Satu per Satu Pamit, Kali Ini Giliran Menko Darmin Nasution Curhat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 9 Oktober 2019 18:12
Satu per Satu Pamit, Kali Ini Giliran Menko Darmin Nasution Curhat
"Kadang-kadang harus bisa menginjak kaki tapi tidak pernah menginjak kepala, iya kan,"

Dream - Jelang akhir masa jabatan, para menteri Kabinet Indonesia Kerja satu per satu mulai mengucapkan salam perpisahan. Hari-hari terakhir itu banyak dimanfaatkan untuk menceritakan kenangan menjabat sebagai seorang menteri selama 5 tahun terakhir.

Curahan hati juga disampaikan Darmin Nasution, nahkoda dari jajaran menteri bidang ekonomi kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menjadi seorang menteri koordinator bidang perekonomian membuat Darmin harus pintar dalam memimpin para menteri di bawah koordinasinya.

Tak jarang Darmin harus bisa mengatur ritme sikapnya saat menghadapi para menteri bidang ekonomi.

" Jadi Menko itu kadang-kadang harus bisa keras, kadang kadang harus bisa menahan diri," ujar Darmin disambut tawa peserta peresmian Badan Pengelolaa Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Lapangan Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

 

1 dari 3 halaman

Kadang Harus Injak Kaki Bukan

Sebagai leader, Darmin mengaku harus mampu menegur para menteri yang dianggap tak menjalankan kebijakan sesuai arahan.

" Kadang-kadang harus bisa menginjak kaki tapi tidak pernah menginjak kepala, iya kan," jelasnya.

Tak hanya soal sikap, Darmin juga berpesan kepada BPDLH agar efektif dalam bekerja. Badan baru ini diketahui memiliki 10 orang dewan pengawas yang tentunya berasal dari kalangan menteri.

Dengan kesibukannya masing-masing, BPLDH harus siap mengatur waktu untuk mempertemukan para menteri tersebut. Dia mengingatkan agar dewan pengawas tak perlu memaksakan diri untuk menghadirkan seluruh menteri.

" Nanti sudah tentu mengumpulkan 10 menteri, itu urusannya panjang. Bisa 3 bulan untuk mencari cocok waktunya," ujarnya.

Dia menyarankan dewan pengawas sebaiknya mengundang para menteri sesuai dengan topik yang dibahas.

" Kalau topik membahas 3-4 kementerian, 3-4 menteri saja yang ikut, tidak usah semua menteri," usul mantan Dirjen Pajak tersebut.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

2 dari 3 halaman

Menteri Susi Pudjiastuti Pamit

Dream - Susi Pudjiastuti memberikan isyarat perpisahan kepada masyarakat nelayan saat berkunjung ke Natuna, Provinsi Riau. Dia menyebut kunjungan dinas kali ini sebagai kedatangan terakhirnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

“ Bapak ibu sekalian, ini barangkali kunjungan saya sebagai menteri terakhir, mungkin saya tidak bisa berkunjung lagi sampai tanggal 20 Oktober 2019,” kata Susi Pudjiastuti, dikutip dari , Selasa 8 Oktober 2019.

Susi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna pada Senin 7 Oktober 2019. Dia meresmikan oprasional Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) yang berada di Selat Lampa pada Senin dan menenggelamkan empat kapal pencuri ikan asal Vietnam.

Dalam kesempatan itu, Susi juga berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Natuna karena selama ini menerima kedatangannya dengan baik. Dia bahkan mengaku tertarik dan jatuh cinta dengan Natuna.

“ Jadi kalau saya sudah tidak lagi jadi menteri datang ke sini iya tolong bapak dan ibu tetap ramah saja kepada saya. Boleh toh Pak Bupati? Iyaa karena saya senang lautnya,” tambah Susi Pudjiastuti.

3 dari 3 halaman

Bersedih Hati

Meski mengaku cinta Natuna, Susi Pudjiastuti merasa sedih karena ekosistem di bawah laut yang makin tergerus akibat penangkapan-penangkapan ikan dilakukan dengan cara terlarang, baik pengeboman maupun penggunaan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem bawah laut.

“ Saya sedih kalau snorkling tidak ada isinya pak. Itu saja. Begitu berenang lihat ke bawah enggak ada apa-apanya, sedih pak," keluh Susi.

Susi pun meminta para petugas di lapangan terus berkomitmen menjaga kedaulatan laut Indonesia, utamanya menindak tegas para pencari ikan yang melakukan penangkapan secara terlarang.

“ Dan saya berharap seluruh petugas di sini akan terus komitmen dan terus teguh menjaga kedaulatan laut untuk menjaga keberadaan dari natuna ini. Natuna sangat penting dan strategis untuk Indonesia,” tandas Susi Pudjiastuti.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie