Saham UNVR Melesat, Indeks Syariah Kembali Menguat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 12 April 2016 16:25
Saham UNVR Melesat, Indeks Syariah Kembali Menguat
Aksi beli asing juga ikut mendongkrak indeks bursa saham Indonesia didominasi penguatan.

Dream - Bursa saham syariah berhasil kembali ke jalur hijau meski kenaikannya belum bisa menghapus koreksi yang terjadi sehari sebelumnya. Saham bluechips menjadi motor penggerak indeks setelah munculnya aksi beli.

Laju indeks syariah ikut terdongkrak aksi investor asing yang kembali melantai di pasar modal Indonesia. Nett buy asing hingga sesi paska penutupan perdagangan mencapai Rp 244 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 12 April 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,521 poin (0,98%) ke level 157,096.

Dengan dukungan 17 emiten yang menguat, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup naik 8,571 poin (1,32%) ke level 658,737.

Penguatan indeks syariah kali ini harus ditempuh dengan perjuangan berat. Pelaku pasar di awal sesi perdagangan sempat khawatir dengan sentimen negatif dari bursa Wall Street.

Alhasil, indeks JII memulai perdagangan dari zona negatif. Beruntung, indeks ISSI masih bisa menguat meski sempat terpeleset masuk zona merah.

ISSI tercatat menyentuh level terendah di 155,247 dan baru bisa menembus posisi tertingginya di sesi penutupan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,19 triliun dengan 36,46 miliar efek beralihtangan. Aksi beli mendorong 102 emiten ISSI bertengger di teritori positif sementara 92 lainnya masih terserang aksi jual investor.

Indeks sektor perkebunan masih belum keluar dari tekanan jual dan turun paling dalam sebesar 0,38 persen. Diikuti indeks sektor perdagangan 0,12 persen, properti 0,10 persen, dan pertambangan yang turun tipis 0,01 persen.

Sebaliknya, aksi jual saham UNVR mendorong indeks sektor industri aneka melesat naik 3,31 persen. Diikuti indeks sektor manufaktur, 1,79 persen, dan barang konsumsi 1,60 persen.

Saham UNVR juga menjadi top gainer indeks JII usai menguat Rp 1.475 per saham. Disusul SIO Rp 625, ASII Rp 275, JSMR Rp 150, dan INTP Rp 75 per saham.

Sementara saham AALI memimpin top losser usai turun Rp 350. Diikuti LPPF Rp 200, AKRA rp 125, UNTR Rp 75, dan SMRA Rp 75 per saham.

Di pasar keuangan, kurs rupiah bergerak fluktuatif. Sempat melemah, rupiah sore ini naik tipis 5 poin (0,04%) menjadi 13.128 per dolar AS.

Beri Komentar