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Forum megah multi negara itu digelar di Bandung mulai 23 April 2015. Melalui Asian-African Strategic Partnership yang akan dibahas dalam pertemuan itu, Indonesia menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai isu sentral.

***

Dukungan Jokowi pada Palestina bukan kali itu saja. Jauh sebelum hiruk-pikuk pemilu, pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini sudah menunjukkan dukungan. Saat menjabat Wali Kota Solo, Jokowi menjamu rombongan Timnas Sepak Bola Palestina yang datang untuk laga persahabatan melawan Timnas Indonesia di Stadion Manahan pada 22 Agustus 2011.

Jokowi juga mengusung isu Palestina selama masa kampanye sebelum Pilpres. Dalam Debat Capres putaran ke-3 yang digelar di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta, Jokowi yang dicalonkan dalam Pilpres bersama Jusuf Kalla memaparkan visi dan misi politik internasionalnya.

Pada Minggu malam, 22 Juni 2014 itu, Jokowi menekankan komitmen untuk mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Menjadi negara yang berdaulat. " Dan mendukung penuh Palestina untuk masuk sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Jokowi.

Dan rupanya Jokowi tak lupa dengan janji-janji selama kampanye itu. Seruan-seruan untuk mendukung kemerdekaan Palestina tak pupus setelah pemilihan presiden usai. Setelah melenggang ke Istana, Jokowi tetap keras menyuarakan kemerdekaan Palestina.

Lihatlah saat kunjungan ke Nay Pyi Taw, Myanmar, pada November tahun lalu. Sebelum menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-25, Jokowi bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Dalam pertemuan selama 20 menit pada 13 November 2014 itu, Jokowi dan Ban Ki-moon membahas sejumlah isu internasional. Palestina menjadi salah satu topik pembicaraan mereka.

Jokowi mendesak PBB untuk mengambil langkah nyata untuk kemerdekakan Palestina. Manatan Gubernur DKI Jakarta itu berujar " two state vision" atau pemisahan antara Israel dan Palestina akan menjadi solusi terbaik dalam konflik yang sudah terjadi selama bertahun-tahun ini.

" Intinya saya sampaikan Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina untuk menjadi negara yang berdaulat. Semoga dengan peran perdamaian dari PBB, Israel dan Palestina dapat segera damai," tutur Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi juga mengharapkan peran PBB lebih nyata dan lebih konkrit lagi dalam menanggapi konflik kedua negara tersebut.

Pertemuan dengan Sekjen PBB itu merupakan upaya nyata Jokowi atas dukungannya terhadap Palestina. Sikap Jokowi yang sempat diungkapkan selama musim kampanye dia tumpahkan di hadapan Ban Ki-moon itu. " Jadi sekarang saya mendesak PBB untuk lakukan hal yang lebih konkrit lagi demi terciptanya perdamaian dunia," ujarnya.

Dukungan kepada Palestina juga akan dibawa ke dalam forum peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Bandung mulai 23 April 2015. Melalui Asian-African Strategic Partnership yang akan dibahas dalam pertemuan itu, Indonesia menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai isu sentral.

Dan sebelum peringatan 60 tahun KAA digelar, Jokowi lagi-lagi melontarkan kritik pedasnya untuk PBB yang dinilai tak bersikap tegas untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Saat menggelar rapat terbatas membahas persiapan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Istana Negara pada 17 April 2015, Jokowi meminta anak buahnya merancang naskah pidato yang menyinggung keadilan internasional.

" Saya ingin pesan mengenai tatanan baru. Terutama, menurut saya, pesan mengenai keseimbangan global. Keadilan global yang kita lihat sekarang ini, United Nations tidak bisa memerankan itu," tutur Jokowi. 

1 dari 5 halaman

2 dari 5 halaman

3 dari 5 halaman

4 dari 5 halaman

5 dari 5 halaman

Beri Komentar